Tekno / gadget
Dythia Novianty | Dicky Prastya
Ilustrasi smartphone (pexels)

Suara.com - Qualcomm baru saja meluncurkan prosesor flagship untuk smartphone bernama Snapdragon 8 Gen 1.

Salah satu fitur yang disematkan dalam chip ini adalah always-on camera atau kamera yang selalu aktif.

"Kamera depan ponsel anda selalu dengan aman mencari wajah anda, bahkan jika anda tidak menyentuh atau mengangkat ponsel untuk mengaktifkannya," ujar Judd Heape, Vice President of Product Management Qualcomm, dilansir laman The Verge, Senin (6/12/2021).

Sekilas fitur ini memang memudahkan pengguna untuk membuka kunci layar ponsel.

Baca Juga: Qualcomm Pastikan Chip Snapdragon 8 Gen 1 Dibuat Samsung, Bukan TSMC

Sebab, kunci bisa langsung terbuka tanpa harus didekatkan ke wajah dan bisa langsung terkunci otomatis ketika kamera tidak melihat wajah pengguna.

Namun fitur ini dinilai mengancam privasi. Sebab kamera ponsel dengan Snapdragon 8 Gen 1 bisa saja mengambil data, berupa wajah pengguna atau gambar lain karena selalu menyala (always on).

Snapdragon 8 Gen1. [Qualcomm]

Qualcomm menerangkan bahwa teknologi face unlock ini berguna ketika saat pengguna sibuk beraktivitas seperti memasak atau menyetir mobil.

Dengan ini, pengguna tak perlu lagi mengetuk layar atau menggunakan perintah suara dalam menyalakan kunci ponsel.

Selain itu, kegunaan lain always on di Snapdragon 8 Gen 1 adalah ponsel bakal terkunci otomatis jika tidak lagi melihat wajah pengguna.

Baca Juga: Qualcomm Sebut Krisis Chip Global Bakal Membaik Tahun Depan

Fitur ini juga bisa mendeteksi seseorang yang ada di belakang pengguna ataupun mengintip layar ponsel mereka.

Artinya, orang asing tidak akan melihat layar ponsel pengguna karena langsung terkunci otomatis.

Konsep fitur kamera always-on ini sebenarnya mirip dengan mikrofon always-on yang sudah muncul di beberapa merek ponsel saat ini.

Mikrofon yang selalu menyala ini bisa dipakai untuk menjalankan perintah suara seperti asisten pintar Google maupun Siri tanpa harus menyentuh ponsel.

Bedanya, asisten pintar ini terkadang membatasi aktivitasnya hingga pengguna benar-benar memegang atau membuka ponselnya.

Terlebih saat ini banyak laporan terkait pelanggaran privasi dan peretasan yang melibatkan kamera CCTV rumah, yang kemudian mengirim data perekaman tersebut ke pihak lain tanpa sepengetahuan pengguna.

Hal serupa juga dikhawatirkan terjadi di ponsel dengan Snapdragon 8 Gen 1.

Ilustrasi kamera ponsel. (Shutterstock)

Sistem always-on camera ini juga tidak memiliki pemberitahuan ke pengguna apakah status kamera ponsel memang aktif.

Namun, Qualcomm menyebut ini bisa diatasi langsung oleh produsen smartphone seperti menambahkan indikator berupa lampu LED.

Untungnya, Qualcomm menyebut fitur always-on camera ini bisa dinonaktifkan pengguna jika mereka mau. Mereka juga bisa memilih fitur mana yang mau digunakan atau tidak.

“Konsumen memiliki pilihan untuk dapat memilih fitur apa yang mau diaktifkan dan mana yang dinonaktifkan," jelas Vice President of Product Management Qualcomm lainnya, Ziad Asgard.

Komentar