Tekno / Sains
Rabu, 03 Maret 2021 | 08:00 WIB
Bulan purnama terlihat di langit. [ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya]

Hujan meteor Gamma Normiid sudah aktif mulai 25 Februari hingga 28 Maret. Namun, waktu terbaik untuk mengamatinya adalah ketika puncak hujan meteor terjadi, yaitu pada 14 Maret 2021.

Pada puncaknya, diperkirakan sebanyak enam hingga 10 meteor akan terlihat setiap jam. Namun, pengamat hanya bisa melihatnya di kondisi lingkungan yang bebas polusi dan cahaya.

Dari langit Jakarta, hujan meteor akan muncul pada ketinggian 46 derajat di atas cakrawala.

Hujan meteor Gamma Normiid. [In the Sky]

Hujan meteor akan dimulai pada pukul 21:45 WIB saat titik pancarannya naik di atas ufuk timur dan akan tetap aktif sampai fajar menyingsing pada pukul 05:38 WIB.

Sementara itu, puncak hujan meteor diperkirakan terjadi pada pukul 23:00 WIB.

5. Bulan purnama

Bulan akan mencapai fase penuh pada 29 Maret mendatang. Pada saat ini dalam fase siklus bulanannya, Bulan terletak hampir tepat di seberang Matahari di langit Bumi, sehingga menempatkannya dalam posisi tinggi di atas cakrawala.

Tak hanya itu, Bulan purnama pada 29 Maret juga akan melakukan pendekatan terdekatnya dengan Bumi, yang disebut perigee.

Dengan kata lain, Bulan akan tampak sedikit lebih besar dan terang daripada waktu lainnya. Bulan purnama perigee seperti ini terjadi kira-kira sekali setiap 13 bulan.

Baca Juga: Semalam Tidur Kurang Nyenyak? Ternyata Pengaruh dari Bulan Purnama Lho...

Umumnya, urutan Bulan purnama sepanjang tahun sering diberi nama sesuai dengan musimnya. Bulan purnama ini akan menjadi yang pertama di musim semi 2021 sehingga disebut sebagai Egg Moon.

Bulan Purnama. [In the Sky]

Pada saat yang tepat ketika mencapai fase penuh, Bulan akan berada pada deklinasi +01°01' di konstelasi Virgo. Jaraknya dari Bumi akan menjadi 362.000 kilometer.

Load More