Tekno / Tekno
Jum'at, 14 Januari 2022 | 15:40 WIB
Ilustrasi teknologi. [Pete Linforth/Pixabay]

2. Keamanan E-commerce

Transaksi digital dan e-commerce akan mengalami lonjakan besar, berkat kenyamanan, keamanan, dan fleksibilitas yang ditawarkan di tengah Covid19.

Ilustrasi e-commerce (Unsplash/Mark Konig)

Saat ini, terdapat lebih banyak peluang bagi konsumen untuk melakukan pembelian melalui perangkat mereka, dan hal ini diprediksi dapat mendorong transaksi digital di Indonesia mencapai 37 miliar dolar AS pada 2022.

Makin banyak masyarakat yang sudah menggunakan pembayaran digital secara rutin, terutama dengan maraknya program Buy Now, Pay Later (BNPL), yang memunculkan kebutuhan akan keamanan transaksi secara daring.

Dengan demikian, bank pun akan meningkatkan fokus mereka pada keamanan e-commerce untuk meminimalisir hacker dan penjahat dunia maya.

3. AI dan Cloud Computing

Kombinasi jaringan 5G dan AI juga akan berperan dalam mengubah cara hidup dan cara kerja masyarakat Indonesia.

Salah satu dampak yang paling signifikan akan terjadi di bidang pengembangan perangkat lunak.

Di tahun 2022, pengembangan perangkat lunak yang didukung AI akan dilakukan, sehingga terdapat pergantian tenaga manusia dengan tenaga mesin secara otomatis.

Baca Juga: Ridwan Kamil Jual Lukisan Seniman Braga sebagai NFT, Laku Rp 4,2 Juta

Pergeseran ini akan menghasilkan produk perangkat lunak yang lebih cepat, lebih baik, dan dapat diandalkan.

Di dunia bisnis, penyimpanan daring cloud akan terus berkembang melalui solusi khusus.

Solusi ini akan memungkinkan cloud menjadi solusi transformasi gudang, restoran, toko ritel, dan masih banyak lagi.

Ilustrasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). [Shutterstock]

Mereka akan menyediakan infrastruktur yang dibutuhkan untuk memanfaatkan teknologi terbaru seperti augmented reality (AR), virtual reality (VR), dan machine learning (ML).

Manajemen Multi-Cloud F5 memungkinkan perusahaan untuk mengamankan dan mengoptimalkan aplikasi mereka di cloud.

Tidak hanya manajemen penyimpanan daring, F5 Account Protection hadir untuk memblokir penipuan secara real-time, memangkas transaksi yang berbahaya sebanyak 50 persen untuk ditinjau melalui mesin AI.

“Dengan munculnya teknologi, perusahaan lebih rentan terhadap pembobolan keamanan. Alat, keahlian, proses Teknologi Informasi, dan kemampuan analitik mereka perlu ditingkatkan melalui penggunaan AI dan manajemen cloud,” tambah Surung Sinamo, Country Manager F5 Indonesia.

Cloud computing juga akan memainkan peranan besar dalam membantu semua data yang tersedia dari perangkat digital yang jumlahnya terus bertambah untuk menjadi lebih mudah dipahami.

Di sinilah edge computing berperan. Edge computing terjadi secara lokal dan bukan pada server jarak jauh.

Sebaliknya, edge computing memproses data dari asalnya. Semua pemrosesan dilakukan sebelum data melewati jaringan untuk kembali ke level cloud.

4. Kripto dan NFT

Cryptocurrency dan non-fungible tokens (NFT) akan terus tumbuh menjadi lebih populer. Aset digital ini berpotensi merubah bisnis dan ekonomi tradisional.

Di tahun 2022, kita dapat berharap untuk melihat penggunaan teknologi ini secara lebih luas ketika bisnis dan individu mulai mengeksplorasi kemampuan mereka.

Ilustrasi NFT, cara menjual NFT di OpenSea (Freepik)

NFT telah menarik perhatian seniman dan kolektor Indonesia.

Berdasarkan Riset Google di Indonesia, 80 persen pengguna internet setidaknya pernah melakukan satu kali pembelian daring.

Lebih dari dua tahun sejak pandemi dimulai, penggunaan layanan digital tetap kuat dan diproyeksikan akan terus tangguh dengan layanan seluler, artificial intelligence dan cloud, serta cryptocurrency dan NFT.

Load More