Suara.com - Koordinator Fungsi Manajemen Risiko dan Pengukuran Tingkat Keamanan Siber dan Sandi Sektor Keuangan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Baderi menyarankan agar perbankan melakukan update aplikasi digital mereka secara berkala untuk mengurangi potensi serangan siber.
"Baru-baru ini ada perbankan nasional yang meminta nasabah mengudpdate versi mobilenya. Update ini sangat penting karena tentu ada beberapa hal yang perlu diperbaiki, jadi perlu ada update," kata Baderi dalam webinar When Security Becomes A High Priority yang dipantau di Jakarta, Rabu (12/1/2022).
Perbankan juga perlu meningkatkan kompetensi dan kesadaran terkait keamanan siber bagi para personel yang menangani informasi dan teknologi.
"Ini penting karena kesadaran untuk keamanan siber dan keamanan informasi ini sebaiknya dilakukan secara berkala" katanya.
Di samping itu perbankan juga perlu menerapkan standar keamanan siber baik melalui tata kelola maupun kebijakan internal.
Sementara itu, untuk nasabah perbankan, ia mengatakan nasabah perlu dibantu untuk meningkatkan literasi terkait keamanan digital terus-menerus.
"Setidaknya nasabah menyadari PIN atau kode OTP nasabah jangan sampai diberikan kepada orang lain. Kemudian mengganti password juga perlu diliterasikan," ucapnya.
Menurut data yang ia himpun, pada 2021 Indonesia dan Amerika Serikat menjadi negara yang warganya sering dimanfaatkan untuk aktivitas pishing. Di mana Indonesia menjadi target 41,41 persen aktivitas pishing yang tercatat, sementara Amerika Serikat sebesar 20,91 persen.
Di samping itu, Indonesia juga menjadi negara yang paling banyak menjadi korban dari penyebaran malware yakni sebesar 37,46 persen. [Antara]
Baca Juga: BSSN: Ransomware Ancaman Siber Terbesar Dua Tahun ke Depan
Berita Terkait
-
Serangan Siber di Indonesia Tembus 14,9 Juta, Kaspersky Dorong SOC Berbasis AI
-
ManageEngine Rilis Sistem Keamanan AI Terbaru, Ancaman Siber Bisa Dihentikan Otomatis!
-
40 Juta Serangan Siber Hantam Indonesia di 2025, Kaspersky Ungkap Ancaman dari USB hingga Laptop
-
Serangan Rantai Pasokan Jadi Ancaman Siber Terbesar 2025, Perusahaan Asia Pasifik Wajib Waspada
-
Kritik Loker di Komdigi, Konten Kreator Abil Sudarman Diterpa Serangan Siber
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Rayakan 1 Miliar Download, eFootball Hadirkan Mode Ikonis dan Pemain Legendaris
-
67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
-
Terpopuler: 5 Merek HP Terlaris Global Periode Q1 2026, Rekomendasi HP Tipis Fast Charging
-
Huawei Pura 90 Pro Debut 20 April, Andalkan RAM 16 GB dan Chip Kirin Anyar
-
5 Kipas Tangan Portable Cas Tahan Lama: Dijamin Adem Seharian, Anti Gerah DImana pun
-
Pakai Chip iPhone, Performa Gaming Laptop Murah MacBook Neo Lampaui Ekspektasi
-
65 Kode Redeem FF Max Terbaru 12 April 2026: Raih Skydive Undersea, Doctor Red, dan Topi
-
Spesifikasi Vivo Y31d Pro: HP Baru di Indonesia, Usung Baterai 7.000 mAh dan Fitur Tangguh
-
7 Tablet SIM Card 5G dengan Keyboard Bawaan untuk Kerja Remote
-
Trump Ucap 'Alhamdulillah': Klaim Iran Kalah dan Proses Pembersihan Hormuz Dimulai