Suara.com - Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Dirjen SDPPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika, Ismail, mengatakan salah satu skema peta jalan spektrum 5G Indonesia adalah pemanfaatan frekuensi dari migrasi tv analog ke tv digital.
Saat ini, tv analog memanfaatkan sumber daya frekuensi 700 MHz. Apabila analog sudah beralih ke digital - yang dikenal sebagai Analog Switch Off (ASO) - ruang kosong tersebut dapat dimanfaatkan untuk pengembangan teknologi 5G, yang rencananya telah dapat dilakukan mulai triwulan ketiga 2021.
"Kita membayangkan di band 700MHz ini segera bisa kita rilis walaupun ASO belum berakhir, ini opsi satu. Artinya, kita bisa melakukan percepatan pemanfaatan band 700MHz secara bertahap di Q3 2021, ini rencana kami," ujar Ismail, dalam konferensi virtual Indonesia 5G Roadmap & Digital Transformation, Kamis (10/12/2020).
Bahkan, menurut Ismail, pemanfaatan ruang kosong frekuensi bekas tv analog tersebut dapat berjalan seiring dengan proses migrasi tv analog ke tv digital, hingga 2 November 2022.
"Daerah-daerah yang sudah bisa kita rilis untuk band 700MHz bisa kita rilis secara perlahan-lahan. Sehingga, teman-teman sudah memiliki kesempatan, operator yang menyiapkan jaringannya untuk men-support 5G bisa membangun coverage band-nya," kata Ismail.
Lebih jauh, Ismail menjelaskan, band 700MHz dipilih untuk pengembangan 5G karena dinilai memiliki cakupan yang baik untuk tahap awal.
"Ketika kebutuhan 5G masih di awal, dan belum dibutuhkan begitu massive data yang akan dilakukan, maka dengan memanfaatkan band 700MHz ini akan terjadi penghematan pembangunan infrastruktur," dia melanjutkan.
Sementara, ada beberapa kandidat frekuensi lain untuk spektrum 5G, yakni 2.6GHz, 3.3 dan 3.5GHz, serta 26 dan 28GHz.
Untuk implementasi migrasi tv analog ke tv digital, menurut Ismail, saat ini siaran simulcast atau siaran analog dan digital secara bersamaan telah berjalan.
Baca Juga: Pemerintah Akan Bagikan STB untuk Bantu Publik Pindah ke TV Digital
"Jadi teman-teman broadcasting operator sudah melakukan siaran digital bersamaan dengan siaran analog-nya di hampir tujuh provinsi, dan akan terus berkembang sampai dengan 244 digital tv transmitor yang ready diimplementasikan oleh TVRI di seluruh Indonesia," ujar Ismail.
Pemerintah dalam hal ini Kominfo bersama DPR dalam Undang-Undang Cipta Kerja telah sepakat tanggal 2 November 2022 sebagai batas akhir siaran TV analog.
Sesuai dengan rancangan aturan teknis, Lembaga Penyiaran Publik (LPP), Lembaga Penyiaran Swasta (LPS), dan Lembaga Penyiaran Komunitas jasa penyiaran televisi wajib menghentikan siaran televisi analog paling lambat pada tanggal 2 November 2022 pukul 24.00 Waktu Indonesia Barat.
Penetapan LPP TVRI sebagai Penyelenggara Multipleksing (MUX) dilakukan oleh Menteri Kominfo tanpa melalui evaluasi atau seleksi. Sedangkan penetapan Penyelenggara MUX untuk LPS dilakukan oleh Menteri melalui seleksi dan evaluasi.
Sementara TVRI telah memiliki MUX di hampir seluruh provinsi di Indonesia, LPS memiliki MUX di 12 provinsi, dan sisanya 22 provinsi, akan segera dilakukan seleksi.
"Jadi TVRI ini akan sangat siap untuk menggendong teman-teman di daerah untuk mengimplementasikan TV digital," Ismail menambahkan. [Antara]
Berita Terkait
-
Cara Mencari Sinyal TVRI di TV Digital dan TV Analog agar Bisa Nonton Siaran Piala Dunia 2026
-
Masih Pakai TV Analog atau Tabung? Ini Cara Nonton Piala Dunia 2026 Gratis Gambar Jernih
-
Apakah Smart TV Perlu STB? Ini 5 Rekomendasi TV Digital yang Murah tapi Berkualitas
-
Mending TV Digital atau Smart TV? Ini 5 Pilihan TV Murah dan Hemat Listrik
-
7 Rekomendasi TV Digital 32 Inch Watt Rendah Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Keluarga
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
Terkini
-
2 Orang Meninggal usai Gempa Bumi NTT di Pelabuhan El Say Sikka
-
Dinding Gudang Bulog Jebol Akibat Gempa M 7,7 Nagekeo NTT, Stok Beras di Bima Berhamburan
-
Rakyat sebagai Tameng Kebijakan: Menutupi Cacat Program Lewat Narasi Mulia
-
Vino G Bastian Ubah Total Bentuk Tubuhnya Demi Film Adaptasi India Drishyam
-
Menag Nasaruddin Umar Ungkap Skema Wakaf Saham Masih Diperbaiki
-
KPK Periksa Ketua DPRD Kuansing hingga Eks Pj Sekda di Kasus Suhardiman Amby
-
BAIC BJ30 HEV Dominasi Penjualan di GIIAS 2026 Mobil Listrik T1 Mulai Dilirik
-
Laptop Gaming Bukan Cuma Buat Mabar: ASUS Bongkar Rahasia AI Lokal Biar Kerja 2x Lebih Cepat!
-
Nyoman Nadiana dan Konsep Keberlanjutan untuk Desa Les di Mata Dunia
-
4 Serum Kolagen dan Peptide untuk Wanita Usia 30 Tahun ke Atas, Bikin Wajah Awet Muda