Suara.com - Banyak orang memahami bahwa menggunakan akun email pribadi untuk korespondensi bisnis tidak
dianjurkan, namun sebaliknya, mereka menganggap menggunakan email kantor untuk mendaftar di
jejaring sosial, layanan online, dan hal pribadi lainnya adalah sesuatu hal yang diperbolehkan.
“Mulai dari ketidakseimbangan kehidupan pribadi dan pekerjaan (work-life imbalance) hingga
pelanggaran privasi, hilangnya akses ke layanan jika terjadi pemutusan hubungan kerja, dan masih
terdapat banyak lagi alasan untuk tidak mencampur email bisnis dengan email pribadi," kata Roman Dedenok Pakar Keamanan di Kaspersky.
Faktanya, dia menambahkan, pertimbangan utama mengapa seorang karyawan tidak boleh menggunakan email kantor untuk kepentingan pribadi adalah untuk keamanan informasi.
Sederet alasan ditemukan Kaspersky mengapa menggunakan email pekerjaan untuk hal pribadi adalah sebuah kesalahan:
1. Membuat upaya profiling lebih mudah
Sebelum mengirim email phishing ke karyawan tertentu, para pelaku kejahatan siber akan
mengumpulkan informasi secara online, menggunakan alat tertentu untuk mempelajari alamat email
mana yang digunakan seseorang di jejaring sosial, platform online, dan sebagainya.
Menggunakan email perusahaan untuk tujuan pribadi akan membuat para pelaku kejahatan siber lebih mudah dalam menemukan potret sosial Anda, sehingga membuat diri lebih rentan terhadap spear-phishing pada tahap pertama serangan yang menargetkan perusahaan.
2. Memberikan celah untuk melakukan spear-phishing
Para pelaku kejahatan siber memilih trik yang menurut mereka paling baik untuk menjerat korbannya.
Baca Juga: 4 Cara Melacak HP yang Hilang
Jika para pelaku kejahatan siber mengetahui bahwa Anda telah menggunakan alamat email perusahaan untuk mendaftar di platform lain, mereka menganggap kemungkinan besar Anda akan tertipu oleh email phishing.
Mereka dengan mudahnya membuat pesan palsu yang menyamar sebagai pemberitahuan sah dari layanan tempat Anda mendaftarkan diri.
3. Ini memberi kesempatan bagi penjahat siber untuk menyesatkan Anda
Biasanya, yang dibutuhkan pelaku kejahatan siber agar serangan berhasil adalah “waktu”.
Itu sebabnya banyak layanan mengirimkan pemberitahuan kepada pemegang akun jika suatu hari seseorang atau mungkin Anda sendiri mencoba masuk dari alamat IP yang tidak dikenal atau mencoba mengubah kata sandi.
Agar tidak didahului peretas, Anda perlu mengetahui peringatan tersebut sesegera mungkin. Oleh karena itu lakukan pengaturan notifikasi yang tepat pada email Anda.
Jika Anda menautkan alamat ke sumber luar, saat peretas (atau bot-nya) mulai mencoba melakukan brute-force pada jaringan sosial dan akun pribadi lainnya, kotak masuk Anda akan segera berisikan berbagai peringatan.
4. Lebih banyak kemungkinan terjadinya phishing dan malware massal di kotak masuk
Ketika terkait hal keamanan data pelanggan, tidak semua sumber daya online bersifat sama —
karenanya hampir setiap berita utama yang terjadi adalah tentang kebocoran online.
Kebocoran basis data sangat populer di kalangan spammer massal, dimana mereka hanya membeli daftar alamat email untuk dibanjiri tautan berbahaya atau pesan phishing.
Sehingga, semakin banyak sumber daya yang Anda tautkan ke akun email perusahaan, semakin banyak potensi ancaman yang akan memasuki email Anda.
5. Kesulitan membedakan pesan pribadi dan pekerjaan
Berbicara volume pesan di kotak masuk Anda, jumlah berlebihan tersebut dapat menyebabkan masalah baru.
Dengan volume lebih banyak — misalnya, pesan pribadi di antara pesan bisnis — item berbahaya
menjadi lebih sulit dikenali.
Semakin banyak email pribadi yang Anda baca selama jam kerja, semakin besar kemungkinan Anda secara tidak sengaja mengklik lampiran berbahaya atau mengikuti tautan phishing.
Meskipun Anda tidak menggunakan email kantor untuk urusan pribadi, tetap penting untuk menerapkan upaya perlindungan diri dari spam dan phishing. Semakin banyak lapisan perlindungan, semakin baik.
Berita Terkait
-
Kelamaan Tatap Laptop, Kaspersky: Mayoritas Anak-Anak Suka Pembelajaran Tatap Muka
-
Cara Logout Gmail di HP, Langkahnya Mudah Banget!
-
Waduh! Lebih dari 1.000 Pengguna di Asia Tenggara Jadi Target Kelompok APT
-
Kaspersky: Awas Peretas di balik Link Live Streaming Olimpiade
-
Waspada! Hacker Manfaatkan Siaran Olimpiade Tokyo 2020 Curi Data Pengguna
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Kolaborasi Jadi Strategi Besar Dorong Ekosistem Esports Indonesia Makin Kompetitif di 2026
-
21 Kode Redeem FC Mobile 27 Februari 2026, Banjir Gems dan Pemain OVR 117
-
29 Kode Redeem FF 27 Februari 2026, Klaim Gloo Wall Ramadan dan Bocoran Inkubator 3-in-1
-
Terpopuler: 5 Pilihan Merek HP Awet, Harga Samsung Galaxy S26 Series di Indonesia
-
Trending di Steam, Sea of Remnants Bakal Menjadi Game RPG Gratis Tahun Ini
-
67 Kode Redeem FF Terbaru Aktif 26 Februari: Sikat Skin Trogon dan Mythos Fist
-
350 Kg Sampah Elektronik Dikumpulkan, LG Gaungkan Gerakan Daur Ulang E-Waste di Indonesia
-
Menanti THR MLBB 2026: Ini Hadiah dan Potensi Skin Gratisnya
-
Samsung Galaxy Buds4 Pro Resmi, Ini Harga dan Spesifikasi Earbuds ANC 24-bit di Indonesia
-
Game Silent Hill: Townfall Hadirkan Horor First-Person yang Mencekam di 2026