Suara.com - Facebook pada Sabtu (18/9/2021) waktu setempat, menolak laporan terbaru dari Wall Street Journal yang mengutip kumpulan dokumen perusahaan yang bocor, menguraikan bagaimana eksekutif Facebook lambat dalam menanggapi masalah di seluruh platformnya yang merugikan pengguna.
Dalam sebuah posting blog perusahaan, wakil presiden urusan global Facebook, Nick Clegg, mengatakan artikel tersebut berisi kesalahan karakterisasi yang disengaja dan memberikan motif yang sangat salah kepada kepemimpinan dan karyawan Facebook.
The Journal, yang merujuk pada dokumen internal yang mencakup laporan penelitian, diskusi karyawan online, dan draf presentasi kepada manajemen senior, mengatakan para peneliti Facebook membunyikan alarm tentang "efek buruk platform" berkali-kali tetapi diabaikan oleh atasan.
Dokumen tersebut mengungkapkan penelitian perusahaan yang menunjukkan betapa merugikan Instagram bagi kesehatan mental remaja.
Hal ini gambaran bahwa eksekutif Facebook gagal mengatasi kekhawatiran karyawan tentang laporan platform yang dikooptasi oleh pedagang manusia di negara-negara berkembang dan bahwa Facebook memberikan perlakuan istimewa kepada orang-orang tinggi tertentu.
Clegg mengatakan bahwa Facebook bertanggung jawab atas masalah berbahaya pada platformnya, laporan Journal menggunakan kutipan yang dipetik dari materi yang bocor untuk menciptakan "pandangan yang sengaja miring dari fakta yang lebih luas'.
"Inti dari seri ini adalah tuduhan yang benar-benar salah bahwa Facebook melakukan penelitian dan kemudian secara sistematis dan sengaja mengabaikannya jika temuan itu tidak nyaman bagi perusahaan," kata Clegg.
Dia melanjutkan, dengan penelitian apa pun, akan ada ide untuk perbaikan yang efektif untuk dikejar dan ide di mana pengorbanan terhadap pertimbangan penting lainnya lebih buruk daripada perbaikan yang diusulkan.
"Fakta bahwa tidak setiap ide yang diajukan peneliti ditindaklanjuti, tidak berarti tim Facebook tidak terus-menerus mempertimbangkan berbagai peningkatan yang berbeda,” jelasnya.
Baca Juga: Dokumen Facebook Ungkap Instagram Berdampak Buruk bagi Remaja
Clegg membela cara Facebook menangani posting tentang informasi vaksin virus corona, masalah lain yang ditandai dalam pelaporan Journal.
Dilansir dari Gizmodo, Senin (20/9/2021), dia mengatakan, persimpangan antara media sosial dan kesejahteraan masih merupakan masalah yang berkembang dalam komunitas penelitian.
Menurutnya, media sosial berubah dengan cepat sebagai tanggapan terhadap "badan penelitian multi-metode dan masukan ahli yang terus berkembang".
Menurut sebuah artikel yang diterbitkan Jumat, peneliti Facebook memperingatkan perusahaan bahwa anti-vaxxers bekerja sama untuk membanjiri bagian komentar konten terkait vaksin dengan propaganda dan klaim palsu lainnya.
Sebuah laporan internal pada awal 2021 memperkirakan bahwa lebih dari 40 persen komentar pada konten terkait vaksin, tampaknya membuat orang enggan mendapatkan vaksin virus corona.
Pakar kesehatan global seperti Organisasi Kesehatan Dunia dan Unicef, yang postingannya termasuk di antara mereka yang dibombardir, juga telah menyatakan keprihatinannya kepada Facebook tentang masalah tersebut.
Berita Terkait
-
Ternyata Perusahaan Terkaya Sepanjang Sejarah Pernah Ada di Wilayah Indonesia
-
Facebook Dilaporkan Berikan Data Salah kepada Peneliti
-
Facebook Luncurkan Produk Kacamata Pintar, Komisi Perlindungan Data Tanyakan Keamanan
-
Duh! Gegara Kacamata Pintar, Facebook Diperiksa
-
Perempuan Pamer Mau Pakai Baju Jaring-jaring ke Pemakaman, Tuai Komentar Warganet
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Terpopuler: Rekomendasi Earphone Kabel Murah Terlaris, HP Midrange Oppo Terkencang
-
5 HP Mid-Range dengan Kamera Telephoto Terbaik, Cocok untuk Konser
-
6 Cara Mengamankan Akun Instagram agar Tidak Diretas seperti Ahmad Dhani
-
Daftar Harga iPhone Terbaru Mei 2026, Pilihan Investasi Gadget Jangka Panjang
-
Ingin Beli Skin Epic Impian? Ini 5 Cara Cepat Beli Diamond Mobile Legends Lewat GoPay Games
-
Pre-Order Ungkap Konfigurasi Memori iQOO 15T: Tantang POCO X8 Pro, Usung RAM 16 GB
-
Pesona HP Murah Sejutaan, Itel Zeno 200 Hadirkan Android Go dan Fitur Tangguh
-
5 HP Murah Terbaru di Indonesia Mei 2026: Mulai Sejutaan, Baterai Jumbo 8.000 mAh
-
CEO Sony Bahas PS6, Ungkap Krisis Memori Bakal Berdampak ke Harga Konsol
-
Tablet 5G Harga Rp4 Jutaan, Acer Iconia iM11 Sajikan Layar 2K dan MediaTek 8791