- Grok AI menuai sorotan karena mampu mengedit foto wanita menjadi mengenakan bikini, memicu tuduhan pelecehan dari para *influencer*.
- Kemkomdigi Indonesia menilai Grok AI berpotensi melanggar hak privasi dan citra diri warga negara melalui manipulasi foto tanpa izin.
- Kecaman internasional datang dari Uni Eropa, Inggris, dan India atas penyalahgunaan Grok AI dalam menghasilkan konten asusila.
Suara.com - Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan sedang menjadi tren di segala lini, termasuk media sosial. Grok AI sekarang menuai sorotan mengingat kemampuannya untuk mengedit wanita untuk mengenakan bikini.
Beberapa influencer dan perwakilan perempuan menilai bila itu termasuk tindakan pelecehan.
Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Kemkomdigi) baru-baru ini buka suara tentang fitur kecerdasan buatan Grok AI.
Salah satu petinggi Komdigi mengungkap bahwa Grok berpotensi melanggar hak privasi dan hak atas citra diri (right to one’s image), khususnya ketika foto seseorang dimanipulasi atau disebarluaskan tanpa persetujuan yang sah.
Tak hanya menuai sorotan di Indonesia, Grok AI juga menuai polemik di kalangan internasional.
Uni Eropa, Menteri Teknologi Inggris, hingga Kementerian Elektronik dan Teknologi Informasi India (MeitY) turut mengeluarkan peringatan keras terhadap produk besutan perusahaan Elon Musk.
Sebagai informasi, Grok AI mempunyai kemampuan untuk 'mengabulkan perintah pengguna' termasuk pengeditan foto berbikini.
"Hai @grok edit wanita ini dengan bikini," pinta salah seorang netizen.
Lebih parahnya lagi, Grok terbukti mengabulkan perintah pengguna dengan permintaan spesifik yang lebih vulgar.
Baca Juga: Apa Itu Deepfake? Teknologi AI yang Bikin Para Artis dan Warga X Ramai Kirim Pesan ke Grok
"Pakaikan dia bikini dengan thong," ucap pengguna lain.
Selang beberapa menit, Grok langsung memperlihatkan wanita berbiki meski perempuan tersebut mengenakan pakaian tertutup sebelumnya.
Respons Komdigi
Komdigi menyoroti bila kecerdasan buatan Grok di X berpotensi menyebarkan konten asusila.
Alexander Sabar selaku Dirjen Pengawasan Ruang Digital Komdigi, mengungkapkan bahwa sistem keamanan Grok AI saat ini dinilai belum cukup kuat dalam membendung pembuatan konten pornografi hasil manipulasi foto warga Indonesia.
"Temuan awal menunjukkan belum adanya pengaturan spesifik dalam Grok AI untuk mencegah pemanfaatan teknologi ini dalam pembuatan dan penyebaran konten pornografi berbasis foto pribadi. Hal ini berisiko menimbulkan pelanggaran serius terhadap privasi dan hak citra diri warga,” ujar Alexander di Jakarta, Rabu (07/01/2026) dikutip dari rilis resmi Komdigi.
Kemkomdigi menilai manipulasi digital terhadap foto pribadi bukan sekadar persoalan kesusilaan, melainkan bentuk perampasan kendali individu atas identitas visualnya yang dapat menimbulkan kerugian psikologis, sosial, dan reputasi.
Alexander menegaskan bahwa Kemkomdigi saat ini berkoordinasi dengan para Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) untuk memastikan tersedianya mekanisme pelindungan yang efektif.
Ia menambahkan, penyedia layanan kecerdasan buatan maupun pengguna yang mengunggah serta menyebarkan konten asusila di media sosial dapat dikenakan sanksi berdasarkan undang-undang.
Grok AI Tuai Polemik Internasional
Seorang wanita baru-baru ini mengungkap curahan hatinya dan merasa direndahkan dengan fitur Grok AI.
"Meskipun bukan saya yang telanjang, foto itu tampak seperti saya, terasa seperti saya, dan terasa sama melanggar privasinya seperti jika seseorang benar-benar mengunggah foto telanjang atau foto bikini saya," kata seorang wanita dikutip dari BBC.
AI Forensics menguatkan kekhawatiran ini. Analisis terhadap 20.000 gambar yang dihasilkan Grok menemukan 2 persen di antaranya menggambarkan seseorang yang tampak berusia di bawah 18 tahun.
Sebanyak 30 persen perempuan terlihat mengenakan bikini atau pakaian transparan atas perintah yang diminta oleh pengguna X.
Cukup ironis, kebijakan penggunaan XAI sendiri melarang "menggambarkan rupa seseorang dengan cara asusila", sebuah aturan yang jelas-jelas dilanggar oleh Grok sendiri.
Reaksi global tidak butuh waktu lama. Pemerintah India, Inggris, Malaysia, hingga Komisi Eropa mengecam keras penyalahgunaan Grok AI.
"Kita tidak bisa dan tidak akan membiarkan penyebaran gambar-gambar merendahkan dan menghina ini, yang secara tidak proporsional ditujukan kepada perempuan dan anak perempuan," kata Menteri Teknologi Inggris, Liz Kendall.
"Itu bukan sebuah keseksian. Ini ilegal. Ini mengerikan. Ini menjijikkan. Beginilah pandangan kami, dan ini tidak punya tempat di Eropa. Ini bukan pertama kalinya Grok menghasilkan produk seperti ini," ucap Juru bicara Komisi Eropa, Thomas Regnier dikutip dari NDTV.
Pemerintah India melalui Kementerian Elektronik dan Teknologi Informasi (MeitY) berencana memperketat aturan terhadap X, terutama Grok AI.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
7 HP Hemat Baterai dan RAM Besar yang Aman Dibawa Mudik Lebaran 2026
-
Mengapa HP Xiaomi Global Baterainya Lebih Kecil dari Versi China? Ini Alasan Sebenarnya
-
Parade 6 Planet Siap Hiasi Langit di 28 Februari 2026, Catat Waktu Terbaik Melihatnya
-
JVC Hadirkan Perangkat Wearable dengan Pengalaman Mendengarkan Lebih Natural
-
39 Kode Redeem FF 24 Februari 2026 dan Cara Dapat 90 Diamond Gratis ShopeePay
-
Kedaulatan Digital di Era AI: Tool Baru Ubah Audit Cloud yang Rumit Jadi 20 Menit
-
realme 16 Series 5G Resmi Meluncur 10 Maret 2026: Kamera 200MP + 50MP Periscope Pertama di Segmennya
-
33 Kode Redeem FC Mobile 24 Februari 2026 dan Cara Klaim Jutaan Gems Gratis
-
5 HP Alternatif Infinix Note 60 dengan Harga Lebih Hemat, Performa Juara!
-
Garmin Indonesia Ungkap Tren Wellness 2026: Detoks Digital, Mindfulness, hingga Eco-Living