Pada 18 September, Jupiter akan berada pada jarak 3 derajat dari selatan Bulan.
Pasangan langit ini akan terlihat sekitar pukul 18:01 WIB dengan ketinggian 34 derajat di atas ufuk timur.
Keduanya akan mencapai titik tertinggi pada 21:46 WIB dengan ketinggian 81 derajat di atas cakrawala selatan dan menghilang sekitar pukul 03:20 WIB di ufuk barat.
Pengamat akan melihat keduanya di konstelasi Capricornus. Untuk melihat fitur Jupiter dengan jelas, dibutuhkan setidaknya teleskop dengan pembesaran minimum 150 kali.
4. Bulan Purnama
Bulan Purnama pada September jatuh pada 21 September mendatang. Saat mencapai fase penuh, Bulan akan berada di konstelasi Pisces.
Satelit alami Bumi itu akan terletak pada jarak 389.000 km dari Bumi. Pada saat itu, Bulan akan tampak lebih bersinar daripada malam-malam lainnya.
Menurut Farmers' Almanac, Bulan Purnama September disebut juga sebagai Harvest Moon. Praktek penamaan ini berasal dari suku-suku asli Amerika kuno.
Penamaan Harvest Moon diberikan karena petani membutuhkan sinar Bulan Purnama untuk memanen tanaman.
Baca Juga: Mengenal Fenomena Blue Moon yang Diperkirakan akan Terjadi Pada 22 Agustus 2021
5. Ekuinoks
Ekuinoks merupakan fenomena penanda kembalinya pergerakan tahunan Matahari ke ekuator.
Matahari akan menyinari Bumi tepat di atas ekuator, terbit dan terbenam tepat di ufuk timur dan barat pada 23 September.
Ekuinoks September menandai hari pertama musim gugur di belahan Bumi utara dan hari pertama musim semi di belahan Bumi selatan.
Saat ekuinoks terjadi, hari di seluruh dunia akan hampir tepat 12 jam siang dan malam karena perjalanan tahunan Matahari.
Ekuinoks terjadi karena sumbu putaran Bumi miring pada sudut 23,5 derajat terhadap bidang orbitnya mengelilingi Matahari.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
- Setelah Pelatih Giliran Suporter FC Twente Usir Mees Hilgers: Pemain Malas
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Di Bursa Capres 2029: Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 42 Persen, Ungguli Prabowo
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Erick Thohir Bicara Target Indonesia di Asian Games 2026, Berapa Emas?
-
Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
-
Sempat Jadi DPO, Pencuri Rumah Kosong yang Bawa Kabur Emas 30 Gram Diciduk di Tangerang
-
Ayah dan Anak Tewas Akibat Ledakan Gas di Cikarang
-
Tak Ingin Jamur Terbuang, Ibu Astuti Sukses Kembangkan Usaha hingga Pimpin Bank Sampah
-
Ulasan Gadis Minimarket: Ketika Menjadi Berbeda Bukan Berarti Salah
-
5.000 Data Warga Palu Digunakan untuk Main Judi Online
-
Fitur Darurat yang Jadi 'Biang Kerok' Salah Paham Pengguna Jalan, Sisi Gelap Penggunaan Hazard Motor
-
Mesin Meledak di Sprint Race GP Aragon, Fabio Quartararo: Saya Sudah Tahu
-
Harga Emas Antam Stagnan, Masih Dibanderol Rp2.670.000/Gram