- Riset Kaspersky menunjukkan AI mulai digunakan sebagai pendamping emosional, dengan 30% pengguna Indonesia memilihnya saat merasa sedih.
- Popularitas AI meningkat signifikan untuk perencanaan liburan, digunakan 74% responden global mencari resep hingga akomodasi.
- Ahli Kaspersky mengingatkan pentingnya skeptisisme terhadap saran AI dan menjaga privasi data sensitif dari potensi risiko.
Suara.com - Pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kini melampaui fungsi praktis semata.
Jika sebelumnya AI dikenal sebagai asisten belanja atau perencana liburan, riset terbaru Kaspersky menunjukkan pergeseran menarik, AI mulai diperlakukan sebagai teman curhat dan pendamping emosional, terutama di kalangan generasi muda.
Dalam survei terbarunya, Kaspersky mencatat bahwa lebih dari 30 persen pengguna di Indonesia memilih berinteraksi dengan AI ketika merasa sedih atau tidak bahagia.
Angka ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata global yang berada di kisaran 29 persen.
“Kadang saya hanya ingin ada yang mendengarkan tanpa menghakimi. AI bisa merespons dengan cepat dan menenangkan, itu cukup membantu saat suasana hati sedang buruk,” ungkap salah satu responden survei dari Indonesia.
Fenomena ini paling menonjol di kalangan Generasi Z dan milenial, dengan 35 persen responden usia muda mengaku tertarik memanfaatkan AI sebagai sumber dukungan emosional.
Sebaliknya, generasi yang lebih tua cenderung kurang antusias karena hanya 19 persen responden berusia di atas 55 tahun yang mempertimbangkan berbicara dengan AI saat sedang kesal.
AI Jadi Teman Liburan Digital
Popularitas AI juga melonjak tajam selama musim liburan 2025/2026.
Baca Juga: Bos Instagram Soroti Ledakan Konten AI dan Tantangan Membedakan Media Asli
Sekitar 74 persen responden global menyatakan akan menggunakan AI dalam aktivitas liburan mereka, mulai dari mencari resep hingga merencanakan perjalanan.
Antusiasme paling tinggi datang dari kelompok usia 18–34 tahun, dengan 86 persen responden berniat mengandalkan AI.
AI paling banyak digunakan untuk mencari resep makanan (56 persen), menentukan restoran dan akomodasi (54 persen), mencari ide hadiah dan dekorasi liburan (50 persen), dan mengisi waktu luang dengan ide aktivitas (50 persen).
Tak hanya itu, separuh responden juga menganggap AI sebagai asisten belanja virtual yang mampu menyusun daftar belanja, membandingkan harga, hingga menganalisis ulasan produk.
Nyaman, Tapi Tetap Waspada
Meski menawarkan kenyamanan dan bahkan dukungan emosional, para ahli Kaspersky mengingatkan bahwa ketergantungan berlebihan pada AI tetap menyimpan risiko, terutama terkait keamanan dan privasi data.
Berita Terkait
-
Ponsel Murah Terancam Punah Tahun 2026, Apa itu Krisis RAM?
-
CEO Baru Mozilla Fokuskan Firefox pada AI yang Transparan dan Terpercaya
-
Percakapan AI Pengguna Diduga Dijual Lewat Ekstensi Browser
-
LG Hadirkan Solusi Display dan HVAC Berbasis AI dan Hemat Energi, Demi Genjot Sektor B2B
-
Google Menyiapkan Disco, Peramban Eksperimental Berbasis AI untuk Ciptakan Aplikasi Web Instan
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Merah Putih Berkibar di 4 Negara, WNI Ikut Doakan Korban Gempa NTT
-
Bocoran Xiaomi 18 Versi Standar Baru, Siap Meluncur Desember Nanti!
-
Kado Merdeka di Balik Jeruji: 718 Napi Lapas Bandar Lampung Dapat Remisi, Satu Orang Langsung Pulang
-
6 Cara Membaca Birth Chart Astrologi untuk Pemula, Mulai dari Big Three
-
Tiru Sukses India, Gerindra Beberkan Alasan Prabowo Perjuangkan Kewarganegaraan Ganda bagi Diaspora
-
BBRI Diborong Saat IHSG Melemah, Analis Ungkap Proyeksi Pasar Saham Hari Ini
-
Wall Street Melemah, IHSG Diproyeksi Sideways Cenderung Menguat Hari Ini
-
5 Cara Touch Up Bedak Padat di Atas Makeup yang Mulai Luntur agar Wajah Kembali Flawless
-
Apes! Peras Pemain Judol, Dua Polisi di Gresik Malah Dikepung Massa
-
Kantor dan Sekolah Boleh WFH atau PJJ 18 Agustus, Ini Skema dari Pemerintah