Pemanggangan ini, pada gilirannya, meninggalkan "jejak" kimiawi mineral di balik batu yang mengungkapkan petunjuk tentang sejarah pemanasan.
Peak dan timnya menganalisis sampel batuan di seluruh Grand Canyon dan menemukan sejarah Great Unconformity, mungkin lebih rumit daripada yang diperkirakan sebelumnya.
Para peneliti menyarankan bahwa bagian timur dan barat ngarai mungkin telah mengalami perubahan geologis yang berbeda sepanjang waktu.
"Ini bukan satu blok dengan sejarah suhu yang sama," kata Peak dilansir dari Space, Minggu (29/8/2021).
Menurut para peneliti, serangkaian peristiwa patahan kecil terjadi ketika Rodinia - benua super yang mendahului Pangea yang lebih terkenal - pecah sekitar 700 juta tahun lalu.
Sesar keras kemungkinan merobek tanah di sekitar ngarai, menyebabkan batuan dan sedimen terbawa ke laut.
Sementara batuan dasar di bagian barat Grand Canyon tampaknya telah muncul ke permukaan kira-kira 700 juta tahun yang lalu, batu yang sama di bagian timur terkubur di bawah sedimen berkilo-kilometer.
Para peneliti menyarankan bahwa pergolakan mungkin telah merobek bagian timur dan barat Grand Canyon, dengan cara berbeda dan pada waktu yang sedikit berbeda, menciptakan Great Unconformity dalam prosesnya.
Temuan tim membantu mengumpulkan apa yang terjadi selama periode kritis ini untuk Grand Canyon serta situs Amerika Utara lainnya, yang telah mengalami periode waktu hilang yang serupa.
Baca Juga: Kisah Watu Kelir Kebumen, Situs Geologi dan Mitos Suara Gamelan Astral
"Kami memiliki metode analisis baru di lab kami yang memungkinkan untuk menguraikan sejarah di jendela waktu yang hilang di Great Unconformity," kata rekan penulis studi Rebecca Flowers, juga seorang ahli geologi dari University of Colorado, Boulder.
"Kami melakukan ini di Grand Canyon dan di daerah Great Unconformity lainnya di seluruh Amerika Utara."
Penelitian ini dijelaskan dalam sebuah studi baru yang diterbitkan 12 Agustus di Geology.
Berita Terkait
-
Ahli Geologi Bakal Selidiki Fenomena Kuburan Meninggi di Padang Pariaman
-
Geger Tanah Kuburan Meninggi di Padang Pariaman, Ini Kata Ahli Geologi
-
Makam di Padang Pariaman Meninggi hingga 1,5 Meter, Ahli Geologi Heran
-
Garis-garis Geologi Aneh Muncul di Rusia, Penyebabnya Bikin NASA Bingung
-
Link Live Streaming Gunung Merapi, Pantau Erupsi dan Lava Pijar
Terpopuler
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Ketika Kritik ke Presiden Dibalas Borgol, MK pun 'Dilangkahi'
-
4 OOTD Casual Chic Style ala Seo Ji Hye, Inspo Gaya Ngampus Sampai Ngantor!
-
DNA Petarung Bahlil Dipuji Prabowo: Kesulitanlah yang Membesarkan Pemimpin
-
Ngaku Mau ke Toilet, Perempuan Ini Malah Gasak Motor Siswa SMK yang Dikenal Lewat MiChat
-
Viral Tanpa Rencana, Aksi Dermawan Ni Kadek Indrayoni Tembus 6 Juta Penonton!
-
Belanja Skincare di Watsons Pakai BRImo Dapat Cashback 10 Persen, Cek Syaratnya
-
5 Contoh Sambutan Ketua Panitia 17 Agustus yang Formal untuk Berbagai Acara
-
Industri Manufaktur Tumbuh Lebih Kencang dari Ekonomi, Tapi Ledakan Impor Jadi Alarm Pemerintah
-
BBM Subsidi Tak Naik, Prabowo: Banyak Negara Panik, Indonesia Masih Cool
-
Rahasia Warga Sulsel Tetap Antusias Daftar Haji Meski Masa Tunggu Puluhan Tahun