Suara.com - Sesar Lembang, tidak lagi jadi satu nama asing di telinga warga Jawa Barat bahkan saat ini sedang hangat dibicarakan karena masyarakat khawatir. Agar lebih paham dan tidak resah, simak fakta-fakta Sesar Lembang berikut ini.
Patahan lempeng bumi yang aktif bergerak, yang berada di Kecamatan Lembang, ini kembali menjadi bahasan hangat akibat beberapa gempa yang terjadi di wilayah Indonesia. Mengingat Sesar Lembang sendiri masih memiliki potensi pergerakan.
Tak heran jika warga sontak waspada mendengar desas-desus pergerakan besar yang terjadi. Tapi tahukah Anda ada fakta-fakta Sesar Lembang yang menarik untuk diketahui?
1. Patahan dengan Panjang 29 Kilometer
Menjadi salah satu patahan di pulau Jawa yang cukup panjang, Sesar Lembang membentang dari wilayah Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat hingga ke wilayah Jatinangor.
Patahan ini juga bertemu dengan Sesar Cimandiri, sehingga membuat resiko dampak yang ditimbulkan menjadi lebih besar dan merugikan warga sekitar ketika aktif. Otomatis dengan panjang mencapai 29 kilometer, area yang terdampak juga cukup besar.
2. Pergerakan yang Cepat, Potensi Gempa Magnitudo Besar
Awalnya, Sesar Lembang sendiri diprediksi akan memiliki kecepatan gerak antara 2 sampai 4 milimeter per tahun. Prediksi ini muncul tahun 2011 lalu, dengan berdasarkan pada fakta yang sudah ditemukan di lapangan.
Namun belakangan angka ini naik cukup besar, yakni pada titik 3 sampai 5 milimeter per tahunnya.
Baca Juga: Geger Jawa Bakal Diguncang Gempa Besar Sesar Lembang, Benarkah?
Otomatis, dengan kecepatan yang bertambah, potensi terjadinya gempa dengan skala besar juga meningkat. Setidaknya gempa yang ditimbulkan Sesar Lembang bisa mencapai 6,5 hingga 7 skala Richter.
3. Kabar Mengenai Potensi Gempa Besar 2021
Banyak orang yang berspekulasi, kejadian yang belakangan ini terjadi pada Sesar Lembang adalah pertanda bahwa akan ada pelepasan energi besar pada patahan tersebut. Meski demikian, secara resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyatakan bahwa hal ini tidak akan terjadi.
Menurut pengamatan yang dilakukan sejak 2017 silam, Sesar Lembang cenderung stabil dan belum menunjukkan aktivitas kegempaan. Jika dilihat kebelakang, bahkan gempa bumi besar yang diakibatkan oleh pergerakan patahan ini terjadi jauh pada tahun 1600-an.
4. Resiko Amplifikasi, bukan Likuifaksi
Jika pada beberapa daerah yang dilanda gempa mengalami likuifaksi, maka pada Sesar Lembang sendiri resiko ini terbilang kecil. Pasalnya, sifat permukaan tanah di area tersebut berbeda (dengan Palu dan sekitarnya), sehingga resiko yang muncul justru adalah amplifikasi.
Hal ini disebabkan karena karakter tanah lempung yang mendominasi area Lembang dan sekitarnya, sehingga gempa yang mungkin terjadi efeknya akan terasa lebih besar di area permukaan.
Hingga saat ini sendiri, Sesar Lembang memang belum menunjukkan pergerakan masif yang dapat beresiko bagi masyarakat sekitar. Namun demikian mengingat kondisi curah hujan yang tengah meningkat, agaknya kewaspadaan terkait isu pergerakan tanah seperti ini harus ditingkatkan.
Fakta-fakta Sesar Lembang di atas semoga bisa jadi tambahan pengetahuan berguna, dan membuat Anda semua semakin sadar dengan isu sejenis.
Kontributor : I Made Rendika Ardian
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Indosat HiFi Air Resmi Hadir, Internet Rumah Tanpa Kabel Bisa Dibawa Mudik dan Langsung Aktif
-
27 Kode Redeem FF 27 Februari 2026: Ada Skin SG2, Angelic, Hingga Bundle Jujutsu Kaisen
-
25 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 27 Februari 2026: Klaim Pemain OVR 117 dan Ribuan Gems Gratis
-
realme 16 Series 5G Bawa 21 Classic Tone ala Kamera Profesional dan Fitur NEXT AI Photography
-
4 Smartwatch yang Ada Pengingat Salatnya, Harga Terjangkau Mulai Rp200 Ribuan
-
Harga Sewa iPhone Jelang Lebaran 2026, Modal Rp300 Ribu Bisa Bawa 15 Pro Max saat Mudik
-
HP Tahan Banting Merek Apa? Ini 6 HP dengan Material Solid untuk Jangka Panjang
-
Lonjakan Trafik Ramadan 2026, XLSMART Siapkan Jaringan dan Paket Data XL, AXIS, hingga XL SATU
-
Teknologi Grab Indonesia 2026: Algoritma, Big Data, dan 3,7 Juta Mitra Penggerak Ekonomi Digital
-
Kolaborasi Jadi Strategi Besar Dorong Ekosistem Esports Indonesia Makin Kompetitif di 2026