Suara.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) sedang menyelidiki lima reaksi alergi terhadap vaksin Covid-19 Pfizer Inc dan BioNTech SE di Amerika Serikat minggu ini.
Dr. Peter Marks, direktur Pusat Evaluasi dan Penelitian Biologi FDA, mengatakan pada konferensi pers bahwa reaksi alergi telah dilaporkan di banyak negara bagian termasuk Alaska.
Marks juga mengatakan bahwa bahan kimia yang disebut polietilen glikol (PEG) yang merupakan bahan dalam vaksin Pfizer - serta vaksin Moderna Inc yang disahkan pada hari Jumat - 'bisa menjadi penyebab' reaksi tersebut.
Marks mengatakan bahwa reaksi alergi terhadap PEG bisa jadi lebih umum daripada yang dipahami sebelumnya.
Reaksi tersebut termasuk seorang dokter di Fairbanks, Alaska, namanya tidak dirilis, yang mulai menunjukkan gejala sekitar 10 menit setelah diinokulasi pada Kamis lalu, menurut Foundation Health Partners, operator Rumah Sakit Memorial Fairbanks.
Melansir laman Dailymail, Minggu (20/12/2020), petugas kesehatan dirawat di ruang gawat darurat rumah sakit dengan epinefrin dan dibebaskan sekitar enam jam kemudian, Foundation Health Partners mengatakan dalam pernyataan tertulis.
Dua petugas kesehatan di Juneau menderita reaksi merugikan terhadap pengobatan awal pekan ini. Seorang dirawat sebentar di rumah sakit di kota itu karena anafilaksis setelah dia divaksinasi pada hari Selasa.
Korban kedua mengalami reaksi lebih ringan pada Rabu lalu dan dirawat di ruang gawat darurat rumah sakit dan dibebaskan.
Klinisi Fairbanks mengeluarkan pernyataannya sendiri yang disertakan dalam rilis Foundation Health Partners.
Baca Juga: Pfizer Siapkan 129 Juta Dosis Vaksin Covid-19 di Jepang
"Saya akan mendapatkan vaksin dan merekomendasikannya kepada siapa pun, terlepas dari reaksi saya, untuk membantu negara kami mendapatkan imunisasi yang diperlukan untuk kesehatan semua orang Amerika, untuk ekonomi, membuat keluarga berpelukan lagi, untuk mengembalikan anak-anak ke sekolah, dan untuk membuat negara di sisi lain pandemi ini," kata petugas kesehatan.
Dua orang lainnya yang menerima vaksin di AS juga mengalami reaksi alergi minggu ini.
Kasus di Alaska mirip dengan dua kasus yang dilaporkan minggu lalu di Inggris.
Regulator medis Inggris telah mengatakan bahwa siapa pun dengan riwayat anafilaksis atau reaksi alergi parah terhadap obat atau makanan, tidak boleh diberi vaksin Pfizer-BioNTech Covid-19.
Tetapi Badan Pengawas Obat dan Makanan AS telah mengatakan bahwa kebanyakan orang Amerika yang alergi harus aman menerima vaksin.
Dikatakan hanya orang yang sebelumnya memiliki reaksi alergi parah terhadap vaksin atau bahan dalam vaksin khusus ini yang harus menghindari suntikan.
Berita Terkait
-
Vaksin Moderna Disetujui FDA Amerika Serikat, Penyimpanannya Tidak Ribet
-
Riau Dapat 4 Juta Vaksin Covid-19, Dikirim Bertahap Mulai Januari 2021
-
Sudah Terinfeksi, Perlukah Tetap Mendapat Vaksin Covid-19?
-
Mantan Ratu Kecantikan Bantu Produksi Vaksin Covid-19, Intip Sosoknya
-
Bukan Tim Medis, ACIP Sarankan Vaksin Covid-19 untuk Pegawai Toko!
Terpopuler
Pilihan
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
Terkini
-
30 Kode Redeem FC Mobile 13 April 2026, Klaim Pemain 116 UEFA Gratis dan Update Bug Terbaru
-
Hindari GTA 6, Peluncuran Game Fable Diprediksi Alami Penundaan
-
Oppo Pad Mini Debut Global 21 April, Bawa Layar 144 Hz dan Chip Flagship Snapdragon
-
5 Rekomendasi HP Kamera Bagus untuk Foto Malam Hari: Hasil Jernih dan Estetik!
-
Film Metal Gear Solid Dapat Lampu Hijau dari Sony, Libatkan Sutradara Final Destination
-
HP Tecno yang Bagus Tipe Apa? Ini 7 Rekomendasi Terbaik, Harga Murah Spek Gahar!
-
7 Tablet Murah Tahan Banting untuk Anak, Modal Rp700 Ribuan Bisa Awet Jangka Panjang
-
6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 12 GB yang Worth Dibeli April 2026
-
7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
-
5 Pilihan Smartwatch Garmin Termurah, Fitur Canggih dan Baterai Super Awet