Tekno / Sains
Rabu, 07 Juli 2021 | 08:00 WIB
Ilustrasi sinar laser (Shutterstock).

Suara.com - Sebuah pusat penelitian ilmiah didukung PBB, telah bekerja sama dengan sebuah perusahaan teknologi Italia.

Para peneliti ini mengeksplorasi apakah sinar laser dapat digunakan membunuh partikel virus corona (Covid-19), yang melayang di udara dan membantu menjaga ruang dalam ruangan tetap aman.

Upaya bersama antara Pusat Internasional untuk Rekayasa Genetika dan Bioteknologi (ICGEB) Trieste, sebuah kota di utara Italia, dan perusahaan Eltech K-Laser terdekat, diluncurkan tahun lalu ketika Covid-19 melanda negara itu.

Mereka menciptakan perangkat memaksa udara melalui ruang sterilisasi berisi filter sinar laser yang menghancurkan virus dan bakteri.

“Perangkat ini terbukti mampu membunuh virus dalam waktu kurang dari 50 milidetik,” kata Serena Zacchigna, ketua kelompok Biologi Kardiovaskular di ICGEB dilansir laman New York Post, Rabu (7/7/2021).

Lingkungan dalam ruangan yang sehat dengan jumlah patogen yang berkurang secara substansial, dianggap penting untuk kesehatan masyarakat pascakrisis Covid-19.

Ilustrasi ilmuwan. [Luvqs/Pixabay]

Zacchigna terhubung dengan insinyur Italia Francesco Zanata, pendiri Eltech K-Laser, sebuah perusahaan yang mengkhususkan diri dalam laser medis, produknya digunakan bintang olahraga untuk mengobati peradangan otot dan patah tulang.

Beberapa ahli telah memperingatkan kemungkinan berbahaya menggunakan teknologi berbasis cahaya untuk menyerang virus yang menyebabkan Covid-19.

Sebuah studi yang diterbitkan oleh Journal of Photochemistry & Photobiology pada November 2020, menyoroti kekhawatiran mulai dari potensi risiko kanker hingga biaya sumber cahaya yang mahal.

Baca Juga: Tak Banyak yang Tahu, 5 Ilmuwan Ini Mengubah Dunia

Namun, Zacchigna dan Zanata menepis masalah kesehatan apa pun, dengan mengatakan laser tidak pernah bersentuhan dengan kulit manusia.

“Perangkat kami menggunakan alam melawan alam. Ini 100 persen aman untuk manusia dan hampir sepenuhnya dapat didaur ulang,” kata Zanata kepada Reuters.

Teknologi ini, bagaimanapun, tidak menghilangkan virus dan bakteri ketika mereka jatuh dari udara ke permukaan atau lantai.

Juga tidak dapat mencegah penularan langsung ketika seseorang yang terinfeksi bersin atau berbicara keras di dekat orang lain.

Ilustrasi penularan virus corona. [Shutterstock]

Eltech K-Laser telah menerima paten dari otoritas Italia dan berusaha untuk memperluasnya secara global.

Versi portabel dari penemuan ini tingginya sekitar 1,8 meter (5,9 kaki) dan beratnya sekitar 55 lb. Perusahaan mengatakan teknologi itu juga dapat ditempatkan di dalam unit AC.

Load More