Suara.com - Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mengatakan serangan ransomware merupakan ancaman siber terbesar yang harus diwaspadai pemilik sistem elektronik, setidaknya dalam kurun waktu dua tahun ke depan.
"Kalau lihat trennya dari bulan Januari sampai Oktober 2021, tren serangan siber itu malware. Di dalam malware itu antara lain adalah ransomware,” kata Baderi, Koordinator Fungsi Manajemen Risiko dan Pengukuran Tingkat Kematangan Keamanan Siber dan Sandi Sektor Keuangan, Perdagangan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif, BSSN.
Berbicara dalam sebuah seminar online, Rabu (12/1/2021), Baderi mengatakan BSSN sekitar 1,19 miliar anomali trafik internet pada periode Januari hingga Oktober 2021.
Berdasarkan hasil monitoring tersebut, jenis anomali trafik yang mendominasi adalah aktivitas malware yakni sebesar 58 persen. Dari total aktivitas malware yang tercatat, paling banyak ditemukan pada Mei 2021 dengan angka mendekati 140 juta.
Sementara itu, data secara global dari IBM Security X-Force menunjukkan 23 persen serangan siber pada 10 industri teratas tahun 2020 terjadi di sektor keuangan. Serangan siber yang terjadi pada sektor tersebut 10 persen di antaranya berupa ransomware.
Serangan siber yang terjadi di dunia menimbulkan kerugian yang cukup besar. Dari aktivitas ilegalnya, pelaku ransomware mampu meraup keuntungan secara finansial sekitar 123 juta dolar AS dan keuntungan data sebesar 21,6 TB.
"Oleh sebab itu, kita harus siap menghadapi serangan ransomware ini, baik untuk pemilik sistem elektronik seperti perbankan maupun para pelaku usaha yang memanfaatkan layanan-layanan perbankan,” kata Baderi.
Sebagai informasi, ransomware merupakan jenis malware yang menuntut tebusan finansial kepada target dengan melakukan penguncian atau penahanan data yang dicuri oleh pelaku.
“Ketika ingin membuka file yang dikunci itu, si penyerang meminta tebusan. Nah, tebusan itu macam-macam dan cenderungnya minta ditransfer uang atau dalam bentuk cryptocurrency,” tutur Baderi.
Baca Juga: Kaspersky Temukan Ratusan Ribu Berkas Berbahaya per Hari di Internet selama 2021
Ia mengatakan cryptocurrency banyak dimanfaatkan oleh penyerang untuk anonimitas sebuah transaksi sehingga sulit bagi pihak berwenang dalam mendeteksi identitas pelaku.
“Ini menjadi diskusi yang cukup menarik, baik di dalam negeri maupun di luar negeri ,karena metodenya selalu berkembang dan yang menjadi sasaran itu adalah data yang memang memiliki nilai yang cukup tinggi. Perbankan ini merupakan sasaran yang cukup tinggi juga,” kata Baderi.
Ia menambahkan bahwa peretas hanya mencari atau membutuhkan satu celah kecil bisa mengeksploitasi aset-aset yang menjadi sasarannya. Sementara sebaliknya, pemangku kepentingan di bidang siber membutuhkan pengamanan secara menyeluruh di setiap celah sehingga harus mengerahkan usaha yang lebih besar.
“Ini usaha yang berat yang harus dilakukan oleh pemilik sistem elektronik dari aspek tata kelola dan aspek teknologi, termasuk edukasi untuk internal maupun untuk nasabah,” pungkasnya. [Antara]
Berita Terkait
-
Kaspersky Ungkap 234 Ribu Serangan Password Stealer Ancam Perusahaan di Indonesia
-
Utang Masyarakat di Pinjol Tembus Rp101 Triliun, Ada yang Masih Gagal Bayar
-
Bank Mega Syariah Cetak Laba Rp79,97 Miliar di Triwulan I 2026
-
Waspada! Malware Android Menyamar Aplikasi Starlink, Bisa Curi Data dan Tambang Kripto Diam-Diam
-
40 Juta Serangan Siber Hantam Indonesia di 2025, Kaspersky Ungkap Ancaman dari USB hingga Laptop
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
4 HP Terbaik dengan Snapdragon 8 Generasi 5
-
Lenovo ThinkPad X13 Gen 7 Debut dengan Bodi Ringan, Baterai Tahan 30 Jam
-
Headphone ANC Pertama Vivo Segera Debut, Ini Deretan Kelebihannya
-
iBox Boyong MacBook Neo ke Indonesia Harga Mulai Rp9 Jutaan, Usung Apple Silicon dan Baterai 16 Jam
-
Data Ini Bikin Khawatir: Gadget Keluarga Indonesia Masih Rentan Diretas
-
5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
-
5 HP Midrange Kamera Terbaik 2026 yang Wajib Dilirik, Hasil Foto Setara Flagship!
-
5 HP Android dengan Desain Kamera Mirip iPhone, Mulai Rp1 Jutaan Saja
-
Cara Nonton Piala Dunia 2026 di MAXStream TV, Telkomsel dan TVRI Sediakan Akses Gratis
-
4 Seri Baru Funism Resmi Rilis, Naruto hingga Pokemon Palmsize Wonders