Suara.com - Para peneliti di Meksiko mengumumkan akan mengubur kembali sebuah monumen arkeologi yang tidak biasa di pinggiran Mexico City.
Penemuan yang dimaksud adalah terowongan yang dibangun berabad-abad lalu sebagai bagian dari Albarradon de Ecatepec.
Merupakan sistem pengendalian banjir dari tanggul dan saluran air yang dibangun untuk melindungi kota bersejarah Tenochtitlan dari kenaikan air.
Tenochtitlan, yang secara luas dipandang sebagai ibu kota Kekaisaran Aztec, memiliki banyak sistem bendungan untuk mencegah banjir akibat hujan deras.
Namun, para penakluk Spanyol tidak menghargai infrastruktur tersebut dan menghancurkannya.
Tetapi, setelah banyak banjir menggenangi Mexico City kolonial awal, Albarradon de Ecatepec, dan sistem pengendalian banjir lainnya seperti itu dibangun kembali dan diperbaiki pada awal 1600-an.
Berabad-abad setelahnya, para arkeolog dari Institut Nasional Antropologi dan Sejarah (INAH), menemukan satu fitur seperti itu di dalam Albarradon de Ecatepec pada 2019.
Gerbang terowongan kecil ini berukuran panjang 8,4 meter.
Meskipun kecil, itu masih merupakan penemuan penting, dengan para peneliti menemukan beberapa mesin terbang pra-Hispanik di dalamnya.
Baca Juga: Tersembunyi di Bawah Permukaan Laut, Jalan Romawi Kuno Ditemukan
Para ahli berencana untuk menjadikan penemuan itu sebagai pameran publik sehingga orang-orang dapat mengunjungi dan memeriksa paduan elemen budaya Aztec dan Spanyol yang tak biasa ini.
Sayangnya, hal itu tidak terjadi. Tim peneliti dari INAH mengumumkan karena kurangnya dana untuk membangun pemeran dengan benar dan melindungi struktur, bagian terowongan yang baru ditemukan itu sekarang harus dikubur kembali agar tidak rusak atau dijarah.
Menurut para peneliti, keputusan tersebut sebagian besar disebabkan oleh dampak ekonomi yang sedang berlangsung dari krisis Covid-19 di Meksiko.
Dilansir dari Science Alert, Selasa (27/7/2021), para ahli mengatakan akan membangun batu khusus untuk melindungi mesin terbang.
Berita Terkait
-
Kerangka Kuno dari Abad ke-4 Ditemukan, Terkubur di dalam Toples
-
Hilang di Rawa 2.000 Tahun Lalu, Sepatu Kulit Ini Ditemukan di Jerman
-
Arkeolog Selidiki Misteri Kuburan yang Digali Kembali 1.400 Tahun Lalu
-
Misteri Mayat Bocah Terkubur dengan Burung di Mulut 300 Tahun Lalu
-
Telur Ayam Tertua di Dunia Ditemukan Utuh di Israel, Umurnya 1000 Tahun!
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih
-
Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional
-
Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026
-
Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah
-
Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi
-
MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan
-
Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap
-
Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta
-
Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal
-
Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda