Efektivitas vaksin-vaksin bisa dibandingkan jika ada yang digunakan pada populasi yang sama dalam satu negara.
Contohnya Pfizer dan AstraZeneca di Inggris. Keduanya, bahkan setelah dosis pertama, diketahui memiliki efektivitas yang mirip, sama-sama bisa diandalkan untuk mencegah munculnya gejala, mencegah pasien dirawat di rumah sakit dan mencegah kematian.
Di sini kita melihat bahwa apa yang tadinya terlihat sebagai yang terbaik dari sisi efikasi hasil uji klinis, ternyata bukan yang terbaik di dunia nyata.
Masa depan: vaksin campur
Vaksin Covid-19 yang kita peroleh saat ini bukanlah yang terakhir. Kekebalan berkat vaksin akan pudar seiring waktu, karenanya akan butuh suntikan penguat untuk menjaga imunitas.
Ada data menjanjikan dari Spanyol, bahwa mencampur vaksin yang cocok bisa memicu reaksi imun yang kuat dan aman. Jadi ini akan jadi strategi bagus untuk menjaga efektivitas vaksin seiring waktu.
Dengan kata lain, vaksin terbaik bisa jadi adalah beragam vaksin yang digunakan bareng.
Varian-varian baru virus Covid-19 kini mulai muncul dan vaksin-vaksin yang saat ini tersedia masih bisa melindungi, meski semakin berkurang kemanjurannya melawan varian baru.
Karenanya perusahaan vaksin, termasuk Moderna, kini sedang terus memperbarui vaksinnya untuk melawan varian-varian tertentu dari Covid-19.
Jadi, meski sebuah vaksin memiliki tingkat efikasi tinggi dalam uji klinis fase 3, belum tentu ia bisa melawan varian tertentu yang beredar di sekitar Anda.
Baca Juga: Mendarat di Bandara Soetta, Indonesia Dapat 998 Ribu Dosis Vaksin AstraZeneca dari Jepang
Vaksin terbaik adalah yang sekarang Anda peroleh
Sangat rasional jika seseorang ingin vaksin terbaik. Tetapi vaksin terbaik adalah yang tersedia saat ini, karena vaksin itu mencegah Anda terinfeksi Covid-19, mengurangi penularan ke anggota komunitas yang paling rentan, dan mengurangi risiko mengalami gejala parah.
Semua vaksin yang tersedia saat ini melakukan tugas ini dan melakukannya dengan baik. Dari perspektif kolektif, manfaat vaksin akan berlipat ganda.
Semakin banyak orang divaksinasi, semakin banyak komunitas menjadi kebal (juga dikenal sebagai herd immunity), yang semakin membatasi penyebaran COVID-19.
Pandemi global adalah situasi yang sangat dinamis, dengan munculnya varian virus yang mengkhawatirkan, pasokan vaksin global yang tidak pasti, tindakan pemerintah yang tidak merata, dan potensi wabah eksplosif di banyak wilayah.
Jadi menunggu vaksin yang sempurna adalah ambisi yang tidak mungkin tercapai. Setiap vaksin yang dikirimkan adalah langkah kecil namun signifikan menuju normalitas global.
Artikel ini sebelumnya tayang di The Conversation.
Berita Terkait
-
Alarm Bahaya Wabah Ebola, IPMG Percepat Transfer Riset Farmasi di Indonesia
-
Kimia Farma dan Pfizer Genjot Vaksinasi Pneumonia
-
Ketika Anak Muda Jadi Garda Depan Pencegahan Penyakit Tak Menular
-
Profil Carina Joe, Pahlawan Vaksin Covid-19 Raih Bintang Jasa Utama dari Presiden Prabowo
-
Penjualan Vaskin Covid Lesu, Moderna PHK 10 Persen Karyawan
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar
-
3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan
-
Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal
-
Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan
-
Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee
-
KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui
-
BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo
-
Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan
-
Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya
-
PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan