Pelayanan, seperti makanan, pakaian, mobil dan pemanas, juga berkembang, "jadi (S) juga tidak bisa nol," katanya.
"Namun, energi yang dibutuhkan untuk setiap layanan semakin berkurang berkat kemajuan teknologi, seperti bola lampu LED," kata Gates.
Dia menambahkan, teknologi yang berkembang, termasuk tenaga surya dan angin, mengurangi emisi karbon.
"Singkatnya, kita membutuhkan keajaiban energi untuk mencapai emisi karbon dioksida nol. Tetapi dunia masih jauh dari mencapai nol baik untuk energi maupun emisi karbon," katanya.
Mann berkata bahwa dia sangat tidak setuju.
"Dia melakukan ketidakadilan terhadap terobosan yang sangat dramatis yang dibuat oleh energi terbarukan dan efisiensi energi," kata Mann, meskipun dia menambahkan bahwa beberapa perkembangan cukup baru.
Misalnya, para ilmuwan di Universitas Stanford di California telah meninjau sejawat, penelitian yang diterbitkan (jenis penelitian yang paling dihormati) yang memiliki garis besar yang sangat kredibel tentang bagaimana kita dapat mencapai 100 persen pembangkit energi nonkarbon pada 2050.
"Daerah yang berbeda akan membutuhkan strategi yang berbeda, tetapi campuran energi terbarukan - seperti angin, matahari dan panas bumi - dapat membantu menurunkan emisi energi secara substansial," pungkas Mann.
Berita Terkait
-
Jabat Langsung Hadapi Pandemi, Menkes Budi Curhat Ingat Ucapan Bill Gates
-
Eco-Anxiety, Gangguan Kecemasan akibat Perubahan Iklim
-
Mengenal Eco-Anxiety, Kecemasan akibat Perubahan Iklim
-
Peringatan! Hutan Amazon Akan Hilang pada 2064
-
Waduh! Penurunan Tanah Akan Pengaruhi 19 Persen Populasi Dunia pada 2040
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Catatan Kritis Pukat UGM soal RUU Perampasan Aset: Ancaman Macan Kertas hingga Korupsi Aparat
-
Kepung Senayan 7 September Nanti, 8.000 PPPK Non-Guru Banten Bersiap Gelar Aksi Demonstrasi
-
Sengketa SD Islam Pembangunan, Yayasan: Itu Bukan Tanah Milik Negara!
-
Pemkab Bogor Pastikan Layanan Masyarakat Tetap Prima di Tengah Proses Hukum KPK
-
Real Madrid Foundation Bagi Ilmu, Pelatih Indonesia Belajar Pembinaan Usia Muda
-
Usai Bappenda dan BKPSDM, Kini Giliran Disdik Bogor Digeledah KPK
-
Kerja HR Makin Efisien, Cari Kandidat Tepat Tak Lagi Ribet
-
Cerita Heroik Warga Hadang Massa, Cegah Halte Petamburan Dibakar
-
Sincerely, Estafet Karya Legenda Jepang Haruomi Hosono Setelah Note of Mothership di Album ke-23
-
Ajarkan Anak Soal Uang Sejak Dini, Mulai dari Bedakan Kebutuhan dan Keinginan