Suara.com - Rukuh Setiadi, dosen perencanaan wilayah dan kota dari Undip, mengatakan konsep kota terapung atau sea cities cocok dengan Jakarta yang kini menghadpi risiko tenggelam akibat naiknya permukaan laut dan turunnya muka tanah. Berikut ulasannya:
Di tengah prediksi bahwa Jakarta tenggelam pada 2050, konsep Sea Cities alias Kota Laut merupakan salah satu solusi yang ditawarkan oleh para ahli desain tata kota.
Konsep ini mentransformasikan semua elemen kota misalnya pemukiman, fasilitas sosial dan ekonomi, transportasi, serta jaringan infrastruktur dari yang berbasis daratan menjadi berbasis permukaan lautan.
Sea Cities memperluas cara pandang kehidupan kota yang tidak selalu berbasis daratan. Jadi konsep ini menata ulang pola hubungan kota dan lautan.
Kita memerlukan rencana yang efektif mengatasi risiko tenggelamnya Jakarta dalam jangka panjang karena perubahan iklim dan penurunan permukaan tanah di Jakarta ini sulit dihindari.
Studi terbaru merekomendasikan kombinasi akomodasi kenaikan air laut dan mengapung untuk menghadapi tantangan besar kenaikan air laut di Jakarta.
Pola penerapan Sea Cities
Kenaikan air laut yang dibarengi dengan penurunan permukaan tanah (land subsidence) menjadi kombinasi penyebab tenggelamnya Jakarta. Laju urbanisasi yang cepat memicu eksploitasi air tanah (ABT) dan berkontribusi sekitar 80-90% penurunan permukaan tanah. Sementara, kemampuan kota dalam menyediakan air dari sumber permukaan sangat terbatas.
Tanpa mengabaikan pentingnya pengendalian eksploitasi ABT, Jakarta tetap memerlukan rencana untuk mendorong adaptasi yang efektif dan berkelanjutan dalam menghadapi kenaikan air laut.
Baca Juga: Kendalikan Penurunan Permukaan Tanah untuk Cegah Jakarta Tenggelam
Para ahli perencanaan kota kerap mengingatkan kita pentingnya memaknai laut tidak hanya sebagai ancaman tapi juga sebagai sumber daya perkotaan yang harus diintegrasikan sebagai elemen perencanaan kota pada masa depan.
Membangun kota di atas air bukan hal yang mustahil. Para ilmuwan telah membangun stasiun ruang angkasa dan sedang bekerja membangun koloni di Mars. Ide tersebut mungkin dilakukan ketika elemen-elemen perkotaan dapat dibawa ke atas air.
Konsep sea cities menawarkan empat strategi untuk beradaptasi dengan kenaikan air laut.
Pertama, pengambil kebijakan memperkuat sistem infrastruktur perlindungan laut yang menggerus daratan. Penguatan dapat berupa pondasi pantai, pemecah ombak, tanggul, termasuk tanggul raksasa seperti yang dikembangkan Jakarta melalui proyek tanggul laut di pantai.
Pengembangan infrastruktur alam seperti hutan bakau juga tergolong dalam taktik ini. Taktik ini berorientasi pada perlindungan kota pesisir dengan ‘melawan’ lautan. Taktik ini menjanjikan dalam jangka pendek. Namun, dalam jangka panjang masih dipertanyakan efektivitasnnya, seperti berpindahnya banjir ke daerah pesisir sekitar yang lebih rendah.
Kedua, pengambil kebijakan mengakomodasi kenaikan air laut melalui adaptasi secara fisik, sosial, dan ekonomi di kota pesisir. Ide ini pada dasarnya membiasakan masyarakat terdampak dengan fakta dan nilai baru tentang diperlukannya untuk hidup ‘berdampingan’ dengan air. Meninggikan lantai atau mendesain ulang aturan bangunan di pesisir adalah sebagian contoh dari taktik ini.
Berita Terkait
-
Alarm Jakarta Tenggelam: Muhammadiyah Desak PAM Jaya Jadi 'PT' untuk Hentikan Sedot Air Tanah
-
Melawan Jakarta Tenggelam: Limbah Elektronik Jadi Peringatan Dini Banjir
-
5 Tahun Lagi Diprediksi Tenggelam, Bagaimana Nasib Warga Jakarta Bisa Dapatkan Air Bersih?
-
Jakarta 2050: Antara Kampung Akuarium dan Kecemasan Warga Muara Angke
-
Jakarta Tenggelam 2050: Riset Anak UNJ tentang Kesiapsiagaan Warga Ibukota Hadapi Bencana Banjir
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
65 Kode Redeem FF Terbaru 12 Januari 2026: Raih Skin SG2, Scar Megalodon, dan Sports Car
-
Poster Vivo X200T Terungkap: Bawa Kamera Zeiss, Andalkan Chip Kencang MediaTek
-
7 HP Murah Chip Kencang dengan Memori 256 GB Januari 2026, Harga Mulai 1 Jutaan!
-
Update Bracket Swiss Stage M7: AE Butuh 1 Kemenangan, ONIC Masih Berjuang
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
CES 2026: LG Perkenalkan AI in Action, AI Nyata Untuk Rumah Sampai Kendaraan
-
Honor Siapkan HP Murah Baterai 10.000 mAh, Usung Layar 1.5K dan Chip Snapdragon
-
46 Kode Redeem FF Terbaru Aktif Januari 2026, Sambut Event Jujutsu Kaisen
-
Spesifikasi TheoTown: Game Viral Bangun Kota, Simulasi Jadi Pejabat Semena-mena
-
Baldur's Gate 3 Tak Tersedia di Nintendo Switch 2, Developer Ungkap Alasannya