Suara.com - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut Siklon Tropis Seroja yang melewati Nusa Tenggara Timur merupakan terkuat kedua setelah Siklon Tropis Kenanga.
Siklon Tropis Seroja memiliki kecepatan maksimum (70 kt/971 mb), sementara dibandingkan Siklon Tropis Kenanga memiliki kecepatan maksimum (100kt/942mb).
"Siklon Tropis Seroja memang kedua terkuat sejak 2008, setelah Siklon Tropis Kenanga di selatan Jawa," ujar Koordinator Bidang Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca Miing Saepudin dalam diskusi daring Bencana Hidrometeorologi NTT akibat Siklon Seroja yang dipantau dari Jakarta, Kamis (29/4/2021).
Miing menjelaskan sejak 2008, pihaknya memonitor 10 siklon tropis dalam jangkauan Pusat Peringatan Dini Siklon Tropis (TCWC) dari Jakarta. Siklon Kirrily, Cempaka, Dahlia, Lili, Seroja termasuk yang cukup intens dampaknya. Siklon paling banyak terbentuk di bulan April-Mei hingga November-Desember.
"Siklon Seroja sejak bibit saja menimbulkan curah hujan cukup ekstrem. Curah hujan lebih dari 300 mm satu hari, itu curah hujan dalam sebulan yang ditumpahkan satu hari, jadi menimbulkan banjir, longsor," kata Miing.
BMKG pun mengamati Siklon Tropis Seroja tersebut merupakan yang paling lama siklus hidupnya, dan jalurnya paling panjang yakni sepanjang NTT hingga Barat Daya Australia.
Miing mengatakan siklon tropis yang melalui wilayah Indonesia, terutama di NTT, banyak terbentuk di bulan April. Sehingga, Miing mengimbau diperlukan kewaspadaan Siklon Tropis di wilayah Selatan Indonesia antara bulan November-Mei, dengan tingkat kejadian lebih tinggi yang dapat terjadi pada bulan April, Mei, November, dan Desember.
"Kemudian tantangan lainnya terkait pengurangan risiko dampak siklon tropis adalah peningkatan pemahaman dan respon masyarakat terhadap informasi dan peningkatan infrastruktur lingkungan dalam menghadapi bencana," ujar Miing. [Antara]
Baca Juga: Awas! BMKG Prediksi Hujan Lebat Berpotensi Terjadi di Jawa Tengah
Berita Terkait
-
Panduan Bertahan di Cuaca Ekstrem: Cara Menjaga Kesehatan dan Stok Air Saat Kemarau
-
Alarm Bahaya BPBD Menyala, Cuaca Ekstrem Kepung Jakarta hingga 12 Maret
-
Kapan Musim Hujan 2026 Berakhir? Simak Prakiraan Cuaca BMKG
-
BMKG Prediksi Musim Kemarau 2026 Datang Lebih Awal dan Lebih Kering
-
BMKG Prediksi Musim Kemarau 2026 Datang Lebih Awal, Puncaknya Agustus
Terpopuler
- Promo JSM Superindo Minggu Ini, Kue Lebaran dan Biskuit Kaleng Cuma Rp15 Ribuan
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- 5 Body Lotion Terbaik untuk Memutihkan Kulit Sebelum Lebaran
- Di Balik Serangan ke Iran: Apa yang Ingin Dicapai AS dan Israel?
Pilihan
-
Sejumlah Artis Mendatangi Rumah Duka Vidi Aldiano, Wartawan Dilarang Masuk
-
Setelah Bertahun-tahun Berjuang, Inilah Riwayat Kanker Ginjal Vidi Aldiano
-
Vidi Aldiano Meninggal Dunia Sabtu 7 Maret Pukul 16.33 WIB
-
Vila di Bali Disulap Jadi Pabrik Narkoba, Bea Cukai-BNN Tangkap Dua WN Rusia dan Sita Lab Rahasia!
-
Shin Tae-yong Gabung FC Bekasi City, Ini Jabatannya
Terkini
-
4 Rekomendasi HP Harga Rp3 Jutaan, Layak Beli Jelang Lebaran
-
36 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 7 Maret 2026, Klaim Pemain Acak dan 10.000 Gems
-
Duel Kamera Samsung Galaxy S26 Ultra VS iPhone 17 Pro Max, Mana yang Terbaik?
-
Final Fantasy VII Remake Part 3 Siap Hadir dengan Mekanisme Gameplay Baru
-
5 Rekomendasi HP Murah Layar Lebar dan RAM 8 GB, Puas buat Nonton Drakor
-
10 Skenario Perang AS-Arab Saudi-Israel vs Iran Versi Profesor Jiang, Amerika Kalah?
-
Xiaomi Siapkan Laptop Pesaing MacBook 2026: Bodi Tipis dengan Intel Core Ultra
-
Developer Call of Duty Hampir Angkat Cerita Iran Serang Israel, tapi Dibatalkan
-
4 HP dengan Kamera Zeiss Termurah, Hasil Foto Setara Kamera Profesional
-
Poco X8 Pro dan X8 Pro Max Rilis Global 17 Maret: Spesifikasi Lengkap Terungkap