Suara.com - Satgas Penanganan COVID-19 Sumatra Barat mengungkapkan capaian vaksinasi untuk warga di provinsi itu, termasuk vaksin untuk orang lanjut usia (lansia), masih rendah hingga pertengahan April 2021 karena masyarakat percaya kabar hoaks.
"Kabar hoaks tentang vaksin Covid-19 ini berpengaruh besar pada capaian vaksinasi di Sumbar. Kita perlu mencari solusi terkait hal ini," kata Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Sumbar Jasman di padang, Sabtu (17/4/2021).
Ia merinci berdasarkan data Dinas Kesehatan Sumbar vaksinasi tahap pertama bagi lansia hingga pertengahan April baru terealisasi bagi 8.863 dari target 442.033 orang atau baru 2,01 persen. Sementara untuk vaksinasi tahap kedua lebih rendah, yaitu 3.570 orang, atau baru 0,81 persen.
Jasman mengatakan salah satu solusi yang bisa dilakukan adalah sosialisasi yang lebih masif pada masyarakat agar mereka tidak percaya kabar tidak benar terkait vaksin COVID-19.
"Sebelum memvaksin ada tahapan pemeriksaan kesehatan serta wawancara singkat yang dilakukan. Hal itu dilakukan untuk memastikan kondisi sebelum disuntik vaksin. Setelah penyuntikan juga ada jeda waktu untuk memastikan kondisi," katanya.
Ia menyebut dengan standar prosedur yang jelas dan terukur itu, vaksin COVID-19 aman untuk dilakukan, sehingga masyarakat tidak perlu merasa cemas.
"Gubernur, wakil gubernur dan sejumlah anggota forum komunikasi pimpinan daerah sudah divaksin tahap pertama dan kedua. Semua aman sampai sekarang," kata Jasman.
Selain vaksinasi untuk lansia, vaksinasi untuk petugas publik di Sumbar juga relatif masih rendah. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Sumbar, dari target 400.274 orang, capaian vaksinasi tahap pertama baru 93.830 orang atau 23,44 persen, sementara tahap kedua 49.751 orang atau 12,43 persen.
Jasman menjelaskan hanya capaian untuk SDM kesehatan yang jauh melebihi target. Untuk tahap pertama dari target 32.391 orang sudah tervaksinasi 38.538 orang atau 118,98 persen dan tahap kedua 35.454 orang atau 109,46 persen.
Baca Juga: Pakar Kesehatan Rekomendasikan Vaksinasi Saat Puasa, Ini Alasannya
Secara umum, total sasaran vaksinasi COVID-19 di Sumbar berjumlah 874.698 orang dengan capaian tahap pertama141.231 orang atau 16,14 persen sementara tahap kedua 88.775 orang atau 10,14 persen. [Antara]
Berita Terkait
-
BMKG NTT: Kabar Gempa Susulan Besar Pukul 09.00 WITA Hoaks, Jangan Percaya!
-
Puan Ungkap DPR Kerap Diterpa Hoaks: Dari Kutipan Palsu hingga Video Lama yang 'Diplintir'
-
Mendes Yandri Susanto Polisikan 73 Akun Medsos, Tak Terima Difitnah Lewat Video AI Deepfake
-
73 Akun Medsos Sebarkan Berita Bohong Soal Warung Desa Bakal Ditutup Gara-Gara Kopdes
-
Provokator Hoaks Harus Dikategorikan sebagai Musuh Negara
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo
-
Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan
-
Perempuan Belanda Ini Kritik Pedas Pemain Keturunan Indonesia, Ada Apa?
-
Dari Paskibraka hingga Penerjun, Prabowo Jamu Petugas Upacara HUT RI di Hambalang
-
PHR Zona 4 Perkuat Budaya HSSE, Keselamatan Kerja Jadi Prioritas Operasi Hulu Migas
-
Bukan Klaim! KPK Punya Bukti Kerugian Negara Rp622 Miliar di Kasus Korupsi Kuota Haji
-
Tak Hanya Muara Enim! KPK Temukan Pola Lobi BPK Demi WTP di PALI dan Empat Lawang
-
Kuota Internet Tak Lagi Hangus, Siapa yang Harus Menanggung Beban Biaya dan Kapasitas Jaringan?
-
Senjata Canggih Tak Cukup Jaga Kedaulatan RI! Ada 3 Hal yang Wajib Diperkuat Prabowo
-
Pelabuhan Diminta Seaman Bandara, DPR Dorong Pemisahan Kapal Barang dan Penumpang