Suara.com - Xiaomi mulai melarang penggunaan smartphone buatannya di beberapa negara di dunia. Hal ini dilakukan setelah perusahaan menemukan ponsel buatannya telah dijual ilegal ke beberapa wilayah.
Adapun negara yang dilarang menggunakan ponsel Xiaomi yakni Suriah, Kuba, Iran, Sudan, Krimea, hingga Korea Selatan. Disebutkan bahwa reseller ilegal terus menyelundupkan ponsel Xiaomi ke wilayah terlarang itu.
Sesuai laporan Gizmochina, Senin (13/9/2021), belum jelas bagaimana Xiaomi menentukan negara tersebut sebagai wilayah terlarang, mengingat mereka juga belum banyak hadir di banyak negara.
Kebijakan ekspor Xiaomi telah melarang penjualan atau ekspor perangkat ke wilayah yang dilarang. Peraturan ini juga berlaku untuk perangkat yang masih berfungsi dalam kondisi tertentu.
Langkah ini diyakini telah memengaruhi ke sejumlah pengguna karena perangkat Xiaomi miliknya sudah dikunci hanya dalam beberapa hari setelah digunakan.
Bagi mereka yang terdampak, pengguna akan mendapatkan pemberitahuan yang berisi kebijakan Xiaomi untuk tidak mengizinkan penjualan ke wilayahnya.
Dengan demikian, permohonan aktivasi perangkat baru bakal ditolak. Pengguna juga akan diarahkan ke penjual untuk informasi lebih lanjut.
Tag
Berita Terkait
-
Redmi Note 17 Rilis dengan Fitur AI Anti Penipuan, Ini Spesifikasinya
-
Xiaomi 17T Pro Bukan Sekadar Upgrade, AI Imaging dan Leica Jadi Arah Baru Smartphone Flagship
-
Bocoran Spesifikasi Gahar Xiaomi Redmi Note 17: Baterai 8000 mAh, Kapan Rilis di Indonesia?
-
Durian Tak Mampu Pecahkan REDMI Note 17 Pro, Xiaomi Pamer Uji Ketahanan Ekstrem
-
Xiaomi Ekspansi Bikin Mobil Jenis Baru, Usung Nama "Pengembara Langit"
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional
-
Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun
-
Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital
-
Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP
-
Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia
-
Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya
-
Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?
-
Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU
-
Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi
-
Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam