Suara.com - Pekan ini media sosial TikTok ramai oleh berbagai postingan tentang sebuah video klip lagu rap dari tahun 2013 yang diklaim telah meramalkan tentang virus corona baru, Covid-19.
Para pengguna TikTok sejak pekan lalu telah ramai membahas sebuah video clip lagu rap berjudul Pandemic yang dibawakan oleh rapper bernama Dr Creep dari 2013.
Video klip lagu berjudul Pandemic dari Dr Creep itu bisa ditemukan di Youtube. Salah satu versi yang paling banyak disaksikan diunggah pada Juni 2013. Video itu sudah disaksikan lebih dari 2,3 juta kali hingga Selasa malam (6/7/2021).
Yang kontroversial dari lagu itu adalah liriknya pada menit 1.07, yang bunyinya, "2020 combined with coronavirus, bodies stacking“. Jika diartikan bebas, penggalan lirik itu kira-kira bermakna, "2020 dikombinasikan dengan virus corona, mayat-mayat bertumpuk".
Lagu ini oleh para pemercaya teori konspirasi dijadikan dasar untuk mengklaim bahwa Covid-19 adalah, atau bisa jadi, merupakan rekayasa belaka. Teori ini banyak oleh para pengguna TikTok.
Tetapi benarkah demikian? Mari kita periksa faktanya.
Bahwa ada lagu berjudul Pandemic pada 2013 yang dinyanyikan oleh rapper Dr Creep, itu adalah benar. Tetapi klaim bahwa lagu tersebut sudah meramalkan akan adanya wabah Covid-19 saat ini adalah tidak benar.
Dr Creep, rapper yang menulis dan menyanyikan lagu tersebut, mengaku lewat penjelasan panjang di Facebook bahwa ia tidak meramalkan wabah Covid-19 ketika mengarang lagu tersebut pada 2013 silam.
Judul lagu Pandemic dan lirik tentang viruscorona, jelas Dr Creep, adalah kebetulan belaka. Lagi pula ketika itu dunia memang sedang dipusingkan oleh berbagai macam virus corona yang mengancam.
Baca Juga: Bintang Emon Sindir Orang yang Ogah Vaksin Covid-19: Mau Tanggung Jawab?
"Ada sekitar enam virus corona pada 2012/2013, ketika lagu Pandemic diciptakan dan virus corona memang sering dibicarakan," beber Dr Creep dalam penjelasan di Facebook yang diunggah 29 Maret 2020 silam.
Faktanya, organisasi kesehatan dunia (WHO) pada 2012 mengeluarkan peringatan soal potensi pandemi MERS atau flu unta yang muncul pertama kali di Arab Saudi dan dipicu oleh virus Mers coronavirus atau Mers-Cov. Virus ini kembali merebak di Korea Selatan pada 2015 dan di Saudi pada 2018.
Sebelum itu pada 2002 sampai 2004, wabah SARS yang disebabkan oleh virus SARS coronavirus (SARS-Cov) juga menyapu Asia, termasuk Indonesia.
"Bagi saya, lirik-lirik itu hanya kebetulan belaka dan bukan ramalan. Saya sendiri tidak merasa sedang meramal apa pun. Saya sedang bernyanyi tentang apa yang saya saksikan," terang Dr Creep.
Menurut Snopes, website yang membongkar hoaks-hoaks populer di dunia, rumor soal ramalan lagu Dr Creep ini sebenarnya sudah muncul sejak 2020 lalu. Snopes sendiri telah membongkar hoaks ini pada Desember tahun kemarin.
Kesimpulannya, klaim bahwa lagu Dr Creep berjudul Pandemic telah meramal Covid-19 saat ini adalah klaim yang salah.
Berita Terkait
-
Konten Video Pendek dan Live Streaming Bikin Bisnis UMKM Melejit hingga 135%
-
Berawal dari Hobi Main Game, Konten Kreator Sahrul Agusti Kini Jadi Pengusaha Digital
-
Ngemis Online di TikTok: Eksploitasi Kemiskinan Gaya Baru
-
Fenomena HopeTok di Era Digital: Kenapa Konten Positif Semakin Dicari GenZ?
-
4 Realita Tinggal di Australia yang Wajib Kamu Tahu, Pasti Seru Kayak di Tiktok?
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan