Suara.com - Kalau kamu adalah pengguna setia Telegram selama beberapa waktu belakangan, mungkin sudah familiar dengan fitur-fitur unik yang membedakan aplikasi Telegram dari aplikasi online chatting atau pengiriman pesan lainnya.
Telegram masih punya beberapa fitur lain yang tak kalah menariknya. Aplikasi pesan satu ini masih punya empat ‘harta karun’ rahasia yang masih belum banyak diketahui.
Penasaran? Yuk, pelajari selengkapnya untuk mendapatkan user experience yang lebih baik lagi, dilansir dalam keterangan resminya Senin (11/10/2021)!
Cari teman baru lewat fitur Find People by Location
Kalau ingin memperluas jaringan dan mendapatkan teman online baru, fitur ini pas banget buat kamu!
Telegram mengizinkan pengguna menemukan grup dan teman yang baru dari lokasi sekitarmu.
Meskipun begitu, pengguna dan grup harus mengaktifkan fitur ini juga agar bisa ditemukan.
Jadi, apabila grup atau pengguna yang dicari belum mengaktifkan fitur ini, kamu belum bisa menemukan mereka lewat Telegram.
Untuk menggunakan fitur ini, masuk ke tab Contacts dan berikan izin lokasi saat ditanyakan.
Mudah, bukan? Kalau kamu butuh seseorang untuk sekadar menemani minum kopi atau mungkin sebuah ‘kencan’ Telegram, kamu tinggal nyalakan fitur ini dan kamu siap beraksi!
Atur pesan masuk di grup dengan fitur Slow Mode
Baca Juga: Cara Membuat Stiker Telegram Sendiri dengan Mudah
Apabila sudah familiar dengan grup Telegram, kamu pastinya tahu bahwa Telegram mengizinkan penggunanya untuk menambahkan anggota grup hingga 200.000 orang.
Dengan adanya fitur ini, kamu tentunya bisa membayangkan berapa banyak pesan yang mungkin kamu dapatkan tiap harinya dari satu grup saja.
Oleh karena itu, agar pengguna tidak merasa overwhelmed, admin grup mempunyai opsi ‘Slow Mode’.
Ini merupakan fitur untuk menjadwalkan waktu tertentu bagi anggota grup sebelum mereka bisa mengirimkan pesan berikutnya ke grup tersebut.
Untuk mengaktifkan fitur ini, masuk ke grup yang kamu miliki dan klik Edit > Permissions.
Kemudian, pilih durasi yang diinginkan di bagian bawah halaman.
Berita Terkait
-
Cara Mengakhiri Obrolan WhatsApp Tanpa Menyinggung Orang
-
Saking Aman dan Tidak Diawasi Berwenang, Telegram Dimanfaatkan Hacker
-
Duh! Telegram Disebut Makin Banyak Dimanfaatkan Hacker
-
Soal Telegram Kapolri, Anggota DPR: Tak Boleh Ada Lagi Polisi Represif
-
Penganut LDR, Ini Ada Pilihan Game Telegram Seru Patut Dicoba!
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan