Suara.com - Belajar online di tengah pandemi virus Corona (Covid-19) memiliki kisah sendiri, mulai dari sulitnya pemahaman materi hingga kisah lucu, seperti yang dialami seorang warganet baru-baru ini.
Dalam ceritanya yang diunggah melalui akun base Twitter @schfess pada 15 Februari, warganet mengaku dikira sebagai guru oleh teman satu kelasnya selama masa pembelajaran daring berlangsung.
Awalnya, warganet yang tak diketahui identitasnya ini mengaku bingung karena temannya selalu menggunakan bahasa sopan ketika mengirim pesan atau chat kepadanya.
"Aku kira kenapa temen aku setiap chat sopan banget ternyata selama ini aku dikira guru," tulis warganet dalam kolom keterangannya.
Bahkan, dalam gambar tangkapan layar berisi pesan WhatsApp yang diunggahnya, temannya itu juga memanggilnya dengan sebutan "bu" yang mengacu pada "bu guru".
Dalam pesan tersebut, setelah warganet mengirim gambar soal latihan, temannya berterima kasih seraya memanggilnya "bu".
Kemungkinan besar warganet ini masih kelas 1 SMP atau SMA sehingga belum mengenal dan bertemu dengan teman-teman satu kelasnya secara langsung.
Unggahan yang telah dibagikan sebanyak lebih dari 168 kali ke sesama pengguna Twitter itu pun menuai beragam komentar. Menariknya, ternyata banyak warganet yang juga mengalami hal serupa.
"Wkwk pasti ini masih kelas 7 atau kelas 10," tulis akun @mengbetina.
Baca Juga: Pandemi Covid-19, Siswa Belajar Online di Banyumas Hanya 70%
"Aku juga pernah, tapi dikira temenku aku dosen. Udah curhat jujur pengen menyerah pake bahasa yang sopan dan panggil bu, minta solusi ini itu. Mau ngakak tapi kasian hahaha," ungkap @non_ayaa.
"Kalau aku malah guruku mengira aku adalah guru," tambah @ambisbmptn.
"Sama banget, temenku ngira aku guru karena aku yang jawab di grup kelas gitu," komentar @yourmusuh.
"Gara-gara coroncess jadi nggak kenal temen sekelas karena nggak pernah ketemu ya wkwk," cuit @RMifda_w1.
Berita Terkait
-
Tega Banget! Ditipu Pembeli Nenek Ini Bukan Dikasih Uang tapi Kertas Bekas
-
Viral Harga Durian Seharga Rp 7 Juta. Ternyata Ini Keistimewaannya!
-
Diterpa Banjir, Penampakan Tenda Pernikahan Ini Bikin Nyesek
-
Viral Aksi Bongkar e-KTP, Warganet: Kalau Isinya Wortel Namanya Risol
-
Jumlah Anak Bisa Baca Naik, Belajar Online Lebih Efektif?
Terpopuler
- Singapura Diguncang Gelombang Protes Rakyatnya, Buntut Rencana Penggundulan Hutan untuk Perumahan
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Pasukan GP Ansor Siap Tindak yang Ganggu Muktamar Ke-35 NU Jombang
-
Kudeta Niger Gagal, Pasukan Pemerintah Melumpuhkan Penyerang Pangkalan Niamey
-
Boni Hargens Soroti Pengangkatan Kapolri sebagai Anggota Kehormatan KSBSI: Bukan Sekadar Seremonial
-
Bukan Ex-Officio! Romli Atmasasmita Tegaskan Status Listyo Sigit di KSBSI Hanya Bentuk Apresiasi
-
Apa Itu Sistem AHWA? Cara Baru Pilih Ketua Umum PBNU di Muktamar NU ke-35 Tahun 2026
-
Muktamar ke-35 NU Diwarnai Aksi Protes, Gus Yahya: Saya Mohon
-
Presiden Prabowo Tutup Muktamar NU Ke-35 di Jombang, Senin Besok
-
Gus Ipul Pastikan Forum Muktamar NU Ke-35 Bebas Ubah Keputusan Organisasi
-
Review Film The Last Sunrise: Makna Kehidupan di Balik Senyum dan Air Mata
-
Jepang Kirim Pasukan Bela Diri Bantu Meredam Kebakaran Hutan Kalimantan