Suara.com - Facebook dan Instagram mengumumkan telah menghapus lebih dari 20 juta konten yang berisi misinformasi COVID-19 mulai dari awal wabah pada 2020 lalu hingga Juni 2021 kemarin. Meski demikian Facebook tak mengungkap seberapa besar prevalensi informasi palsu terkait COVID-19 di platformnya.
Biasanya Facebook mengukur prevalensi konten-konten negatif seperti ujaran kebencian atau pornografi untuk menunjukkan seberapa sering konten-konten tersebut diakses oleh pengguna.
"Tetapi ketika menyangkut COVID-19, segala sesuatunya berkembang sangat cepat sehingga membuat prevalensi lebih sukar untuk didefinisikan dan diukur," kata Guy Rosen, wakil presiden Facebook bidang integritas pada Rabu (18/8/2021).
Pengumuman ini disampaikan Facebook setelah Pemerintah Amerika Serikat, pada bulan lalu menuding media sosial tersebut sebagai salah satu platform yang paling banyak menyebarkan hoaks dan misinformasi terkait COVID-19.
Gedung Putih menuding ada sekitar 12 akun yang menyebarkan 65 persen misinformasi COVID-19 di Facebook dan mereka masih leluasa untuk menyebarkan berita sesat dalam platform tersebut.
Meski Facebook sudah mengumumkan langkah untuk menghapus konten-konten sesat terkait COVID-19, Gedung Putih masih terus menuding media sosial buatan Mark Zuckerberg itu sebagai biang kekacauan informasi di tengah pandemi.
"Di tengah pandemi, bersikap jujur dan transparan terkait upaya yang dilakukan untuk melindungi kesehatan publik adalah sangat vital, tetapi Facebook terus menolak untuk terbuka soal seberapa banyak misinformasi yang menyebar - dan terus dipromosikan - di platform mereka," kata juru bicara Gedung Putih kepada CNN juga pada Rabu.
Sebelumnya para politikus, termasuk Presiden AS, Joe Biden dan lembaga-lembaga advokasi mengkritik Facebook yang dinilai gagal melawan penyebaran hoaks serta misinformasi COVID-19 di media-media sosialnya.
Di AS dan juga negara lain, Facebook menjadi salah satu media sosial yang paling banyak menyebarkan hoaks terkait COVID-19 dan juga informasi palsu soal vaksin.
Baca Juga: WhatsApp Tutup Akses Akun Berafiliasi Taliban
Facebook sendiri mengakui pihaknya tidak sempurna dalam melawan informasi palsu, tetapi di sisi lain mengatakan sudah bekerja keras untuk menjadi lebih baik.
Rosen mengatakan Facebook memiliki lebih dari 65 kriteria untuk menentukan apakah sebuah konten termasuk dalam misinformasi COVID-19 dan vaksin. Mereka juga mengaku sudah menghapus lebih dari 3000 akun, laman, dan grup yang melanggar ketentuan soal informasi COVID-19 dan vaksin. Selain itu Facebook mengklaim sudah menempelkan peringatan pada lebih dari 190 juta konten terkait COVID-19 pada platformnya. [CNET]
Berita Terkait
-
Peluang Kreator Lokal Tembus Pasar Global, Meta Perluas Terjemahan AI ke Bahasa Indonesia
-
Meta Resmi Luncurkan Langganan Instagram, Facebook, dan WhatsApp Plus, Ada Paket AI Baru
-
Membongkar Modus Predator Pengelana Feri: Mengapa Janji Loker di Medsos Masih Ampuh Jerat Mahasiswi?
-
Meta Mulai Patuhi PP Tunas Komdigi, Anak 16 Tahun Dilarang Punya Facebook-Instagram-Threads
-
Viral Pengguna FB Bagi Tips Dapat Makanan Gratis dari Shopee, Tuai Kecaman Gegara Rugikan Driver
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
Terkini
-
Strava Kena PPN 11 Persen di Indonesia? Ini Penjelasan Resmi yang Perlu Diketahui Pengguna
-
Viral Video Petani Tuban Terbang Pakai Drone, Memangnya Drone Bisa Angkat Manusia?
-
Xiaomi Luncurkan REDMI Pad 2 9.7 4G, Tablet Murah untuk Gen Z dengan Internet Tanpa WiFi
-
4 HP Vivo Terbaru Ini Punya Baterai Raksasa hingga 8100 mAh, Layar Super Terang
-
2 Rekomendasi Tablet dengan Stylus Pen di Bawah Rp3 Juta Terbaik
-
Asus ExpertBook PM5 G2 Rilis di Indonesia, Laptop Bisnis AI dengan AMD Ryzen AI dan RAM hingga 64GB
-
Cara Hemat Beli Pulsa dan Token PLN, ShopeePay Tawarkan Promo Mulai Rp1
-
Bujet Rp2 Jutaan Dapat HP Apa? Ini 6 Pilihan Terbaik di 2026 untuk Multitasking Lancar
-
Catat Tanggalnya! Galaxy Unpacked 22 Juli 2026 Samsung Siap Ungkap Hp Lipat dengan Fitur AI Terbaru
-
vivo Y500 Tantang Standar Smartphone Kelas Menengah, Usung Baterai 8100mAh dan AMOLED 1,5K