Suara.com - Perusahaan induk Facebook, Meta, telah menciptakan jarak minimum (batas pribadi) antara avatar pengguna, di jaringan realitas virtualnya Horizon.
Langkah ini diambil menyusul laporan pelecehan virtual yang dilaporkan beberapa penggunanya.
Fungsi 'batas pribadi' dalam platform imersif, di mana orang dapat bersosialisasi secara virtual, menempatkan lingkaran ruang empat kaki otomatis di sekitar proxy digital pengguna.
"Batas pribadi mencegah siapa pun menyerang ruang pribadi avatar Anda," tulis wakil presiden Horizon Vivek Sharma dalam posting blog yang memperkenalkan fungsi baru pada Jumat (4/2/2022).
Dia menambahkan, jika seseorang mencoba memasuki batas pribadi Anda, sistem akan menghentikan gerakan maju mereka saat mereka mencapai batas.
Fungsi baru muncul setelah keluhan datang dari laporan pers dan di media sosial atau posting blog tentang insiden pelecehan.
"Dalam waktu 60 detik setelah bergabung, saya dilecehkan secara verbal dan seksual," tulis seorang pengguna di blog pengalamannya dilansir laman Dailymail, Minggu (6/2/20222).
Menurutnya, pengalaman mengerikan yang terjadi begitu cepat dan sebelum dirinya sempat berpikir untuk memasang pagar pengaman.
Fungsi batas diaktifkan secara default, kata Sharma, yang menambahkan pengguna masih dapat saling memukul atau memberikan tos.
Baca Juga: Angkasa Pura II Mulai Manfaatkan Metaverse, Sudah Digunakan untuk Rapat Pimpinan
Horizon sudah memiliki fitur anti-pelecehan yang membuat tangan avatar hilang jika mencoba menyentuh karakter virtual lain secara tidak tepat, menurut penciptanya.
Meta membuka platform realitas virtual Horizon Worlds untuk publik di Amerika Utara pada Desember lalu, sebagai langkah untuk membangun visi metaverse untuk masa depan.
"Ini adalah langkah penting, dan masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan," tulis Sharma tentang fitur keselamatan baru.
Pilihan yang sedang dieksplorasi termasuk membiarkan orang menyesuaikan jarak untuk batas pribadi mereka, tambahnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
- PT Blueray Cargo Milik Siapa? Perusahaan Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Suap Importasi
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 13 Juni 2026: Panen 5.000 Gems dan 150 Shard
-
47 Kode Redeem FF Terbaru 13 Juni 2026: Panen 200 DM Gratis dan SG2
-
3 HP AI Harga 1 Jutaan Terbaik Juni 2026, Fitur Pintar Melimpah Buat Dana Mepet
-
Higgs Games Island Gaet Lus Figo, Dorong Ekosistem Game Mobile Indonesia Naik Kelas ke Level Global
-
Dorong Transformasi Digital Korporasi Indonesia, XLSMART Luncurkan ESTA Ecosystem Berbasis AI dan 5G
-
Honor X7e Plus 5G Lolos Sertifikasi, Siap Meluncur ke Pasar Global
-
7 Kelebihan dan Kekurangan Huawei MatePad Mini: Pesaing iPad Mini Memori Lega
-
4 Simulasi Sebelumnya Akurat, EA Sports Prediksi La Furia Roja Juara Piala Dunia 2026
-
HP Tangguh Terbaru, Moto G Max Usung Kamera 200 MP dan Layar 5.000 Nits
-
Bali Jadi Tuan Rumah Pertemuan Tata Kelola Internet Internasional ICANN