Suara.com - Penelitian terbaru dipublikasikan di jurnal Science menunjukkan bahwa tanah yang tenggelam atau penurunan permukaan tanah, dapat mempengaruhi 8 persen permukaan tanah secara global dan 19 persen populasi dunia pada 2040.
Penurunan tanah dipicu oleh proses seperti penipisan air tanah dan menyebabkan tenggelamnya sebagian besar tanah, secara bertahap selama berbulan-bulan dan bertahun-tahun.
Hal ini dapat menimbulkan dampak berbahaya, seperti peningkatan risiko banjir, menyebabkan rekatan di area yang terkena dampak, merusak bangunan dan infrastruktur, dan secara permanen mengurangi kapasitas akuifer.
Selain itu, permintaan air tanah di masa mendatang diperkirakan akan meningkat karena pertumbuhan penduduk dan ekonomi yang semakin parah.
Penurunan permukaan tanah juga dapat diperburuk oleh perubahan iklim karena curah hujan dan kekeringan yang sering terjadi serta peningkatan evapotranspirasi.
Para ilmuwan menganalisis dengan meninjau sistemik skala besar tentang penurunan permukaan tanah di seluruh dunia. Tim ahli menemukan bahwa penurunan permukaan tanah yang disebabkan oleh penipisan air tanah terjadi di 200 lokasi di lebih dari 34 negara.
Tingkat penurunan permukaan tanah di Meksiko termasuk yang tertinggi di dunia, sebanyak 30 sentimeter per tahun. Penurunan permukaan tanah di Dataran Sungai Po juga mengancam 30 persen populasi Italia karena banjir.
Iran memiliki beberapa kota yang paling cepat tenggelam dengan penurunan hingga 25 sentimeter per tahun karena pemompaan air tanah yang tidak diatur.
Pada abad yang lalu, Tokyo juga mengalami penurunan permukaan tanah sebanyak 4 meter dan Central Valley, California, mengalami penurunan 9 meter.
Baca Juga: Sering Diabaikan, Dampak Perubahan Iklim Terlihat di Danau Terbesar Dunia
Di Indonesia sendiri, Jakarta dilaporkan juga telah mengalami penurunan permukaan tanah yang parah sehingga pemerintah berencana memindahkan ibu kota ke Kalimantan.
Dilansir dari IFL Science, Jumat (1/1/2021), para ilmuwan mengusulkan model global yang diklaim dapat memprediksi kerentanan penurunan permukaan tanah global pada resolusi 1 kilometer persegi.
Hal ini dilakukan melalui analisis statistik litologi (karakteristik fisik batuan), kemiringan permukaan tanah, tutupan lahan, dan kelas iklim Koppen-Geiger.
Model ini juga memperkirakan kemungkinan penipisan air tanah, mengidentifikasi area di bawah tekanan air atau dengan permintaan air tanah yang tinggi.
Hasil pemodelan menunjukkan 12 juta kilometer persegi dari permukaan tanah global berpotensi terancam oleh penurunan permukaan tanah.
Kawasan yang berisiko berada di sekitar perkotaan padat dan kawasan irigasi. Lebih dari 2,2 juta kilometer persegi dianggap berisiko tinggi atau sangat tinggi. Daerah ini menampung sekitar 1,2 miliar orang atau 19 persen dari populasi global.
Berita Terkait
-
Keren! Permainan Edukatif Ini Ajarkan Anak Tentang Perubahan Iklim
-
Edukasi Perubahan Iklim, Universitas Indonesia Bikin Permainan Interaktif
-
Ilmuwan Sebut Mikroba Mungkin Bisa Hidup di Bawah Permukaan Mars
-
Duh! Perubahan Iklim Berpotensi Bangkitkan Kembali Mikroba Kuno
-
Berusia 81 Tahun, Hewan Ini Dapat Gelar Ikan Terumbu Tertua di Dunia
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
5 HP Gaming Rp2 Jutaan dengan RAM Besar dan Baterai Jumbo Menurut Review
-
Sony Luncurkan 1000X THE COLLEXION dengan Audio Premium dan Noise Cancelling Generasi Terbaru
-
Poco F8 Ultra Kembali Ready Stock, Usung Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan Performa Gaming Kelas Konsol
-
Kaspersky Ungkap Malware Argamal yang Menyamar dalam Game Dewasa, Hacker Bisa Kuasai Komputer Korban
-
Punya Uang Rp1,2 Juta Dapat HP Apa? Ini 5 Pilihan dengan Performa Terbaik Juni 2026
-
Microsoft Perluas Literasi AI di Indonesia, 50 Ribu Peserta Kantongi Sertifikasi Kecerdasan Buatan
-
Samsung Konfirmasi Exynos 2700, Siap Jadi Otak Galaxy S27 dan Tantang Snapdragon Generasi Terbaru
-
Startup Singapura Luncurkan Platform AI untuk UMKM Indonesia, Bantu Brand Kuasai Pencarian Google
-
Bujet Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan Review Memuaskan
-
45 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Juni 2026: Tahan Puzzle Messi Demi Pemain OVR 118