Suara.com - Squid Game, serial drama thriller asal Korea Selatan, telah menjadi salah satu acara yang paling banyak diperbincangkan pada tahun ini.
Serial ini menceritakan tentang sebuah kontes yang diikuti oleh 456 pemain yang memiliki masalah hutang dan harus mempertaruhkan nyawa mereka demi memenangkan hadiah sebesar 45,6 miliar Korea Won yang setara dengan Rp 551,4 miliar.
Untuk memenangkan kontes tersebut, para pemain harus mengikuti serangkaian tantangan yang terinspirasi dari permainan dan budaya anak di Korea Selatan, seperti permainan red light, green light, kelereng, tarik tambang, dan dalgona candy.
Permainan-permainan tersebut ternyata mirip dengan permainan anak di Indonesia, jadi kamu juga mungkin pernah merasakan pengalaman Squid Game sebelumnya ketika masih kanak-kanak.
Berikut beberapa permainan anak di serial Squid Game yang mirip dengan permainan anak Indonesia:
1. Red Light, Green Light - Tak Patung
Permainan pertama yang harus dilakukan oleh pemain di serial Squid Game adalah red light, green light.
Pemain harus bergerak menuju garis akhir selama patung boneka mengatakan "Mugunghwa kkoci pieot seumnida," yang artinya "bunga Kembang Sepatu telah mekar", tetapi tidak boleh bergerak ketika boneka besar yang khas tersebut membalikkan kepalanya ke arah pemain.
Permainan ini memang menjadi salah satu permainan anak di Korea Selatan.
Baca Juga: Tergiur Kripto SQUID GAME, Warga China Kehilangan Uang Pensiun Rp400 Juta
Di Indonesia sendiri terdapat permainan serupa yaitu Tak Patung, dimainkan oleh minimal lima orang.
Alih-alih untuk mencapai garis akhir, si penjaga akan berhitung satu sampai sepuluh, pemain lainnya harus mematung diam dengan gaya tertentu tanpa menunjukkan gigi.
Pada setiap hitungan, pemain lainnya harus mengganti gaya, apabila ada pemain yang tertawa atau bergerak, atau kurang kreatif dalam mengganti gaya, maka pemain tersebut akan menjadi penjaga baru.
2. Hopscotch/Jembatan Kaca dan Engklek
Permainan dimulai dari pengambilan keputusan apakah pemain ingin mulai lebih dahulu atau terakhir.
Mereka harus menyeberangi jembatan dengan kaca rapuh atau kaca kokoh untuk dipijak agar sampai ke seberang atau jatuh ke akhir hayat mereka.
Permainan ini serupa dengan Engklek di Indonesia, sebuah permainan yang mengandalkan sepuluh kotak di tanah, sebuah batu dan hanya boleh menggunakan satu kaki.
Pemain akan melemparkan batu ke salah satu kotak dan tidak boleh memijakkan kaki di kotak yang terdapat batu yang telah dilempar sebelumnya.
Apabila salah pijak, atau mengganti kaki yang digunakan untuk bermain maka pemain akan dinyatakan kalah.
3. Kelereng
Permainan ini memiliki banyak versi di masing masing negara, termasuk Indonesia.
Pada serial Squid Game, peserta diberikan sepuluh buah kelereng masing-masing, dan dipasang-pasangkan.
Untuk menang, pemain harus memenangkan seluruh kelereng milik lawan dengan permainan apa pun, mulai dari lempar kelereng hingga tebak-tebakan dan nasib memilukan menunggu pemain yang kalah.
Di Indonesia sendiri, permainan kelereng yang paling umum ditemukan adalah sentil kelereng dan permainan balap kelereng yang diadakan untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan Indonesia.
Balap kelereng adalah permainan yang cukup menguji keseimbangan dengan menaruh satu buah kelereng di sendok yang digigit, dan dibawa dari start hingga finish tanpa terjatuh atau menyentuh sendok dan kelereng.
Sepertinya permainan ini cukup seru apabila ada di Squid Game.
4. Squid Game dan Gobak Sodor
Permainan ini dilakukan dengan menggambar kotak, segitiga, dan lingkaran, seperti simbol yang diperlihatkan sepanjang serial berlangsung.
Pemain harus mencoba untuk menyerang pemain lain yang berada di area yang berlawanan, yang sulit adalah kamu tidak boleh menyentuh garis dan harus melompat dengan satu kaki di area tertentu dan pemain lain akan mencoba untuk menjatuhkan kamu.
Permainan ini mirip sekali dengan permainan Gobak Sodor yang dimainkan anak-anak Indonesia di masa sekolah.
