Suara.com - Free Fire MAX telah resmi diluncurkan secara global, Selasa (28/9/2021). Varian baru FF dari Garena itu diklaim menghadirkan pengalaman lebih optimal dengan grafis dan audio visual yang lebih bagus.
“Free Fire MAX kami hadirkan berdasarkan permintaan komunitas Free Fire di seluruh dunia termasuk Indonesia, yakni pengalaman bermain Free Fire yang lebih optimal dengan peningkatan grafis dan tambahan fitur-fitur baru di dalam game,” kata Produser Game Free Fire, Christian Wihananto.
Berikut adalah daftar fitur baru pada Free Fire Max:
Craftland
Ini adalah fitur eksklusif Free Fire MAX yang memungkinkan pemain berkreasi membuat map sendiri dan memainkannya. Map yang sudah selesai dibuat dapat dimainkan bersama-sama oleh pemain Free Fire dan Free Fire MAX.
Dalam mode Craftland, Survivors bisa berkreasi dan memasukkan berbagai objek, bangunan, struktur, dan berbagai dekorasi ke map buatan mereka sendiri untuk pengalaman bermain yang lebih unik.
Pemain juga dapat membagikan map buatan mereka untuk di-host oleh pemain lainnya. Selain itu para pemain juga dapat, subscribe, like dan membagikan map favorit mereka untuk menunjukkan dukungan kepada masing-masing pembuat map.
Grafis lebih bagus + Bermuda Max
Free Fire MAX juga menghadirkan peta dengan grafis lebih bagus, memungkinkan pemain melihat detail lebih baik. Efek-efek map juga telah ditambahkan untuk menawarkan pengalaman dalam game yang lebih realistis.
Teramasuk di dalamnya grafis perairan, zona aman, dan bahkan pada lingkungan alami sekitar. Survivors bahkan dapat mencoba menembak pohon untuk melihat efek dedaunan yang jatuh ke tanah.
Tak hanya efek visual, salah satu map favorit para pemain, Bermuda akan dibawa ke dalam Free Fire MAX. Diberikan nama Bermuda MAX, map ini menghadirkan area Clocktower dan Factory yang didesain ulang, dengan tambahan detail grafis yang pada struktur dalam dan luarnya.
Baca Juga: Hai Survivors, Free Fire MAX Sudah Bisa Diunduh dan Bisa Bikin Peta Permainan Sendiri
Efek animasi dan suara
Free Fire MAX juga menyajikan animasi dan audio yang diperbarui. Animasi gerakan dasar seperti berlari, melompat, merangkak terlihat lebih halus dan realistis. Animasi khusus saat pemain mengkonsumsi mushroom dan membuka parasut saat akan drop ke dalam map juga telah ditambahkan.
Senjata dalam Free Fire MAX juga telah menerima pembaruan. Animasi reload senjata telah dilengkapi dengan efek suara yang lebih realistis. Efek pelacak (tracer effect) pada tembakan senjata dan lubang bekas peluru juga akan muncul di dinding dan struktur tertentu di map.
Tracer effect hanya akan terlihat dari sudut pandang pemain, jadi tidak ada keuntungan taktis tambahan yang diberikan kepada pemain Free Fire MAX ketika sedang bermain bersama pemain yang menggunakan Free Fire Original.
Free Fire MAX dibuat bukan untuk menggantikan Free Fire original. Para pemain dua game ini bisa berada dalam satu arena yang sama. Bedanya FF Max memiliki penyajian lebih wah.
Pemain FF original tidak perlu khawatir dengan data yang sudah dimiliki karena Free Fire MAX menghadirkan fitur login berbasis data yang sudah dimiliki pada versi sebelumnya.
“Hadirnya Free Fire MAX merupakan hasil dari kerja keras tim Garena, serta tidak lepas dari dukungan dan masukan Survivors di Indonesia dan seluruh dunia. Selamat bermain dan welcome to Free Fire MAX!” tutup Christian Wihananto. (Kathy Puteri Utomo)
Berita Terkait
-
29 Kode Redeem FF Hari Ini 27 Juli 2026, Klaim Item Gratis Sebelum Terlambat
-
Modernisasi Transaksi Aset Game Lewat Sistem 'Escrow' Berbasis Komunitas
-
17 Kode Redeem FF Aktif 19 Juli 2026: Kesempatan Klaim Hadiah Kolaborasi Blue Lock
-
17 Kode Redeem Aktif 15 Juli 2026, Klaim Skin Keren, Bundle Eksklusif hingga Voucher Gratis
-
Grand Finals FFNS 2026 Fall Digelar di Yogyakarta, Garena Padukan Esports dan Festival Rakyat
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Fakta Pahit Buruh Pengupas Bawang di Jogja, Kerja Seharian Hanya Diupah Rp3 Ribu
-
Dewa United Pertahankan Ivar Jenner di Tengah Beredarnya Rumor Transfer Persija Jakarta
-
Perbedaan Sunscreen vs Sunblock, Mana yang Lebih Cocok untuk Kulit Sensitif?
-
9 Rekomendasi Moisturizer Murah di Bawah Rp50 Ribu untuk Kulit Glowing
-
Harga Sunblock Water Resistant, Ini 5 Rekomendasi Produknya yang Anti Luntur!
-
PNM Bangun Ekosistem Pembiayaan Mekaar, Bunga 8 Persen
-
ESDM Buka Tender PLTS 30 GW, Jadi Langkah Awal Proyek Energi Surya 100 GW
-
Indonesia Bullion Market Association Resmi Hadir, Jadi Wadah Penguatan Ekosistem Emas Nasional
-
Karhutla di Kalimantan Kembali Meluas, Greenpeace Desak Pencegahan Diperkuat
-
Awas! 39 Anak di Jateng Terpapar Radikalisme Lewat Game Online dan Medsos