Menurut Wyzowl, rata-rata durasi video yang menarik atensi penonton adalah 2,7 menit dengan attention-grabbing di delapan detik pertama.
Karena attention span manusia yang singkat itu, aplikasi video pendek menjadi cara yang tepat untuk memperoleh informasi.
Konten-konten informasi yang ada di aplikasi video pendek itu dikemas dengan singkat, tapi padat dan ringkas.
Oleh karena itu, aplikasi video pendek menjadi populer dan digunakan banyak orang.
3. Hemat Kuota
Faktor ekonomis jelas memegang peranan besar di balik populernya aplikasi video pendek.
Durasi video yang lebih singkat, tak banyak kuota internet yang harus dialokasikan di aplikasi video pendek.
Berbeda dengan platform video atau bahkan aplikasi layanan streaming, yang memang durasinya lebih panjang dan membutuhkan banyak kuota.
4. Pembuatan Video yang Praktis
Baca Juga: Netflix Siapkan Kids Clips, Fitur Video Pendek Mirip TikTok
Jika berniat untuk menjadi konten kreator, aplikasi video pendek adalah jalan yang lebih mudah.
Aplikasi video pendek memiliki fitur-fitur editing yang praktis dan mudah digunakan, bahkan untuk orang yang awam sekalipun.
Segudang fitur pun dapat ditemukan di aplikasi video pendek. Dengan begitu, pengguna bisa membuat konten secara mudah dengan gadget apapun.
Siapa tahu, konten tersebut bisa viral dan menjadi populer lebih cepat!
5. Komunitas yang Erat
Aplikasi video pendek memang terkenal akan semangat komunitasnya yang kuat. Kreator-kreator sudah terbiasa untuk saling share dan membantu satu sama lain.
Bahkan, banyak komunitas konten kreator yang skalanya nasional juga melakukan hal yang sama.
Terciptanya komunitas yang erat tentunya tidak terlepas dari platform video pendek yang menaungi mereka.
Jika berniat untuk melebarkan koneksi, aplikasi video pendek bisa menjadi pilihan yang tepat.
Pengguna mungkin dapat menjalin pertemanan dengan kreator-kreator dari berbagai daerah di Indonesia!
Itulah alasan-alasan mengapa harus mencoba untuk terjun ke aplikasi video pendek.
Berita Terkait
-
Cara Duet di TikTok Tanpa Aplikasi Tambahan
-
Rayakan Hari Jadi ke-4, Likee Ajak Bernostalgia Kembali ke Masa Kecil
-
Video Pendek Diprediksi Jadi Tren Baru Promosikan Belanja Digital
-
Sambut Hari Pelanggan Nasional, BPJamsostek Gelar Lomba Video Jaminan Perlindunganku
-
Gisel Jepit Kepala Keledai di Bagian Anunya, Netizen: Nanti Bagi Linknya!
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Melon 'Berwajah' Pejuang di Sleman, Cara Petani Muda Rayakan Kemerdekaan
-
Pemerintah Bidik Pajak Kontrakan: Ancaman Baru bagi Hunian Terjangkau
-
Diduga Ada Siswi Tertabrak di Jurangmangu, KRL Palmerah-Rangkasbitung Alami Gangguan
-
Mensesneg Buka Suara soal Isu Reshuffle Kabinet Jelang 17 Agustus
-
Promo Khusus KPR Renovasi BRI dengan Suku Bunga Spesial
-
Stok Beras Bulog Capai 5,25 Juta Ton, Tersebar di Berbagai Gudang Indonesia
-
Viral ASN PPPK Paruh Waktu DPUTR Bandung Barat Live TikTok, Singgung Fee Proyek
-
Tak Perlu Transit, TransNusa Buka Penerbangan Langsung Jakarta-Bangkok 2 Kali Sehari
-
WALHI: Sebutan "Bencana Alam" Tak Boleh Menutupi Kerusakan Ekologis
-
Studi Ungkap Dampak Penuaan Mikroplastik terhadap Polutan di Tanah