Suara.com - Seorang pengguna drone asal Amerika Serikat, berhasil menyelamatkan nyawa seorang perempuan yang sedang tergulung arus ombak.
Adalah Josh Hug, seorang Profesor Universitas California, Berkeley yang menyelamatkan perempuan tersebut. Secara tidak sengaja, ia melihat perempuan tersebut tampak tidak berdaya dan berhasil menyelamatkannya.
Menurut laporan NBC, Rabu (23/12/2020), saat itu Hug sedang bermain bersama anak-anaknya. Ia menggunakan drone untuk melihat-lihat kondisi sekitar.
Kemudian, Hug merasa tertarik untuk memperlihatkan ombak raksasa yang berada di sekitar pantai. Lantas, Hug mengarahkan drone tersebut menuju Pacifica State Beach, California.
"Saya melihat melalui ponsel saya, melihat pemandangan bebatuan. Ombak menghempaskan batu-batu pantai, sungguh indah untuk dilihat," katanya.
Namun saat melihat sudut lain, sesuatu menarik perhatian Hug. Ia melihat ada seseorang yang terjatuh karena ombak besar.
"Seseorang dengan seekor anjing dan mereka tampaknya berguling karena ombak. Itu tidak baik," tutur Hug.
Kondisi dipersulit ketika tidak ada orang lain yang menyelematkan perempuan tersebut. Melihat itu, Hug langsung membuang pengontrol drone dan berlari menuju lokasi.
"Saat aku mencoba membantunya, dia tidak bisa bergerak. Dia seperti lumpuk di beberapa titik. Jelas ini adalah situasi hidup atau mati," papar Hug.
Baca Juga: Demi Ambil Drone Rp 21 Juta, Turis Nekat Terobos Pulau Terpencil
Drone milik Hug itu juga memperlihatkan bagaimana ia menyelamatkan perempuan tersebut dari terjangan ombak. Di sisi lain, Hug juga merasa tidak sanggup menyelamatkan perempuan itu sendirian. Akhirnya ia meminta bantuan dengan cara berteriak minta tolong.
Tak lama, dua lelaki lain datang dan menghampiri mereka. Secara bersamaan, mereka akhirnya mampu menyeret perempuan tersebut ke tepi pantai yang lebih aman.
"Saya pikir dia seorang pahlawan. Jika tidak ada yang datang hari itu, wanita tersebut akan menyerah dalam melawan ombak," kata Jeff Huntze selaku Kepala Batalyon dari Otoritas Pemadam Kebakaran North Country.
Berita Terkait
-
Punya Ukuran Lebih Imut, Drone DJI Mini 2 Bisa Disimpan di Tas
-
Buntut Drone Jatuh di Borobudur, Balai Konservasi Evaluasi Izin Terbang
-
Drone Jatuh di Borobudur, TWC: Tak Ada Izin ke Kami
-
BRUUK! Drone Jatuh di Candi Borobudur, Tuai Banyak Protes Bisa Merusak
-
Drone Jatuh Menimpa Candi Borobudur, Pengelola Diminta Klarifikasi
Terpopuler
- Parfum Paling Wangi Rasa Apa? Ini 5 Rekomendasi Aroma yang Populer
- 5 Rekomendasi Lipstik Wardah untuk Usia 40-an yang Elegan, Nyaman di Bibir dan Awet
- 5 HP Samsung Galaxy A Series Termurah: Layar Super AMOLED, 5G hingga NFC
- Pesaing Vario 125 dari Yamaha, Tampang Bernuansa R1M
- 5 Parfum Wanita Terbaik untuk Acara Malam, Wanginya Elegan dan Memikat
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Menunggu 22 Tahun Hingga Hamil di Usia 45: Kisah Nyata Perjuangan Bayi Tabung yang Menginspirasi
-
Euforia Piala Dunia 2026 Tak Cukup Selamatkan Ekonomi Meksiko: Stadion Penuh, Pemasukan Lesu
-
KPK Tolak Laporan Menhut Raja Juli Kembalikan Amplop Bupati Kuansing
-
Jejak Brutal MYF: Pembacok Samurai di Lumajang yang Ternyata Predator Pemerkosa Driver Ojol
-
Detik-detik Kakek Saniman Terhantam CBR Saat Putar Balik di Watudakon Jombang
-
Jika Argentina Juara, Benarkah Dinasti Baru Sepak Bola Dunia Resmi Dimulai?
-
Deschamps Akui Prancis dan Inggris Sama-sama Ogah Main, tapi Tetap Serius Bidik Tempat Ketiga
-
Pulau Panggang Krisis BBM, Nelayan Terancam Tak Bisa Melaut
-
Misteri Pembunuhan di Ruangan Tertutup dalam Novel Everything Becomes F
-
Panut Rilis Buku Otobiografi, Tegaskan Komitmen Kawal Benteng Hijau Sumatra