Suara.com - Laporan dari program Copernicus Uni Eropa mengungkapkan, suhu di Kutub Utara meningkat hingga 48 derajat Celcius pada musim panas ini.
Suhu yang diukur dari jarak jauh oleh satelit Copernicus Sentinel-3A dan Sentinel-3B pada 20 Juni 2021, mencatat bahwa Siberia di Lingkar Arktik mengalami gelombang panas terus-menerus.
Dicatatkan suhu permukaan tanah melebihi 35 derajat di seluruh wilayah.
Suhu permukaan tanah bukanlah suhu udara di permukaan tanah dan suhu tersebut sering kali jauh lebih tinggi daripada suhu udara. Hal itu menjadi cara standar untuk mengukur suhu.
Namun, ini seharusnya tidak merusak cuaca yang lebih hangat yang saat ini terjadi di bagian utara Bumi.
Kutub Utara memanas lebih cepat daripada tempat lain di Bumi sebagai akibat dari krisis iklim yang semakin parah.
Dilansir dari IFL Science, Senin (28/6/2021), beberapa ilmuwan lingkungan berpendapat bahwa perubahan cepat di Kutub Utara, membuat wilayah itu memiliki keadaan iklim yang sama sekali berbeda.
Seiring dengan perubahan ini, gelombang panas dan suhu yang melonjak drastis menjadi semakin umum di beberapa bagian Lingkar Arktik, terutama di Siberia.
Suhu sebelumnya pada Juni 2020, memecahkan rekor ketika mencapai 38 derajat Celcius.
Baca Juga: Bukan 4, Bumi Sekarang Punya 5 Lautan
Berita Terkait
-
Peneliti Temukan Covid-19 Hanya Bersifat Musiman, Ini Buktinya!
-
Covid-19 Termasuk Virus Musiman, Penyebarannya Menurun Saat Musim Panas
-
Lama Ditutup Akibat Pandemi, Taman-taman Rekreasi di AS Kembali Dibuka
-
Tes Kepribadian Busana Musim Panas, Gaya Berpakaian Mana yang Kamu Sukai?
-
Pertama Kalinya, Badai Luar Angkasa Terdeteksi di Kutub Utara
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026
-
5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran
-
Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo
-
Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan
-
Perempuan Belanda Ini Kritik Pedas Pemain Keturunan Indonesia, Ada Apa?
-
Dari Paskibraka hingga Penerjun, Prabowo Jamu Petugas Upacara HUT RI di Hambalang
-
PHR Zona 4 Perkuat Budaya HSSE, Keselamatan Kerja Jadi Prioritas Operasi Hulu Migas
-
Bukan Klaim! KPK Punya Bukti Kerugian Negara Rp622 Miliar di Kasus Korupsi Kuota Haji
-
Tak Hanya Muara Enim! KPK Temukan Pola Lobi BPK Demi WTP di PALI dan Empat Lawang
-
Kuota Internet Tak Lagi Hangus, Siapa yang Harus Menanggung Beban Biaya dan Kapasitas Jaringan?