- Kolaborasi Evos dan Pop Mie memasuki tahun kedelapan dengan fokus ekspansi ekosistem esports dari kampus hingga komunitas daerah.
- Pada tahun 2026, program Campus Gaming Ground diperluas untuk menjangkau lebih banyak universitas di luar Jakarta.
- Kemitraan ini juga meliputi penyelenggaraan turnamen komunitas di kota-kota strategis untuk memperkuat jalur regenerasi talenta.
Suara.com - Di tengah pertumbuhan industri esports yang kian agresif, kolaborasi antara Evos dan Pop Mie memasuki tahun ke-8 dengan ambisi yang lebih tajam yakni memperluas fondasi ekosistem esports Indonesia dari level kampus hingga komunitas daerah.
Bukan sekadar kerja sama brand dan tim esports, kemitraan ini berkembang menjadi strategi jangka panjang untuk memperkuat jalur regenerasi talenta muda.
Managing Director Evos, Chaya Wahyuni Kusuma, menekankan bahwa kemitraan ini bukan relasi jangka pendek.
“Ini bukan hanya hubungan bisnis, tetapi perjalanan tanpa batas, seperti simbol infinity dalam angka delapan. Kami ingin dampaknya benar-benar terasa bagi EVOS Fams dan komunitas esports Indonesia,” ujarnya.
Fokus 2026: Kampus dan Komunitas Jadi Mesin Regenerasi Pemain
Selama delapan tahun terakhir, program seperti Pop Mie Campus Gaming Ground menjadi salah satu tulang punggung aktivasi offline. Program ini telah menyambangi sejumlah kampus besar seperti Universitas Indonesia, UPN Veteran Jakarta, Universitas Esa Unggul, Universitas Mercu Buana, Universitas Muhammadiyah Tangerang, hingga Universitas Budi Luhur.
Namun pada 2026, skalanya diperluas. Campus Gaming Ground akan menjangkau lebih banyak universitas di luar Jakarta, membawa format yang lebih kompetitif: turnamen esports antar mahasiswa, talkshow industri, meet & greet roster EVOS, hingga ruang networking komunitas.
Langkah ini dinilai penting di tengah ketatnya persaingan skena esports nasional, terutama pada game mobile dan PC kompetitif yang kini menjadi jalur karier baru generasi muda.
Senior Brand Manager Pop Mie, Antonius Pandu, menyebut kolaborasi ini sebagai investasi terhadap ekosistem.
Baca Juga: Siapa Roster EVOS di MPL ID Season 17? Transfer Anyar, Ada Bocoran Nama Baru
“Ini bukan sekadar pencapaian, tapi komitmen jangka panjang untuk komunitas gaming,” tegasnya.
Turnamen Komunitas Daerah: Dari Nongkrong Jadi Prestasi
Tak hanya kampus, 2026 juga menjadi momentum ekspansi ke kota-kota dengan basis komunitas esports aktif. Evos dan Pop Mie menyiapkan turnamen komunitas di sejumlah kota strategis sebagai ruang kompetitif sekaligus wadah interaksi gamer lokal.
Pendekatan ini menarik, karena menyasar kultur nongkrong gamer yang selama ini identik dengan permainan kasual, lalu diarahkan menjadi ruang yang lebih produktif dan berorientasi prestasi.
Model aktivasi ini berpotensi memperkuat pipeline pemain grassroots dari komunitas lokal menuju panggung profesional.
Kolaborasi Kreatif: Sentuhan Arkiv Vilmansa
Sebagai bagian dari perayaan delapan tahun, Evos dan Pop Mie juga menggandeng seniman lokal Arkiv Vilmansa untuk merancang merchandise eksklusif berupa hoodie dengan karakter khas masing-masing brand.
Meski bukan fokus utama pada sisi kompetitif, pendekatan lifestyle ini memperlihatkan bagaimana esports kini telah berkembang menjadi kultur pop yang melampaui sekadar turnamen.
Evos menegaskan bahwa konsistensi adalah kunci di tengah industri yang sangat dinamis. Dengan penetrasi ke kampus dan komunitas daerah, strategi ini bisa menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan talenta esports Indonesia.
“Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi yang relevan dan menginspirasi, sehingga generasi muda esports Indonesia dapat berkembang dan berprestasi. Kami akan terus berkolaborasi dan membuka lebih banyak kesempatan bagi gamer untuk meraih mimpi mereka bersama Evos,” tutup Chaya.
Berita Terkait
-
Jadwal M7 Mobile Legends Hari Ini: AE Bertarung Demi Tiket Final, ONIC Main Jam Berapa?
-
Jadwal M7 Mobile Legends Knockout Terbaru: AE di Upper, ONIC Cuma Punya 1 Nyawa
-
5 Tim Raih Tiket Knockout M7 Mobile Legends: Ada Alter Ego, SRG, dan TLPH
-
Jadwal M7 MLBB Terbaru: ONIC Main Jam Berapa Hari Ini? Penentuan ke Knockout
-
Jadwal M7 MLBB Terbaru: ONIC Main Jam Berapa Hari Ini? Wajib Menang agar Bertahan
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Teknologi Grab Indonesia 2026: Algoritma, Big Data, dan 3,7 Juta Mitra Penggerak Ekonomi Digital
-
21 Kode Redeem FC Mobile 27 Februari 2026, Banjir Gems dan Pemain OVR 117
-
29 Kode Redeem FF 27 Februari 2026, Klaim Gloo Wall Ramadan dan Bocoran Inkubator 3-in-1
-
Terpopuler: 5 Pilihan Merek HP Awet, Harga Samsung Galaxy S26 Series di Indonesia
-
Trending di Steam, Sea of Remnants Bakal Menjadi Game RPG Gratis Tahun Ini
-
67 Kode Redeem FF Terbaru Aktif 26 Februari: Sikat Skin Trogon dan Mythos Fist
-
350 Kg Sampah Elektronik Dikumpulkan, LG Gaungkan Gerakan Daur Ulang E-Waste di Indonesia
-
Menanti THR MLBB 2026: Ini Hadiah dan Potensi Skin Gratisnya
-
Samsung Galaxy Buds4 Pro Resmi, Ini Harga dan Spesifikasi Earbuds ANC 24-bit di Indonesia
-
Game Silent Hill: Townfall Hadirkan Horor First-Person yang Mencekam di 2026