Suara.com - Ribuan tahun lalu, orang-orang menggunakan benda-benda perunggu seperti cincin leher, bilah kapak, dan batang pipih melengkung yang disebut tulang rusuk sebagai jenis mata uang prasejarah, menjadikannya bentuk uang tertua yang diketahui di dunia.
Para arkeolog baru-baru ini menganalisis lebih dari 5.000 artefak logam kuno yang berasal dari Zaman Perunggu awal (2150 SM hingga 1700 SM) dari sekitar 100 tempat penyimpanan di Eropa Tengah.
Tim ahli menemukan tumpukan benda serupa, mencakup tulang rusuk dan cincin atau bilah yang ukuran dan beratnya hampir sama.
Keseragaman relatif ini menunjukkan bahwa item tersebut mewakili standar nilai yang diakui dan digunakan sebagai bentuk awal penggunaan uang sejauh utara Skandinavia.
Untuk dianggap sebagai uang, suatu benda kuno pasti telah diproduksi dalam jumlah besar, digunakan untuk pertukaran, dan memiliki standar dalam beberapa hal seperti penampilan atau berat.
"Orang-orang memperdagangkan objek untuk nilainya sebelum Zaman Perunggu," kata Maikal Kuijpers, asisten profesor arkeologi di Universitas Leiden, Belanda, seperti dikutip dari Live Science pada Sabtu (23/1/2021).
Sementara dalam uang modern, denominasi koin dan mata uang kertas diproduksi secara massal sehingga hampir identik.
Sebagai perbandingan, cincin, tulang rusuk, dan kapak Zaman Perunggu yang ditinjau untuk penelitian ini kurang seragam.
Tetapi karena peradaban pada saat itu mendahului sistem penimbangan yang canggih, orang-orang kuno kemungkinan besar memperkirakan berat suatu benda berdasarkan seberapa berat (atau seberapa ringan) benda tersebut di tangan mereka.
Baca Juga: Gunakan Perbesaran Mikroskop, Terungkap Rahasia Tersembunyi Artefak Kuno
Dengan kata lain, berat yang tepat dari sebuah objek tidak penting selama objek itu "terlihat identik".
Kuijpers dan tim arkeolog lainnya mengumpulkan 2.639 cincin, 1.780 tulang rusuk, dan 609 bilah kapak.
Para ahli secara statistik membandingkan bobot menggunakan metode yang didasarkan pada psikofisika, sebuah bidang psikologi yang mengukur bagaimana kita memandang berat dan faktor lain dengan indra.
Perhitungan tim arkeolog mengungkapkan bahwa sebuah benda dengan berat antara 176 dan 217 gram akan dianggap sama beratnya dengan benda seberat 196 gram.
Selain menawarkan sekilas tentang transaksi era Zaman Perunggu, temuan yang telah dipublikasikan di jurnal PLOS One pada 20 Januari ini juga menimbulkan pertanyaan tentang evolusi kecerdasan manusia dan kemampuan pemecahan masalah bagaimana manusia zaman dulu berpikir tentang hal seperti sistem penimbangan.
Berita Terkait
-
Apa Saja Koleksi Langka di Museum Bagawanta Bhari? Dijarah Pas Demo 30 Agustus 2025
-
Ulasan Novel 7 Divisi: Melunakkan alam, ego, dan hati
-
Balita Temukan Artefak 3.800 Tahun, Ternyata Punya Kaitan dengan Kisah di Alkitab
-
Harta Karun Zaman Besi Ditemukan di Inggris, Bernilai Rp 5,4 Miliar!
-
Terbakar dan Terkubur di Ladang, 800 Artefak Zaman Besi Ini Bikin Arkeolog Terkejut!
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Waspada! Modus Baru Judi Online Pakai QRIS, Deposit Rp5.000 Sasar Anak-anak
-
Geledah Kantor Imigrasi Jakpus dan Jaksel, KPK Sita 8.500 Dolar Singapura Terkait Kasus Silmy Karim
-
BPS: Pengangguran Sumsel Naik Jadi 3,60 Persen, Pertanian Tetap Serap Terbanyak
-
M3GAN: Perpaduan Unik Horor Fiksi Ilmiah dan Komedi Satire yang Cerdas!
-
Hakim Kabulkan 5 Saksi, Nadiem Optimistis Menang Banding
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Kita Tak Kekurangan Program Lingkungan, Kita Kekurangan Kebiasaan
-
AS Lipat Gandakan Produksi Komponen Interseptor Rudal PAC-3 dan THAAD
-
Persoalkan Uang Pengganti Rp809 Miliar, Nadiem Minta Hakim Banding Batalkan Vonis 10 Tahun
-
Koalisi Sipil Minta Audiensi dengan DPR, Desak Putusan MK soal MBG Segera Dieksekusi