Suara.com - Siapa yang tak kenal dengan Gunung Merapi. Sebuah kalimat "Merapi tak pernah ingkar janji" tentu melekat di telinga sebagian masyarakat Jawa. Simak sejarah letusan Gunung Merapi berikut.
Gunung Merapi berada di bagian tengah Pulau Jawa dan merupakan salah satu gunung api teraktif di Indonesia. Lereng sisi selatan berada di dalam administrasi Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Lantas, seperti apa sejarah letusan Gunung Merapi?
Sedangkan sisanya berada dalam wilayah Provinsi Jawa Tengah, yaitu Kabupaten Magelang di sisi barat, Kabupaten Boyolali di sisi utara dan timur, serta Kabupaten Klaten di sisi tenggara. Kawasan hutan di sekitar puncaknya menjadi kawasan Taman Nasional Gunung Merapi sejak tahun 2004 lalu. Berikut sejarah letusan Gunung Merapi.
Asal Usul Nama Gunung Merapi
Gunung Merapi yang megah menyimpan sejarah dan banyak cerita yang menarik untuk diketahui. Tahukah kamu, bahwa nama "Merapi" berasal dari penyingkatan "meru" (yang artinya gunung) dan "api"? Jadi, nama "merapi" sebenarnya sudah berarti "gunung api".
Bahkan di dalam naskah lama, Merapi pernah dikenal sebagai Mandrageni. Seperti apa sejarah letusan gunung Merapi? Mari simak ulasannya di bawah ini.
Catatan Sejarah Letusan Gunung Merapi
Melansir laman Wikipedia, sejak tahun 1768 sudah tercatat lebih dari 80 kali letusan terjadi di Gunung Merapi. Di antara letusan tersebut, adalah letusan besar (VEI ≥ 3) yaitu periode abad XIX (letusan tahun 1768, 1822, 1849, 1872) dan periode abad XX yaitu 1930-1931.
Erupsi abad XIX intensitas letusannya relatif lebih besar. Sedangkan letusan abad XX frekuensinya lebih sering, di mana kemungkinan letusan besar terjadi sekali dalam 100 tahun.
Baca Juga: Sumber Perekonomian Luluh Lantak Akibat Erupsi Semeru, Hori Pilih Jadi Relawan Bencana
Kemudian erupsi abad ke-19 jauh lebih besar dari letusan abad XX, di mana awan panas mencapai 20 kilometer dari puncak. Aktivitas Merapi pada abad XX terjadi minimal 28 kali letusan, di mana letusan terbesar terjadi pada tahun 1931, dan sudah tiga perempat abad tidak terjadi letusan besar lagi.
Letusan-letusan kecil terjadi setiap 2-3 tahun, sementara yang lebih besar sekitar 10-15 tahun sekali. Letusan-letusan gunung Merapi yang dampaknya besar tercatat pada tahun 1006, 1786, 1822, 1872, dan 1930.
Letusan pada tahun 1006 membuat seluruh bagian tengah Pulau Jawa diselubungi oleh abu, berdasarkan pengamatan timbunan debu vulkanik.
Kemudian letusan pada tahun 1872 dianggap sebagai letusan terkuat dalam catatan era modern geologi dengan skala VEI mencapai 3 sampai 4. Sementara itu, letusan besar 2010 diperkirakan juga memiliki kekuatan yang mendekati atau sama.
Letusan Terbesar Gunung Merapi
Di antara sejumlah letusan yang terjadi pada masa modern (abad 19 hingga 21), erupsi eksplosif Gunung Merapi pada tahun 1872 dan 2010 merupakan yang terbesar.
Data dalam Buku Data Bencana Indonesia 2018, terbitan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan bahwa letusan Gunung Merapi pada 15 April 1872 dan 26 Oktober 2010 berada di skala 4 VEI (Volcanic Explosivity Index), yang artinya bahwa letusan pada 1872 dan 2010 cukup besar.
Berita Terkait
-
Merapi Luncurkan 1 Awan Panas dan 14 Kali Lava Dalam 30 Jam Terakhir ke Arah Barat Daya
-
Korban Letusan Gunung Semeru Bakal Direlokasi ke Kawasan Desa Oro-oro Ombo
-
Penanganan Bencana Gunung Semeru, BNPB Kini Fokus Pada Pemulihan
-
SK Relokasi Warga Terdampak Erupsi Gunung Semeru Sudah Sampai ke Bupati Lumajang
-
Varian Omicron Jadi Isyarat Berakhirnya Pandemi?
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Serangan Siber di Indonesia Tembus 14,9 Juta, Kaspersky Dorong SOC Berbasis AI
-
Biaya Registrasi SIM Biometrik Mahal, Komdigi Minta Keringanan ke Tito dan Purbaya
-
NextDev Summit 2026 : Telkomsel Dorong Startup AI, Tax Point Jadi Juara
-
Komdigi Buka Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz, Perluas Internet ke Pelosok Daerah
-
Ekspansi Baru Pokemon TCG Seri Ledakan Peniada Rilis di Indonesia
-
HP Xiaomi yang Bagus Tipe Apa? Ini 7 Rekomendasinya di 2026
-
10 Cara Menghilangkan Iklan di HP Xiaomi yang Mengganggu
-
7 HP Murah Rp1 Jutaan Terbaik di 2026, Lancar Buat Multitasking
-
7 Cara Mengembalikan Foto yang Terhapus Permanen di HP
-
Cara Mengatasi Baterai Boros Setelah Update HyperOS di HP Xiaomi