Mengandalkan garis lapangan badminton, lapangan basket atau lapangan dengan marka garis lainnya, pemain dibagi menjadi dua tim di mana satu tim berusaha untuk mencapai sisi akhir lapangan dengan dijaga oleh tim lain yang menginjak garis-garis di lapangan.
Pemain yang berusaha mencapai sisi lainnya tidak boleh disentuh oleh para pemain penjaga yang berdiri di garis.
5. Permen Dalgona dan Gulali
Pemain tidak bisa mengandalkan otak, kekuatan dan manipulasi, namun kesabaran dan air liur saja!
Tiap pemain mendapatkan kaleng yang berisi permen dalgona yang memiliki pola tertentu.
Untuk menang di permainan ini, pemain harus mengikis bentuk yang ada pada permen dengan sebuah jarum agar menjadi pola yang sempurna.
Apabila permennya hancur, maka pemain dinyatakan gugur.
Di Indonesia sendiri sebenarnya tidak memiliki permainan seperti ini, akan tetapi Indonesia memiliki penjual permen gulali yang dapat mengkreasikan berbagai bentuk dan rupa gulali.
Ketika masa sekolah, anak anak akan selalu membeli gulali tersebut karena bentuknya yang unik dan kreatif.
Bagi kamu yang ingin mencoba beberapa permainan Squid Game, selain dengan memainkan kembali permainan anak-anak indonesia untuk bernostalgia, kamu juga bisa ikut memainkan permainan ini di media sosial!
Saat ini, terdapat challenge yaitu #TembakCantik di Likee, di mana pengguna dapat merasakan sensasi menegangkan permainan red light, green light tidak dengan berlari menju garis akhir, tetapi, dengan membuat kreasi makeup.
Pastikan kamu tidak bergerak ketika bonekanya menengok ke arah kamu supaya tidak tertembak.
Selain itu, terdapat challenge #BuatPermenDalgona untuk kamu yang ingin merasakan sensasi permainan Permen Dalgona.
Kamu harus gunakan stiker Likee untuk menggambar pola berlubang dengan hidung dengan waktu yang telah ditentukan.
Likee memungkinkan penggunanya mendapatkan pengalaman unik, di mana dapat mengeksplorasi kreativitas, mengekspresikan diri, serta mendapatkan kesempatan untuk berkomunikasi dengan idolanya melalui berbagai challenge.
Berita Terkait
-
Pendiri Kripto SQUID GAME Ngaku Pailit, Diduga Tipu Investor Cryptocurrency
-
Ramai Honeycomb Challange ala Squid Game, Kasus Luka Bakar Anak-anak Meningkat
-
5 Fakta Bad and Crazy, Lee Dong Wook dan Wi Ha Joon Adu Akting di Drakor Baru
-
6 Potret Adhisty Zara Tiru Kang Sae Byeok Squid Game, Mirip Banget!
-
6 Potret Adu Gaya Park Hae Soo di Squid Game dan Chimera, Mana Favoritmu?
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
-
Gempa M 4,2 Guncang Pacitan Terasa hingga Yogyakarta: 7 Orang Luka dan Sejumlah Bangunan Rusak
-
Hakim PN Depok Tertangkap Tangan Terima Ratusan Juta dari Swasta, KPK Lakukan OTT!
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
Terkini
-
45 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 6 Februari: Ada Icon Ginga 115-117 dan 10.000 Gems
-
7 HP Murah RAM Besar untuk Admin Bisnis Online, Multitasking Lancar Tanpa Lag
-
Apakah HP Infinix Cepat Rusak? Cek Rekomendasi HP Terbaik Spek Dewa Dibawah Rp2 Juta
-
65 Kode Redeem FF Terbaru 6 Februari 2026: Klaim Sukuna, G36, dan Parasut Jujutsu
-
Apa Penyebab Gempa Pacitan M 6.4 Hari Ini? Terasa di 26 Wilayah, BMKG Buka Suara
-
Terpopuler: TWS Murah 2026 Versi David GadgetIn, Tokoh Teknologi yang Muncul di Epstein Files
-
Apakah Stylus Pen Bisa untuk Semua Tablet? Cek 5 Rekomendasi Digital Pen Terbaik
-
Daftar Harga HP Vivo dan iQOO Terbaru Februari 2026, Mulai Rp1 Jutaan
-
Tablet Samsung Galaxy Tab A9 vs Redmi Pad SE, Mana Paling Worth It Buat Anak Sekolah?
-
7 HP 5G Rp3 Jutaan Pesaing Redmi Note 15 5G: Spek Gahar, Harga Bersahabat