Suara.com - Para ilmuwan menemukan fosil berumur 890 juta tahun di wilayah barat Laut Kanada, yang diyakini sebagai contoh tertua kehidupan hewan di Bumi.
Fosil itu merupakan spons purba yang memiliki sulur kecil dan bercabang halus yang tidak terlihat dengan mata telanjang.
Di bawah mikroskop, jaringan yang terawetkan itu mengungkap struktur seperti jaring yang sangat mirip dengan serat pada spons mandi zaman modern.
Fosil ini merupakan bagian dari kelompok spons bertubuh lunak yang dikenal sebagai keratose demosponges.
"Jika melihat tubuh fosil spons secara mikroskopis, itu memiliki struktur mikro yang khas, yang dideskripsikan dan sepenuhnya berafiliasi dengan kerangka spongin dalam keratose demosponges modern," kata Elizabeth Turner, profesor sedimentologi karbonat dan paleontologi invertebrata di Universitas Laurentian.
Fosil tersebut ditemukan saat para ahli sedang memeriksa sampel fosil terumbu cyanobacteria.
Dilansir dari Live Science, Kamis (29/7/2021), para ahli telah lama mencari bukti kapan kehidupan hewan pertama kali muncul di Bumi.
Sebelum sekitar 580 juta tahun lalu, hanya ada sedikit bukti fisik tentang hewan.
Penemuan molekul yang diawetkan sering dianggap sebagai salah satu sumber petunjuk tentang kehidupan hewan purba.
Baca Juga: Fosil Kelelawar Vampir Berusia 100 Ribu Tahun Ditemukan
Fosil spons tertua ini juga dideskripsikan sebagai spikula yang termineralisasi atau struktur runcing yang ditemukan di banyak jenis spons.
Sebelumnya, tim peneliti lain juga menemukan fosil spikula yang berusia sekitar 535 juta tahun.
Meskipun spikula adalah penanda fosil paling umum untuk spons, namun banyak spons modern saat ini tidak memiliki spikula.
Temuan spons berusia 890 juta tahun ini yang memiliki sifat itu menandakan bahwa fosil ini adalah penemuan penting.
Berita Terkait
-
6 Fakta Marie Curie, Ilmuwan yang Meninggal Dunia karena Objek Penelitiannya
-
Ilmuwan Putuskan Hapus Nama Spesies Ngengat dan Semut yang Diskriminasi
-
Ilmuwan Temukan Alat Bisa Perkirakan Usia Kekebalan Tubuh dan Prediksi Risiko Penyakit
-
China Akan Kirim 23 Roket Raksasa ke Antariksa untuk Hadang Asteroid Penghancur Bumi
-
Ritual Misterius! Ilmuwan Temukan Kolam Berumur 3.000 Tahun
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
- Lipstik Wardah yang Bagus Apa? Ini 4 Pilihan Paling Tahan Lama untuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
Terkini
-
Gedung Baru Pemkab Kediri Resmi Difungsikan, Mas Dhito Dorong Optimalisasi Pelayanan Publik
-
Sudaryono Akui Ada Penyelewengan di BGN, Janji Ubah Tata Kelola Berbasis Sistem
-
Adaptasi Doc Martin, Drama Medis Komedi Best Medicine Siap Hadir di Netflix
-
Bawa Baterai "Monster" 9.020 mAh, iQOO Z11 Sanggup Diajak Main MLBB Berapa Jam?
-
Strategi Spektrum XLSMART di Jalur 700 MHz dan 2,6 GHz demi Masa Depan 5G Indonesia
-
Lantik 1.177 Perwira, Prabowo Tegaskan TNI-Polri Adalah Jantung Negara
-
Bus H2 DDF dan Koridor Jakarta-Patimban, Tandai Babak Baru Ekosistem Hidrogen Indonesia
-
Investor Enggan Masuk, Proyek Storage Minyak Nasional Jalan di Tempat
-
Trauma Masa Kecil: Luka yang Berawal dari Hal-hal yang Dianggap Sepele
-
Sudaryono Warning Sahabat hingga Alumni, Jangan Harap Dapat 'Jatah' di Program MBG