Suara.com - Mark Zuckerberg, CEO Facebook yang juga membawahi WhatsApp, rupanya juga menggunakan aplikasi pesan Signal yang belakangan disebut-sebut lebih aman karena menghargai privasi para penggunanya.
Informasi soal Zuckerberg menggunakan Signal diungkap oleh Dave Walker, seorang peneliti keamanan siber setelah meneliti data dari 533 juta pengguna Facebook yang baru saja bocor. Salah satu akun yang datanya bocor adalah milik Zuckerberg.
Termasuk dalam data yang bocor itu adalah alamat email serta nomor telepon pengguna. Berkat data-data inilah diketahui bahwa nomor ponsel Zuckerberg ternyata terdaftar di Signal.
"Mark Zuckerberg juga menghormati privasinya sendiri, dengan menggunakan aplikasi percakapan yang memiliki enkripsi end-to-end yang tidak dimiliki @facebook," jelas Walker dalam tweetnya, dikutip dari India Today, Selasa (6/4/2021).
"Ini adalah nomor yang terkait dengan akunnya dari kebocoran Facebook baru-baru ini," ungkap Walker sembari mengunggah foto kontak Zuckerberg yang bertuliskan 'Mark Zuckerberg is on Signal!'.
Beberapa bulan lalu, aplikasi Signal menjadi salah satu aplikasi populer pengganti WhatsApp yang dipromosikan CEO Tesla, Elon Musk melalui Twitter.
Signal mulai meroket lantaran banyak pengguna WhatsApp yang protes dengan kebijakan privasi baru untuk menghubungkan data percakapan dengan aplikasi induk mereka, Facebook.
WhatsApp kemudian buru-buru mengklarifikasi bahwa pembaruan itu hanya berlaku untuk akun WhatsApp Business dan WhatsApp Business API. Mereka juga akhirnya menunda pembaruan tersebut menjadi bulan Mei 2021.
Uniknya lagi Signal kini dipimpin oleh Bryan Acton, orang yang bersama Jan Koum mendirikan WhatsApp pada 2009 silam. Ia hengkang dari WhatsApp pada 2017 karena tak sepakat dengan kebijakan Facebook. Adapun Facebook membeli WhatsApp pada 2014.
Acton adalah salah satu orang yang paling menentang kebijakan Facebook untuk menjual data-data pengguna ke pengiklan. Ia bahkan berkali-kali menyerukan agar pengguna Facebook meninggalkan media sosial tersebut.
Berita Terkait
-
1 Miliar Pengguna WhatsApp Kini Pakai Passkey, Keamanan Akun Makin Diperkuat
-
Kenapa Akun WhatsApp Mendadak Diblokir? Meta Akui Ada Kesalahan Sistem Global
-
Banyak Keluhan Akun WhatsApp Diblokir Sepihak, Kemkomdigi Panggil Meta Minta Penjelasan
-
Waspada WhatsApp Kena 'Account in Review', Segera Atur Privasi Grup Biar Orang Asing Tak Bisa Add
-
Meta Business Agent Resmi Hadir di Indonesia, AI WhatsApp Bisa Jawab Chat hingga Bantu Jualan 24 Jam
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC
-
Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI
-
Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK
-
Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir
-
Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat
-
Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!
-
Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass
-
Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!
-
Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah
-
Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar