Suara.com - Para ilmuwan menemukan bongkahan batuan dari mantel bumi di pinggiran Baltimore, Maryland.
Hal ini kemungkinan menjelaskan pembentukan bagian-bagian Pegunungan Appalachian, salah satu pegunungan tertua di dunia.
Menurut para ahli dari National Museum of Natural History di Amerika Serikat, bongkahan batuan mantel yang disebut ophiolit ini kemungkinan merupakan bagian dari dasar laut Samudra Iapetus yang sekarang telah menghilang.
Studi yang diterbitkan dalam jurnal Geosphere mencatat bahwa hampir setengah miliar tahun lalu, tanah di mana pegunungan Appalachian sekarang berdiri berada di satu sisi Samudra Iapetus dan bagian dari Pantai Timur Amerika Serikat di sisi lainnya.
Batuan mantel ini sangat sulit untuk dipelajari karena terbentuk jauh di bawah tanah pada suhu dan tekanan yang sangat tinggi, sehingga mineralnya tidak stabil dan cenderung sering mengalami perubahan kimiawi.
Dalam studi tersebut, para ahli geologi menggunakan metode analisis kimia mutakhir untuk menilai 19 sampel batuan ini dari lima lokasi berbeda di Baltimore.
Penemuan ini mengungkapkan petunjuk tentang zona subduksi kuno yang sebelumnya tidak diketahui, titik di mana dua lempeng tektonik bertabrakan yang mengarah ke satu lempeng di bawah yang lain dan melengkung ke dalam mantel.
Berdasarkan analisis, para ilmuwan sekarang percaya sekitar 500 juta tahun lalu, Samudra Iapetus kemungkinan menyusut karena zona subduksi yang baru di lepas pantai benua kuno Laurentia, yang saat ini menjadi sebagian besar wilayah Amerika Utara.
Tabrakan lempeng tektonik ini kemungkinan membengkokkan permukaan planet dan menenggelamkan bagian samudra, sekaligus menaikkan pegunungan Appalachian.
Baca Juga: Ilmuwan Temukan Planet Neraka, Temperaturnya Bisa Mencairkan Logam
Menurut para ilmuwan, pergeseran dahsyat ini membuat dasar laut tercabik-cabik dan tersebar ke seluruh Baltimore.
Dilansir dari Independent, Minggu (2/5/2021), penelitian ini juga menyoroti bagaimana ophiolit yang lebih tua dapat mengungkapkan informasi tentang pembentukan benua dan proses geologi kuno lainnya.
Namun, para ahli mengharapkan penelitian lebih lanjut di masa depan untuk memastikan apakah semua batuan mantel yang ditemukan di Baltimore memiliki asal-usul yang sama.
Para peneliti juga berharap bahwa analisis lebih lanjut dari batuan semacam itu dapat memberikan petunjuk tentang pembentukan zona subduksi baru dan dapat membantu memahami nasib Samudra Atlantik.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
25 Kode Redeem FC Mobile 23 Maret 2026: Bocoran Draft Icon Vieira dan Prediksi Anjloknya Harga Pasar
-
Bocoran Oppo Pad Mini: Tablet Kecil Rasa Flagship dengan Snapdragon 8 Gen 5
-
15 Prompt AI untuk Edit Foto Lebaran 2026, Hasil Ciamik dan Natural
-
32 Kode Redeem FF 23 Maret 2026: Cuma Modal Dikit Dapat Bundle Clover dan SG Lumut
-
Huawei Enjoy 90 Pro Max Bocor! Baterai 8.500mAh Siap Gegerkan Pasar HP Midrange
-
Cara Isi Saldo e-Toll Lewat HP Tanpa NFC untuk Arus Balik Lebaran 2026, Mudah dan Praktis
-
Terpopuler: 9 Pilihan HP Gaming Terjangkau David GadgetIn, Redmi A7 Pro Dijual Murah Rp1 Jutaan
-
7 Rekomendasi HP Samsung Kamera Bagus dan RAM Besar 2026
-
5 Rekomendasi Tablet Rp2 Jutaan 2026 yang Cocok untuk Multitasking
-
20 Prompt AI Edit Foto Lebaran Jadi Glow Up dan Estetik, Tinggal Copas!