Suara.com - Sebuah penelitian baru mengungkap bahayanya orang yang tidak divaksinasi, disebut jadi sumber varian baru virus corona (Covid-19).
Seorang spesialis penyakit menular mengungkapkan, orang yang tidak divaksinasi bukan hanya mempertaruhkan kesehatan mereka sendiri, tapi juga berisiko bagi semua orang.
Pasalnya, satu-satunya sumber varian virus corona baru adalah tubuh orang yang terinfeksi.
"Orang yang tidak divaksinasi adalah pabrik varian potensial," kata Dr. William Schaffner, seorang profesor di Divisi Penyakit Menular di Vanderbilt University Medical Center, dilansir laman CNN, Minggu (4/7/2021).
"Semakin banyak orang yang tidak divaksinasi, semakin banyak peluang virus berkembang biak," kata Schaffner, seorang profesor di Divisi Penyakit Menular di Vanderbilt University Medical Center.
"Ketika itu terjadi, itu bermutasi, dan itu bisa menimbulkan mutasi varian yang bahkan lebih serius di masa depan."
Semua virus bermutasi dan meskipun virus corona tidak terlalu rentan terhadap mutasi, virus ini berubah dan berevolusi.
Sebagian besar perubahan tidak berarti apa-apa bagi virus, dan beberapa dapat melemahkannya.
Tetapi kadang-kadang, virus mengembangkan mutasi acak yang memberikan keuntungan transmisibilitas yang lebih baik, misalnyaatau replikasi yang lebih efisien, atau kemampuan menginfeksi berbagai macam inang.
Baca Juga: Vaksin AstraZeneca Diklaim Efektif Lawan dari Varian Delta, Benarkah?
Virus dengan keunggulan akan mengungguli virus lain dan pada akhirnya akan menjadi mayoritas partikel virus yang menginfeksi seseorang.
Jika orang yang terinfeksi itu menularkan virus ke orang lain, mereka akan menularkan versi mutannya.
Jika versi mutan cukup berhasil, itu menjadi varian.
Tapi itu harus diulang untuk melakukan itu. Orang yang tidak divaksinasi memberikan kesempatan itu.
“Ketika mutasi muncul pada virus, yang bertahan adalah yang membuat virus lebih mudah menyebar di populasi,” kata Andrew Pekosz, ahli mikrobiologi dan imunologi di Sekolah Kesehatan Masyarakat Johns Hopkins Bloomberg.
"Setiap kali virus berubah, itu memberi virus platform berbeda untuk menambahkan lebih banyak mutasi."
Berita Terkait
-
Ngamuk Tak Dapat Jatah Vaksin, Warga Pekanbaru Hajar Panitia Vaksinasi
-
Vaksinasi Massal Timbulkan Kerumunan, Gubernur Lampung: Taati Prokes
-
Vaksinasi Massal di Diskes Lampung Timbulkan Kerumunan, Eva Dwiana Turun Tangan
-
Wali Kota Rahmad Mas'ud Targetkan 400 Dosis Vaksin Covid-19 untuk Pedagang Pasar Sepinggan
-
Silakan Ikut, Ada 186 Gerai Vaksinasi Covid-19 Gratis Disiapkan Polda Sumbar
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
61 Kode Redeem FF Terbaru 23 Maret 2026, Klaim Joker Bundle dan Diamond Gratis
-
Daftar Harga HP Infinix 2026 Semua Seri, Mana yang Cocok Untukmu?
-
Samsung Galaxy M17e 5G Debut, HP Murah Rp2 Jutaan Ini Usung Baterai Jumbo
-
38 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 23 Maret 2026: Klaim Draft Voucher, Pemain, dan Permata
-
7 HP Gaming Refresh Rate 120Hz Termurah, Baterai Badak Harga Cuma Rp1 Jutaan
-
7 Tablet Anak Pengganti HP untuk Gaming dan Belajar, Bonus Stylus Pen Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Usai Beli Saham Capcom, Arab Saudi Bakal Caplok Moonton Rp102 Triliun
-
15 HP Oppo Terbaru 2026 dan Harganya, Mana yang Cocok Buat Kantongmu?
-
Lenovo dan MSI Siap Luncurkan Laptop dengan Intel Core Ultra 7 serta NVIDIA RTX 5070
-
Death Stranding 2 Pecahkan Rekor di PC, Jadi Jawaban Telak untuk Sony