Suara.com - Para ilmuwan dari Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation, berbasis di Australia, berhasil menemukan satu juta galaksi baru. Penemuan tersebut menggunakan teleskop radio Australian Square Kilometer Array Pathfinder (ASKAP). Ini merupakan survei paling rinci dan paling cepat yang pernah dilakukan.
Umumnya, survei pemetaan galaksi memakan waktu bertahun-tahun, tetapi survei ini hanya membutuhkan kurang dari dua minggu.
Penelitian diterbitkan di jurnal Publications of the Astronomical Society of Australia, tercantum hasil pertama dari Rapid ASKAP Continuum Survey oleh CSIRO telah dilaporkan. Badan sains nasional itu menggambarkan survei tersebut seperti "Google Maps" dari alam semesta karena memetakan begitu banyak galaksi, memberikan atlas paling rinci tentang langit selatan.
ASKAP sangat berperan besar dalam atlas baru tersebut. ASKAP bukan sebuah teleskop tunggal, melainkan rangkaian 36 antena berbentuk piring yang ditempatkan di gurun Australia Barat. Rangkaian ini mendengarkan gelombang radio dari luar angkasa dan dapat melihat wilayah langit sekitar 30 kali lebih besar daripada susunan radio lainnya.
Mengambil lebih dari 900 gambar dalam waktu sekitar 300 jam, tim ilmuwan dapat menggabungkan peta komprehensif langit selatan dengan resolusi yang lebih tinggi dari survei sebelumnya. Gambar-gambar tersebut berisi total 70 miliar piksel dan memiliki data 3 juta galaksi di dalamnya.
"ASKAP menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi terbaru untuk pertanyaan kuno tentang misteri alam semesta," kata Larry Marshall, kepala eksekutif CSIRO, seperti dikutip CNET, Kamis (3/12/2020).
Para ilmuwan di CSIRO mengharapkan akan menemukan puluhan juta galaksi baru dalam survei mendatang. Peta yang kini tersedia secara online di situs web CSIRO itu akan memungkinkan para astronom mempelajari objek kosmik seperti supernova, pulsar, dan jet di sekitar lubang hitam supermasif di galaksi jauh.
Berita Terkait
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Korban Kekerasan Dipaksa Bayar Biaya Visum, Zakat Diusulkan Jadi Solusi Dana Darurat
-
The Judge from Hell: Jika Hukum Gagal, Haruskah Keadilan Dicari di Neraka?
-
NTB Pakai Cadangan Pangan Bantu Korban Gempa di NTT
-
Satelit Copernicus Uni Eropa Siap Bantu Operasi Pencarian Korban Gempa NTT
-
Pekanbaru Cerah Berawan Hari Ini, Padang Hujan Intensitas Ringan
-
Game Over: Menemukan Titik Temu Antara Seadanya dan Seandainya
-
Detik-detik Pencuri Alat Tower Dikejar Warga Terobos Polres Dumai
-
HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
-
Review Drama Kill It, Terbongkarnya Rahasia Panti Asuhan Hansol yang Kelam
-
Tersembunyi di Hutan Rengasdengklok, Kisah Rumah Djiauw Kie Siong Jadi Bagian Sejarah Proklamasi