Suara.com - Telegram segera menyiapkan layanan berlangganan agar pengguna tak lagi melihat iklan. Ini juga dimaksudkan untuk membantu finansial layanan perpesanan tersebut.
CEO Telegram Pavel Durov dalam channelnya mengumumkan, fitur ini sudah mulai dikerjakan dan bakal segera diluncurkan mulai bulan ini.
Ia memastikan layanan berbayar ini dibanderol dengan harga terjangkau.
"Layanan berbayar ini memungkinkan pengguna untuk berpartisipasi mendukung pengembangan Telegram secara finansial dan tak mereka tak lagi melihat iklan di channel aplikasi," tutur Durov, dikutip dari Phone Arena, Selasa (9/11/2021).
Sebagai informasi, channel Telegram yang memiliki lebih dari 1.000 pengguna umumnya menampilkan iklan.
Dengan layanan berbayar, mereka yang gabung ke channel itu tak lagi melihat iklan.
Selain fitur berbayar, Durov juga membahas soal channel besar yang nantinya bisa mematikan iklan untuk semua anggotanya. Namun ini masih dikaji, terutama dari segi ekonomi.
Sayang, Durov belum mengumumkan berapa harga biaya langganan yang akan digulirkan ke Telegram.
Baca Juga: Korban Dugaan Pemerkosaan Kapolsek Parigi Sering Menangis Histeris
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123
-
BRI dan Kementerian UMKM Perkuat Pembiayaan KUR, Dorong UMKM Bandung Naik Kelas