Suara.com - Puluhan ribu orang di seluruh dunia dibiarkan tanpa akses ke saluran sosial favorit mereka pada Senin malam karena aplikasi tidak berfungsi.
CEO Facebook Mark Zuckerberg menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh pengguna layanan baik Instagram, Facebook, dan WhatsApp yang menjadi korban pemadaman global.
"Facebook, Instagram, WhatsApp and Messenger are coming back online now. Sorry for the disruption today -- I know how much you rely on our services to stay connected with the people you care about," ujarnya dalam akun Facebook resminya.
Sebelumnya, CTO Facebook Mark Schroepfer menyampaikan permohonan maaf melalui Twitter dan mengatakan bahwa ada masalah jaringan dan tim bekerja secepat mungkin untuk men-debug dan memulihkan secepat mungkin.
Dilansir laman Mirror, Selasa (5/10/2021), situs Downdetector menerima 14 juta laporan di seluruh dunia terkait dengan Facebook, WhatsApp, dan Instagram dalam beberapa jam terakhir.
Pemadaman dimulai sekitar pukul 4 sore waktu Inggris, dengan Downdetector menerima 75.600 laporan terkait WhatsApp.
Sebanyak 43 persen pengguna mengalami masalah dengan aplikasi, dengan 27 persen tidak dapat mengirim pesan.
Raksasa sosial Facebook Mark Zuckerberg juga telah berjuang, dengan puncak 58.000 laporan sekitar pukul 4 sore, sementara ada 30.800 laporan yang berkaitan dengan Instagram.
Sementara platform tetap tidak dapat diakses, pengguna Facebook terus melihat halaman kesalahan atau pesan yang mengatakan browser mereka tidak dapat terhubung.
Baca Juga: WA, Instagram dan FB Down, Saham Facebook Makin Anjlok Signifikan
Pengguna WhatsApp dan Instagram dapat mengakses aplikasi tetapi tidak dapat melihat konten baru, termasuk pesan yang dikirim atau diterima.
WhatsApp Web, versi desktop dari aplikasi perpesanan, tampaknya juga tidak dimuat di komputer.
Tak satu pun dari perusahaan telah mengatakan sesuatu yang resmi tentang apa yang mungkin menyebabkan malfungsi.
Dalam sebuah pernyataan di Twitter yang mengumumkan kembalinya, Facebook mengatakan:
"Kepada komunitas besar orang dan bisnis di seluruh dunia yang bergantung pada kami: kami minta maaf.
Kami telah bekerja keras untuk memulihkan akses ke aplikasi dan layanan kami dan dengan senang hati melaporkan bahwa mereka telah kembali online sekarang. Terima kasih telah menemani kami."
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
5 Contoh Susunan Acara Maulid Nabi di Sekolah, Cocok untuk SD hingga SMA
-
Jika Aku Mereka: Melihat Dunia dari Sudut Pandang Penyandang Disabilitas
-
Menuju Piala Asia U-20 2027: Timnas Indonesia Ladeni Musuh Bebuyutan Malaysia
-
Di Balik El Nino 2026: Mengapa Indonesia Terancam Krisis Air dan Pangan?
-
Gempa Susulan di Flores Masih Akan Berlangsung 30 Hari ke Depan, Frekuensi Menurun
-
Terima Gratifikasi Rp20,7 Miliar, Eks Kakanwil DJP Mohamad Haniv Ditahan KPK
-
Kemarahan Publik Tak Hanya Soal Prabowo, tapi Akumulasi Masalah 10 Tahun Era Jokowi
-
Ardhito Pramono Gugat Sony Music Terkait Royalti, Akui Rugi Rp5,7 Miliar
-
Masukan LMC untuk RUU Hak Cipta: Lindungi Jurnalisme Tanpa Mematikan Distribusi Digital
-
Jose Mourinho Sewot Rodri Tolak Real Madrid Pilih Gabung ke Barcelona