- Gunung Dukono merupakan salah satu gunung api paling aktif yang meletus sejak 1933.
- Pada 8 Mei 2026, erupsi dahsyat terjadi dengan menyemburkan abu vulkanik setinggi 10.000 meter ke angkasa.
- Peristiwa tersebut menelan tiga korban jiwa dari Singapura dan Indonesia.
Suara.com - "Gunung Dukono di mana?" Pertanyaan ini mendadak ramai dicari di mesin pencari setelah kabar duka menyelimuti dunia pendakian Indonesia.
Gunung api yang dikenal sangat aktif ini baru saja mengalami erupsi dahsyat yang memicu evakuasi dramatis serta merenggut nyawa pendaki, termasuk warga negara asing (WNA).
Bagi Anda yang ingin tahu lebih banyak tentang lokasi, fakta menarik, serta kronologi peristiwa tragis ini, mari simak ulasan lengkapnya di bawah ini.
Lokasi Gunung Dukono di Mana?
Secara geografis, Gunung Dukono terletak di Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, Indonesia.
Lebih tepatnya, gunung berapi ini berada di bagian utara Pulau Halmahera, salah satu wilayah kepulauan vulkanis yang kaya di timur Indonesia.
Untuk mencapai kawasan ini, para pendaki biasanya memulai perjalanan dari kota Tobelo, ibu kota Kabupaten Halmahera Utara.
Dari sana, jalur pendakian umumnya diakses melalui beberapa titik awal yang populer, seperti Desa Mamuya atau Desa Ruko.
Perjalanan mendaki menuju puncak kawah aktifnya biasanya memakan waktu sekitar 5 hingga 7 jam perjalanan kaki melintasi medan pasir vulkanis yang menantang.
Karakteristik Gunung Dukono: Salah Satu yang Paling Aktif di Indonesia
Gunung Dukono bukanlah gunung api biasa. Di kalangan vulkanolog dan pecinta alam, gunung setinggi 1.185 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini dikenal memiliki tingkat keaktifan yang sangat luar biasa.
Baca Juga: Semeru Muntahkan Awan Panas 4 KM, Kolom Abu Kelabu Membumbung Tinggi, Status Siaga
Berikut adalah beberapa fakta menarik tentang Gunung Dukono:
1. Erupsi Terus-Menerus Sejak 1933
Berdasarkan catatan sejarah vulkanologi, Gunung Dukono pertama kali tercatat meletus hebat pada tahun 1933.
Sejak saat itu, aktivitas vulkanisnya seolah tidak pernah benar-benar berhenti sepenuhnya. Gunung ini terus-menerus meletuskan abu, gas sulfur, dan bom vulkanik kecil dalam skala harian.
2. Lanskap Kawah yang Luar Biasa
Keunikan Dukono terletak pada kawah aktifnya yang luas dengan pemandangan mirip permukaan bulan.
Kontrasnya pasir vulkanik gelap dengan asap tebal yang membubung menjadikannya magnet bagi para pendaki ekstrem dunia yang mencari petualangan tidak biasa.
3. Zona Bahaya yang Dinamis
Karena tingkat keaktifannya yang tinggi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) hampir selalu menetapkan status waspada (Level II) atau siaga pada gunung ini, dengan rekomendasi jarak aman yang ketat bagi siapa saja yang mendekat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien
-
Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI
-
Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard