Telegram. [Thomas Ulrich/Pixabay]
Suara.com - Pengguna Telegram dapat menyesuaikan obrolan sesuai keinginan dengan mengubah tema, latar belakang, dan pengaturan obrolan sehingga pengalaman menggunakan aplikasi perpesanan menjadi lebih berwarna.
Dilansir dari Android Central, Selasa (2/2/2021), berikut ini cara mengubah tema dan pengaturan obrolan di Telegram:
- Buka aplikasi Telegram di ponsel.
- Ketuk ikon menu di sudut kanan atas.
- Klik menu Pengaturan.
- Klik opsi Pengaturan Obrolan (Chat Settings). Lewat opsi ini, pengguna dapat menyesuaikan hampir setiap fitur desain obrolan, termasuk ukuran teks, bentuk gelembung chat, hingga warna.
- Ketuk opsi Ubah Latar Belakang Obrolan (Change Chat Background).
- Gulir melalui opsi Latar Belakang Obrolan yang tersedia. Pengguna dapat mengubah Latar Belakang Obrolan sendiri dengan mengklik opsi Select from Gallery atau cukup pilih Set a Color.
- Pilih latar belakang kesukaan pengguna.
- Ketuk menu Blurred atau Motion untuk mengubah efek Latar Belakang Obrolan.
- Klik Set Background untuk mengonfimasi pilihan.
- Kembali pada menu Pengaturan Obrolan, klik salah satu tema warna di carousel. Ini akan mengubah keseluruhan tampilan dan nuansa aplikasi itu sendiri.
- Ketuk salah satu titik berwarna di bawah tema warna untuk mengubah representasi visual gelembung chat.
- Gulir ke bawah pada menu Pengaturan Obrolan untuk mengaktifkan fitur seperti Mode Malam Otomatis dan Aktifkan Animasi.
- Ketuk menu tiga titik di sudut kanan atas untuk membuat tema baru atau setel ulang aplikasi ke keadaan default.
Aplikasi perpesanan seperti Telegram juga dapat disesuaikan dan berfungsi seperti jejaring sosial alternatif dengan saluran pribadi hingga stiker khusus.
Seperti yang diketahui, jutaan pengguna telah ramai-ramai bermigrasi dari aplikasi perpesanan lain seperti WhatsApp ke Signal dan Telegram karena isu berbagi data.
Komentar
Berita Terkait
-
Puluhan Juta Pengguna Baru Menyerbu Telegram, Terbanyak dari Asia
-
Telegram Terima Puluhan Juta Pengguna Baru, Terbanyak dari Asia
-
WhatsApp Umumkan Kebijakan Privasi, Telegram Catatkan 25 Juta Pengguna Baru
-
Bukan Telegram, Masyarakat Turki Beralih dari WhatsApp ke Aplikasi Ini
-
Singgung Kebijakan Baru WhatsApp, CEO Telegram Beri Sindiran Menohok
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran
-
Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija
-
Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger
-
Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League
-
Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa
-
Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara
-
Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU
-
Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum
-
Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok
-
Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan