Suara.com - PT Fujifilm Indonesia mengumumkan kehadiran kamera instan Instax Mini Evo di Indonesia pada pekan ini. Gawai baru tersebut menghadirkan inovasi hibrida, yang menggabungkan kamera instan dan printer foto dalam sebuah perangkat.
Telah mulai tersedia di Indonesia pada 8 Desember 2021 kemarin, harga Instax Mini Evo sekitar Rp 3 juta, demikian diungkap Fujifilm dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Kamis (9/12/2021).
"Kamera instan ini membantu penggunanya mengekspresikan momen berharga dan mencerminkan perasaan setiap individu secara maksimal. Fujifilm berkomitmen tak pernah berhenti memperluas dunia sistem foto instan instax untuk pengalaman mencetak foto secara instan dan on the spot,” kata Presiden Direktur PT Fujifilm Indonesia, Masato Yamamoto.
Instax Mini Evo dilengkapi dengan monitor LCD di panel belakang yang bisa digunakan untuk memilih gambar yang ingin dicetak. Kamera ini juga memiliki fungsi, pengoperasian, kualitas cetak, dan aplikasi yang lebih canggih, seperti 100 kombinasi efek pemotretan serbaguna.
Selain itu, Instax Mini Evo didesain dengan sentuhan premium dan klasik, serta merupakan Instax pertama yang dilengkapi dengan tuas cetak, tombol lensa dan film.
Model baru ini memberikan pengalaman baru bagi pengguna untuk memilih efek pemotretan dengan tombol putar dan mencetak dengan menarik tuas seperti operasi kamera analog. Instax Mini Evo hadir dengan sepuluh efek lensa dan sepuluh efek film.
Bodi utama kamera menampilkan desain klasik dengan kesan mewah dengan penggunaan lapisan perak pada bodinya. Tuas cetak, tombol lensa dan film juga dirancang dengan memperhatikan detail, termasuk suara pengoperasian yang mirip dengan kamera analog.
Dengan aplikasi khusus Instax Mini Evo, fungsi Direct Print membantu pengguna untuk memanfaatkan kamera sebagai printer smartphone. Aplikasi ini juga memiliki fungsi Simpan Gambar Cetak untuk pertama kalinya sehingga pengguna dapat menyimpan foto kemudian dicetak.
Baca Juga: Duh! Kena Serangan Ransomware, Fujifilm Putuskan Matikan Server
Berita Terkait
-
Fujifilm Rilis Varian Baru Instax Mini 99 ke RI, Kamera Analog Premium Harga Rp 3,6 Juta
-
Raksasa Elektronik Jepang Ekspansi ke Sektor Kesehatan
-
Teknologi Mobile X-Ray Fujifilm Bantu Pemulihan Layanan Kesehatan di Aceh Pascabanjir
-
Fujifilm Rilis Cetakan Instax Super Mario ke Nintendo Switch
-
Fujifilm Instax Mini 13 Resmi Rilis di Indonesia, Kamera Analog dengan Fitur Self-Timer
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
Terkini
-
Dampak Gempa NTT: 5 Warga Meninggal, Infrastruktur Jalan Putus dan Longsor
-
Jelang HUT RI: Flare Latihan TNI AU Nyasar ke Mobil Warga, Ini Respon TNI
-
Sinyal NTT Lumpuh! Gempa M 7,7 Hantam 200 BTS, Komdigi Berpacu dengan Waktu Pulihkan Jaringan
-
Mobil Terlaris JanuariJuli 2026: BYD dan Jaecoo Mengudara, Merek Jepang Kian Waspada
-
Pramuka Masa Kini, Masih Relevankah Morse ketika Semua Ada di Google?
-
Jangan Habiskan Long Weekend di Rumah Saja, 8 Film Indonesia Ini Siap Temani Liburanmu!
-
Update Gempa Flores, NTT: 1 Korban Meninggal Dunia di Pelabuhan Laurentius Say Maumere
-
Gubernur NTT: Saya Terima Laporan Korban Gempa Bumi 5 Orang Meninggal
-
3 Contoh Teks Sambutan pada Malam Tirakatan 17 Agustus untuk Ketua Panitia
-
Drama Begal Boneka Labubu Berakhir Malu: Remaja Jati Agung Dibui Buat Laporan Palsu