Suara.com - Laptop yang disediakan pemerintah Inggris untuk sekolah dalam upaya mendukung anak-anak yang belajar di rumah selama pandemi virus Corona (Covid-19) ternyata mengandung spyware atau perangkat pengintai.
Perangkat pengintai merupakan istilah teknologi informasi yang mengacu kepada salah satu bentuk program berbahaya yang memasang dirinya sendiri ke dalam sistem untuk mencuri data pengguna atau merusak sistem pengguna.
Guru dari sekolah Bradford berbagi rincian tentang file mencurigakan yang ditemukan di perangkat yang tampaknya mencoba terhubung dengan server Rusia.
"Ditemukan sejumlah laptop terinfeksi worm jaringan yang menyebar sendiri," kata seorang guru yang tak diketahui identitasnya, seperti dikutip dari Independent pada Sabtu (23/1/2021).
Menurut postingan forum, laptop yang menjalankan sistem operasi Microsoft Windows berisi Gamarue.1, sebuah computer worm yang pertama kali diidentifikasi pada tahun 2021 dan digunakan untuk mengontrol, merekrut, dan menginfeksi komputer lain.
Salah satu botnet atau robot network (sekumpulan program yang saling terhubung melalui internet yang berkomunikasi dengan program-program sejenis untuk melakukan tugas tertentu) tersebut dihapus pada tahun 2017 dan pernah membobol lebih dari dua juta komputer.
"Kami menyadari adanya masalah dengan sejumlah kecil perangkat dan kami sedang menyelidiki sebagai prioritas mendesak untuk menyelesaikan masalah tersebut secepat mungkin. Tim DfE IT menghubungi mereka yang telah melaporkan masalah ini," kata seorang pejabat Departemen Pendidikan kepada BBC.
Seorang guru mengatakan bahwa sekitar 20 persen dari komputer yang telah dikirim memiliki virus dan administrator TI merekomendasikan agar jaringan tersebut diperiksa sebagai tindakan pencegahan tambahan.
Pemerintah diketahui telah mengirim lebih dari 800.000 laptop ke sekolah untuk membantu anak-anak yang tidak mampu secara finansial mendapatkan dukungan belajar, tetapi banyak kritikan masuk mengenai kualitas laptop dan pendistribusiannya.
Baca Juga: Laptop Layar Ganda, Asus ROG Zephyrus Duo 15 SE Meluncur di CES 2021
Seorang kepala sekolah mengatakan kepada The Independent bahwa ia tidak diizinkan untuk memesan satu laptop pun untuk sekolahnya sejak aturan lockdown baru di Inggris, meski sistem online mengatakan ia akan mendapatkannya secepat mungkin.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Jalan Rusak Parah, Warga Kulon Progo Pasang Spanduk Protes: 'Ini Jalan atau Cobaan?'
- Resmi Gabung Persib, Bojan Hodak Ungkap Jadwal Latihan Kurzawa dan Kedatangan Markx
Pilihan
-
MSCI Melihat 'Bandit' di Pasar Saham RI?
-
Harga Emas di Palembang Nyaris Rp17 Juta per Suku, Warga Menunda Membeli
-
IHSG Anjlok Hampir 8 Persen Gegara MSCI, BEI: Kita Melakukan Segala Effort
-
IHSG Anjlok 7 Persen Usai MSCI Soroti Transparansi dan Likuiditas Saham RI, BEI Buka Suara
-
IHSG Ambruk Hampir 8 Persen
Terkini
-
GoTo Perkenalkan Empat Inisiatif Baru untuk Perkuat Kesejahteraan Mitra Driver
-
Ubisoft Lakukan PHK Massal, 6 Proyek Game Besar Dibatalkan
-
7 Rekomendasi HP Memori 512 GB Paling Murah, Storage Lega Tanpa Takut Penuh
-
Xiaomi Pad 8 Kantongi Sertifikasi Komdigi, Harga Xiaomi Pad 7 Makin Murah
-
Fujifilm instax mini Evo Cinema dan instax mini Link+, Paduan Kamera Digital, Film Klasik, dan Video
-
Kapan MPL ID Season 17 Dimulai? Ini Jadwal dan Tim yang akan Bertanding
-
Siap Rilis, Konfigurasi Memori Xiaomi 17 Versi Global Bocor ke Publik
-
7 Rekomendasi HP Layar AMOLED Murah 2026, Tampilan Jernih Mulai Rp1 Jutaan
-
5 Rekomendasi HP Android Harga Murah Rp2 Jutaan Tahan Dipakai 5 Tahun Lebih
-
5 Rekomendasi HP Murah Harga 2 Jutaan Bisa Rekam Video 4K