Suara.com - Apple baru saja merilis serangkaian fitur baru di iPhone yang diklaim dapat melindungi anak-anak dari berbagai konten dewasa dan direncanakan hadir akhir tahun ini.
Adapun fitur tersebut terdiri dari proteksi foto sensitif di aplikasi iMessage, pemindai foto di iCloud untuk materi pelecehan seksual anak (Child Sexual Abuse Material/CSAM), hingga panduan baru di Siri dan Search.
Apple mengakui sederet fitur ini menciptakan kesalahpahaman baru.
Sesaat setelah dikenalkan, Apple memang banyak mendapatkan kritik dari berbagai pakar teknologi seperti Edward Snowden, Electronic Frontier Foundation, dan terbaru Bos WhatsApp Will Cathcart.
Dalam memo yang ditulis, Sebastien Marineau-Mes selaku Vice President Software Apple, perusahaan menjelaskan mereka akan terus memberikan pemahaman dan merinci fitur bernama Perlindungan yang Diperluas untuk Anak-anak (Expanded Protections for Children) ini.
"Kami telah melihat banyak tanggapan positif hari ini. Kami tahu beberapa orang memiliki kesalahpahaman, dan lebih dari beberapa khawatir tentang implikasinya, tetapi kami akan terus menjelaskan dan merinci fitur-fiturnya sehingga orang-orang memahami apa yang telah kami buat," kata Marineau-Mes dalam memo, dikutip dari 9to5mac, Minggu (8/8/2021).
Ia juga menulis bahwa menjaga anak-anak tetap aman adalah misi yang penting dilakukan Apple.
Perusahaan juga melibatkan berbagai pihak seperti Teknisi, General Availability (GA), HI, Hukum, Product Marketing, and Public Relations.
"Apa yang kami umumkan hari ini adalah produk dari kolaborasi luar biasa, yang menghadirkan alat untuk melindungi anak-anak, tetapi juga mempertahankan komitmen mendalam Apple terhadap privasi pengguna," ujar Marineau-Mes.
Baca Juga: Fitur Keamanan Anak Apple Dianggap Bos WhatsApp Langgar Privasi
Memo tersebut juga menyertakan pesan dari National Center for Missing and Exploited Children (NCMEC), organisasi yang fokus pada perlindungan anak di Amerika Serikat.
Keduanya bekerja sama untuk mengembangkan fitur pemindaian baru di iCloud.
"Saya ingin berbagi catatan untuk mengatakan bahwa semua orang di NCMEC sangat bangga dengan anda (Apple) dan keputusan luar biasa yang telah anda buat atas nama memprioritaskan perlindungan anak," kata Marita Rodriguez, Executive Director of Strategic Partnerships NCMEC.
"Terima kasih telah menemukan solusi untuk perlindungan anak sambil menjaga privasi," tutup Rodriguez.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Di Depan Penyakit, Tak Ada Nasionalisme yang Lebih Penting dari Kesembuhan
-
Eks Ketua Yayasan Sekolah Swasta di Jakarta Selatan Buka Suara Soal Temuan 995 Pucuk Senjata Api
-
Zulhas Goda Kepala BGN Sudaryono: Belum Sebulan Menjabat Sudah Turun Berapa Kilo?
-
Ratusan Dapur MBG Tangerang Belum Layak Sanitasi, BGN Ancam Tutup Permanen
-
Tangis Bayi yang Mendadak Senyap: Tragedi di Kamar Kos Mahasiswi Kedokteran Hewan Surabaya
-
Lelang Batubara Ilegal Hasilkan Rp20,97 Miliar untuk Kas Negara
-
ADA Band Genap 30 Tahun, Siap-Siap Nostalgia di Remember Fest x Cube Concert November Nanti
-
Jaga Warisan Perjuangan, Bupati Bogor Lakukan Revitalisasi Total Cagar Budaya SDN Cileungsi 02
-
Pakar Hukum Tata Negara Ungkap Inpres Kopdes Merah Putih Keliru
-
Buntut Kasus Yurizal, Nakes Jakarta Dilarang Keras Cibir Pasien BPJS