Orang-orang di Vietnam (94 persen) dan Afrika Selatan (79 persen) adalah yang paling mungkin menganggap media sosial merupakan koneksi penting bagi mereka.
Meskipun begitu, sepertiga orang di seluruh dunia (33 persen) mengatakan, mereka menjadi kurang toleran terhadap orang-orang di media sosial selama pandemi.
Menurut peneliti keamanan utama di Kaspersky, David Emm, meskipun lebih dari setengah (56 persen) orang telah aktif di media sosial selama lebih dari satu dekade, banyak dari kita masih mencari tahu bagaimana untuk menyeimbangkan hal positif dari media sosial dengan yang negatif.
“Sekarang, kita telah memasuki era baru di mana hubungan virtual sebuah hal yang umum," ujarnya dalam keterangan resminya, Jumat (8/10/2021).
Hubungan parasosial ini sering kali dapat menyebabkan terlalu banyak berbagi atau oversharing di media sosial, karena orang-orang ingin terus mengembangkan hubungan ini.
"Namun, di sisi lain ini juga dapat menyebabkan sejumlah besar konsekuensi negatif dan tak terduga, seperti upaya peretasan dan phishing, doxing dan intimidasi, merugikan reputasi online, dan lain lain,” jelas dia.
Menurutnya, semua ini dapat dimengerti dengan adanya masa lockdown yang kita semua alami selama setahun terakhir, dapat membuat orang-orang akan tertarik pada hubungan online dan parasosial untuk mencegah kesepian dan kebosanan.
"Tapi sangat penting juga bagi semua untuk menyadari konsekuensi dari berbagi secara online dan dapat mengambil pendekatan yang lebih seimbang,” tutup Emm.
Kaspersky juga telah mengidentifikasi lima jenis persona di media sosial:
Baca Juga: Cara Antimainstream Pria Ejek Pemobil yang Antre BBM di SPBU, Gak Habis Pikir
- Savvy Socials - yang membatasi waktu online mereka dan meminimalkan posting
- Poster Breezy - mereka memposting secara produktif selama periode aktivitas yang relatif
singkat - Oversharers – kelompok ini hampir hidup secara online dan memposting terus menerus
- Lurkers – mereka mungkin menghabiskan banyak waktu untuk bersosialisasi, dunia daring digunakan hanya untuk berselancar, dan bukan untuk berkomentar
- Offliners – kelompok ini cenderung tidak aktif, tidak pernah bergabung, atau menghapus banyak akun media sosial mereka.
Mana yang menggambarkan dirimu?
Berita Terkait
-
Dijuluki Anak Sultan Punya Bisnis Omzet Miliaran, Raja Suka Beli Baju Seken
-
Bungkus Gorengan Ini Bikin Heboh, Warganet: Pantesan Gue Pengangguran
-
Potret Lawas Anggota Pramuka Ini Viral, Wajahnya Disebut Mirip Aktor
-
Heboh Pemotor Melintas di Jalan Setapak Bikin Jantung Mau Copot, Senggol Dikit Beda Alam
-
Jadi Mak Comblang Pemiliknya, Aksi Kucing Ini Didoakan Warganet Agar Jadian
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Songsong Indonesia Emas 2045, Wamendagri Ajak Mahasiswa Bangun Karakter & Kompetensi Kepemimpinan
-
IHSG Diproyeksi Menguat Hari Ini di Tengah Pertumbuhan Pesat Investor Saham
-
Kisah Sitti Fatimah Dorong Anaknya ke Laut Saat KMP Mutiara Sentosa Terbakar
-
Tips Memilih Smartwatch GPS untuk Trail Running, Ini 4 Rekomendasi Terbaiknya
-
Acer Day 2026 Bawa Swift Air 14 AI, Laptop AI Tipis dengan Performa Intel Core Ultra
-
Eternal Sunshine of the Spotless Mind: Saat Kenangan Tak Bisa Sepenuhnya Hilang
-
7 Cara Membersihkan Sunscreen Waterproof agar Tidak Menyumbat Pori
-
Mata Langit Satelit Lampung-1: Ambisi Gubernur Mirza Bawa Lampung ke Era Angkasa Tanpa APBD
-
Skenario Lolos Timnas Indonesia: Tak Ada Pilihan Selain Menang atas Singapura
-
Senyum Terakhir di KMP Mutiara Sentosa 2: Rencana Pernikahan Sari yang Kandas di Laut Sapudi