Suara.com - Samsung diam-diam meluncurkan Galaxy S20 FE versi Snapdragon 865 di beberapa negara. Menurut laporan, ponsel baru ini sudah tersedia di Malaysia dan Vietnam.
Samsung Galaxy S20 FE atau Fan Edition ini sebenarnya sudah hadir tahun lalu di Indonesia. Namun ponsel yang diluncurkan saat itu diperkuat chipset original Samsung, Exynos 990.
Kini Galaxy S20 FE tersebut akan segera hadir di Indonesia. Sebab, ponsel sudah muncul di laman sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) Kementerian Perindustrian.
Samsung Galaxy S20 FE tercatat dengan nomor model SM-G780G per tanggal 15 April 2021. Ponsel ini juga sudah mendapatkan nilai TKDN lebih dari 30 persen yang menandakan perangkat segera tiba di tanah air.
Dikutip dari Gizmochina, Rabu (5/5/2021), ponsel sudah tersedia di Malaysia dengan RAM 8 GB dan ROM 128 GB. Harga Samsung Galaxy S20 FE dijual seharga 2.299 ringgit atau Rp 8 juta dengan varian warna Blue, Orange, dan Violet.
Sementara di Vietnam ponsel tersedia dengan RAM 8 GB dan ROM 256 GB lebih besar. Harga Samsung Galaxy S20 FE dijual 15.490.000 dong Vietnam atau Rp 9,6 juta dengan varian warna Cloud Navy dan Cloud Mint.
Sayangnya, bocoran tidak menyebut spesifikasi lain dari Samsung Galaxy S20 FE seperti dukungan jaringan 5G, kamera, atau layar. Namun diyakini spesifikasinya tak jauh beda dengan Galaxy S20 FE versi Exynos 990 yang sudah hadir sebelumnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan